Langsung ke konten utama

Featured Post

Telah Wafat Habib Umar bin Ali bin Umar Shahab di Palembang

Senin, 26 Oktober 2020
Faktakini.net
Innalillahi wainna ilaihi rojiun.
Telah wafat Habib Umar bin Ali bin Umar Shahab usia 50 thn,meninggal jam 13.00 wib, hari ini Senin 26 Oktober 2020.
Dimakamkan besok selasa jam 9.00 pagi di Gubah Hb Ahmad bin Syech Shahab Palembang (ponakan Umar Shahab /fuad Umar Shahab Condet) Alfatehah (SAM)


Tuntut Mundur Nuzul Rachdy Si Penuding Pesantren Bawa Limbah, Warga Kepung DPRD Kuningan




Rabu, 7 Oktober 2020

Faktakini.net, Jakarta - Ribuan massa dari berbagai elemen masyarakat Islam maupun nasionalis, betul-betul menggeruduk Gedung DPRD Kuningan, Rabu (07/10/2020). Tiba pukul 09.00, massa mendapat penjagaan ketat aparat.

Meski begitu, atas lobi korlap, massa yang semula hanya diizinkan hanya berkumpul di luar gedung, berhasil masuk di halaman. Dihadapi Badan Kehormatan (BK) DPRD Kuningan, massa tidak henti menyerukan Nuzul Rachdi turun dari kursi Ketua DPRD Kuningan.

Secara bergilir, ketua komponen masyarakat pengunjuk rasa naik ke atas mobil pick up, berorasi. Gedung rakyat pun terasa bergetar. Sebab setiap orasi menghentak. Uneg-uneg mereka atas keprihatinan, sakit hati hingga kecamatan terhadap pernyataan Nuzul Rachdi yang sudah menyudutkan santri, pondok pesantren, keluar lepas.

Diingatkan, bahwa santri adalah warisan Rosululullah SAW. Pondok pesantren harus dijaga. Bahkan harus dihidupkan, dikembangkan sebagai penjaga moral generasi muda kedepan. Jangan malah didiskriditkan sebagai pembawa wabah, limbah, apalagi disebut oleh Ketua DPRD Kuningan sebagai limbah segalanya.

“Sudah sangat menyakiti kami semua. Kami minta Nuzul Rachdi mundur dari ketua DPRD, mundur, mundur,” teriak Sekjen Laskar Merah Putih Indonesia (LMPI) Kuningan, Ujang Fahrudin, disambut teriakan “mundur” dan Allahu Akbar berpuluh kali oleh ribuan massa. 

Sejak pukul 09.00, gelombang massa terus