Langsung ke konten utama

Featured Post

Inilah Susunan Pengurus DPD FPI DKI Jakarta 2020 - 2025, Dibawah Komando IB HRS Siap Berjuang Maksimal

Kamis, 22 Oktober 2020Faktakini.net, Jakarta - Alhamdulillah, inilah Susunan Pengurus DPD FPI DKI Jakarta Periode 2020 - 2025, siap berjuang semaksimal mungkin dibawah komando Imam Besar Habib Rizieq Shihab. Imam : Habib Muchsin bin Zaid Al-Attas1. Untuk Majelis Syuro,Ketua MS : Habib Ali Rido Bin Idrus Hasyim Alatas, M. SiSekretaris MS : KH. Muhammad Nur Sasi, L.CKetua Majelis Syariat : Drs. KH. Sulaiman Rohimin, Ket Majelis Penasehat : H. Abdul Rahman, S.KomKet Majelis Pembina : H. Syafei Taher,  S.AgKet Majelis Pengawas : Ust. Muhammad Nurdin (Ust. Jajang)Ket Majelis Kehormatan : Habib Sholeh bin Muchdor Al-Athos2. TanfidziKetua : Abuya KH. Abdul Majid, S.ESekretaris : Ust. Agus MaulanaBendahara : H. AminullahWakabid Da'wah : Ust. Kasyfun NazirWakabid Hisbah : Ust. Ria SusiloWakabid Jihad : Ust. Mohammad IqbalWakabid Penegakan Khilafah : Ust. Salman Al Farisi GhozaliWakabid Organisasi : Hb. Sahid bin Yahya

Walhi: Pengesahaan UU Ciptaker Khianati Rakyat!



Selasa, 6 Oktober 2020

Faktakini.net, Jakarta - Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) menyayangkan sikap DPR menggelar rapat paripurna pengesahan UU Cipta Kerja, Senin (5/10/2020). Direktur Eksekutif Nasional Walhi Nur Hidayati menilai pengesahan yang dilakukan secara senyap dan tergesa-gesa menjadi puncak pengkhianatan istana dan parlemen terhadap kepentingan rakyat.

"Pengesahaan Omnibus Law RUU Cipta Kerja merupakan puncak pengkhianatan negara terhadap hak buruh, petani, masyarakat adat, perempuan, dan lingkungan hidup serta generasi mendatang," kata Nur saat dikonfirmasi, Selasa (6/10).

Nur mengatakan penolakan RUU sapu jagat tersebut disuarakan oleh berbagai elemen rakyat seperti organisasi buruh, petani, nelayan, akademisi, pegiat lingkungan, hingga organisasi keagamaan. Namun adanya penolakan tersebut tidak menghambat DPR dan pemerintah terus untuk terus memuluskan RUU Cipta Kerja.

"Massifnya gelombang penolakan rakyat selama proses pembahasan RUU Cipta Kerja seharusnya membuat Presiden, DPR hingga DPD membatalkan proses pembahasan, bukan malah bersepakat dan mengesahkan RUU Cipta Kerja," ujarnya.

Nur menambahkan, pengesahaan RUU Cipta Kerja menjadi cermin kemunduran demokrasi yang akan membawa rakyat dan lingkungan hidup pada keadaan yang bahaya. Ia juga menilai, pengesahan RUU tersebut merupakan tindakan inkonstitusional.

"Hal ini yang membuat kami menyatakan mosi tidak percaya kepada Presiden, DPR dan DPD RI. Satu-satunya cara menarik kembali mosi tidak percaya yang kami nyatakan ini hanya dengan cara Negara secara sukarela membatalkan pengesahan RUU Cipta Kerja," imbuh Nur Hidayati.

Dalam pernyataannya Walhi menyatakan mosi tidak percaya dan mengambil sikap mengecam pengesahan RUU Cipta Kerja. Walhi menyatakan pengesahan RUU Cipta Kerja merupakan tindakan inkonstitusional dan tidak demokratis yang harus dilawan dengan sehebat-hebatnya.

Nur menambahkan, Walhi menyatakan pengesahaan RUU Cipta Kerja merupakan persekongkolan jahat proses legislasi yang abai pada kepentingan hak asasi manusia dan lingkungan hidup. Walhi menyatakan pengesahaan RUU Cipta Kerja merupakan bentuk keberpihakan negara pada ekonomi kapitalistik yang akan memperparah kemiskinan dan hilangnya hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat.

"Mengajak seluruh elemen rakyat untuk menyatukan barisan menolak serta mendorong pembatalan RUU Cipta Kerja," ajaknya.

Foto: Direktur Eksekutif Nasional Walhi, Nur Hidayati

Sumber: Republika.Co.Id

Postingan populer dari blog ini

Pernyataan Sikap FPI, GNPF, PA 212 Dan HRS Center Tentang Penolakan UU Ciptaker

Jum'at, 9 Oktober 2020
Faktakini.net
PERNYATAAN SIKAP BERSAMA  FPI, GNPF ULAMA, PA 212 DAN HRS CENTER TENTANG PENOLAKAN TERHADAP UU CIPTA KERJA 
Mencermati perkembangan politik hukum yang semakin menjauh dari tujuan dan cita-cita nasional sebagaimana diamanatkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar Negara Republik  Indonesia Tahun 1945. Kebijakan penyelenggaraan negara telah menegasikan prinsip kedaulatan  rakyat dan paham negara kesejahteraan (welfare state) dengan mengutamakan kepentingan oligarki kapitalis.
Rezim lebih mengutamakan kepentingan geopolitik Republik Rakyat China (RRC), dengan tetap  mendatangkan TKA yang berpaham Komunis. Tetap menggelar Pilkada ditengah ancaman pandemi Covid-19 demi politik dinasti (feodalisme). Di sisi lain, tindakan penyalahgunaan  kekuasaan (abuse of power), persekusi, intimidasi dan kriminalisasi masih terus berlangsung.  Seiring dengan itu, rezim mengajukan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law)  yang kini telah disahkan menjadi undan…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Video Langka NBC Tahun 1967: Inilah Orang-Orang PKI Pembunuh Para Jendral!

Sabtu, 26 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Dalam laporan khusus NBC News (media Amerika Serikat) tahun 1967 ini, koresponden Ted Yates meliput perjuangan politik, sosial dan ekonomi Indonesia, satu dari negara Asia Tenggara yang baru saja mengalami upaya kudeta. Film Dokumenter ini merupakan satu bagian dari trilogi yang diproduksi oleh Yates.

Klik video: