Langsung ke konten utama

Featured Post

Polri Abuse Of Power Dalam Menangani Kasus Gus Nur?

Senin, 26 Oktober 2020Faktakini.net*POLRI ABUSE OF POWER DALAM MENANGANI KASUS GUS NUR ?*_[Catatan Pengantar Diskusi Cangkru'an Cak Slamet]_Oleh : *Ahmad Khozinudin, S.H.*Advokat, Aktivis Pejuang KhilafahSebelum menyimpulkan, apakah ada tindakan abuse of power (penyalahgunaan wewenang) yang dilakukan Penyidik Ditsiber Polri dalam perkara Gus Nur, ada baiknya kita awali pembahasan dengan membuat batasan (definisi) tentang menyalahgunakan wewenang. Jika definisi tentang penyalahgunaan wewenang terpenuhi, maka sah dan meyakinkan bagi publik berkesimpulan Polri telah melakukan abuse of power dalam menangani perkara Gus Nur.Menyalahgunakan wewenang didefinisikan sebagai tindakan yang dilakukan tanpa wewenang, menggunakan wewenang bukan untuk peruntukannya, atau melakukan tindakan yang melampuai batas kewenangannya atau menjalankan wewenang secara tebang pilih, tidak equal dan mencederai asas praduga tidak bersalah. Berdasarkan definisi tersebut, tindakan abuse of power bisa terjadi dal…

(Video) Habib Bahar Menang, Ribuan Massa Pekikkan 'Allahu Akbar' Di PTUN Bandung

 







Senin, 12 Oktober 2020

Faktakini.net, Jakarta - Kalimat takbir 'Allahu Akbar' langsung bergema di PTUN Bandung dan sekitarnya, dipekikkan oleh ribuan umat yang hadir begitu mendengar  Habib Bahar bin Ali bin Smith sang mujahid kecintaan  umat Islam dinyatakan menang gugatan sehingga berarti beliau telah bebas dan segera pulang ke rumah. 

Pada sidang putusan sidang gugatan asimilasi Habib Bahar bin Smith pada Bapas Bogor pada hari ini, Senin (12/10/2020) Majelis Hakim PTUN Bandung menyatakan  pembatalan asimilasi Habib Bahar tidak syah, sehingga asimilasi Habib Bahar harus dikembalikan, sang mujahid telah menang dan harus pulang! Allahu Akbar!

Kepada Faktakini.net, Aziz Yanuar SH salah satu anggota tim advokasi Habib Bahar mengatakan majelis hakim pada pokoknya setelah menjabarkan putusan hampir 4 jam memutuskan bahwa pencabutan asimilasi habib bahar bin smith oleh bapas bogor alias pihak tergugat dinyatakan tidak syah dan gugatan penggugat atas pencabutan tersebut diterima oleh Majelis Hakim, sehingga Habib Bahar bin Smith harus dikembalikan asimilasinya. 

Dalam amar putusannya, hakim menyatakan surat keputusan Kepala Bapas Kelas 2 Bogor dengan nomor W11.pas.pas.33.pk.01.05.02-1987 tanggal 18 Mei 2020 yang menjadi dasar pencabutan asimilasi yang dilakukan Kalapas Cibinong dengan surat nomor W11.pas.pas.11.pk.01.04-1473 tidak sah.

"Mengadili, dalam eksepsi menolak eksepsi tergugat seluruhnya. Mengadili dalam pokok sengketa mengabulkan gugatan penggugat untuk seluruhnya," ucap Ketua Majelis PTUN Bandung Faisal Zad dalam sidang yang juga digelar secara online melalui akun YouTube PTUN Bandung.

"Mewajibkan tergugat mencabut keputusan Kepala Bapas klas 2 Bogor nomor W11.pas.pas.33.pk.01.05.02-1987 tanggal 18 Mei 2020 tentang pencabutan surat keputusan Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas 2 Bogor," kata hakim.

Team Kuasa Hukum Habib Bahar seperti Ichwan Tuankotta SH dan Aziz Yanuar SH hadir di PTUN Bandung untuk melakukan pembelaan hukum terhadap Habib Bahar di sidang ini, serta nampak pula KH Ma'sum Hasan, Habib Zaky Alaydrus, Ustadz Asep Syaripudin, para tokoh lainnya beserta massa FPI dan umat yang mengawal persidangan ini. 

Putusan majelis hakim PTUN Bandung ini membuktikan bahwa Habib Bahar adalah pihak yang benar dan telah dicurangi dan didzalimi oleh pihak yang berniat jahat terhadap beliau. 

Berikut ini pernyataan selengkapnya Aziz Yanuar SH yang diterima oleh Redaksi Faktakini.net pukul 12.50 WIB. 

Assalamu'alaikum wrwb

Alhamdulillah..alhamdulillah..alhamdulillah..Allahu akbar..Allahu akbar..Allahu akbar... 

akhirnya setelah 15 kali sidang...setelah eksepsi TERGUGAT DITOLAK MAJELIS HAKIM...akhirnya majelis hakim pada pokoknya setelah menjabarkan putusan hampir 4 jam memutuskan bahwa pencabutan asimilasi habib bahar bin smith oleh bapas bogor/tergugat DINYATAKAN TIDAK SAH DAN GUGATAN PENGGUGAT ATAS PENCABUTAN TERSEBUT DITERIMA OLEH MAJELIS HAKIM...SEHINGGA HBS HARUS DIKEMBALIKAN ASIMILASINYA... 

AKHIRNYA PENGADILAN MEMBUKTIKAN MASIH ADA HARAPAN KEADILAN DITEGAKKAN SEADIL ADILNYA DI NEGERI INI...

TAKBIR!!!!

Foto: Ichwan Tuankotta SH beserta ribuan massa yang mengawal sidang putusan Habib Bahar hari ini, Senin (12/10/2020) di PTUN Bandung.

Klik video:






Postingan populer dari blog ini

Pernyataan Sikap FPI, GNPF, PA 212 Dan HRS Center Tentang Penolakan UU Ciptaker

Jum'at, 9 Oktober 2020
Faktakini.net
PERNYATAAN SIKAP BERSAMA  FPI, GNPF ULAMA, PA 212 DAN HRS CENTER TENTANG PENOLAKAN TERHADAP UU CIPTA KERJA 
Mencermati perkembangan politik hukum yang semakin menjauh dari tujuan dan cita-cita nasional sebagaimana diamanatkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar Negara Republik  Indonesia Tahun 1945. Kebijakan penyelenggaraan negara telah menegasikan prinsip kedaulatan  rakyat dan paham negara kesejahteraan (welfare state) dengan mengutamakan kepentingan oligarki kapitalis.
Rezim lebih mengutamakan kepentingan geopolitik Republik Rakyat China (RRC), dengan tetap  mendatangkan TKA yang berpaham Komunis. Tetap menggelar Pilkada ditengah ancaman pandemi Covid-19 demi politik dinasti (feodalisme). Di sisi lain, tindakan penyalahgunaan  kekuasaan (abuse of power), persekusi, intimidasi dan kriminalisasi masih terus berlangsung.  Seiring dengan itu, rezim mengajukan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law)  yang kini telah disahkan menjadi undan…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Video Langka NBC Tahun 1967: Inilah Orang-Orang PKI Pembunuh Para Jendral!

Sabtu, 26 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Dalam laporan khusus NBC News (media Amerika Serikat) tahun 1967 ini, koresponden Ted Yates meliput perjuangan politik, sosial dan ekonomi Indonesia, satu dari negara Asia Tenggara yang baru saja mengalami upaya kudeta. Film Dokumenter ini merupakan satu bagian dari trilogi yang diproduksi oleh Yates.

Klik video: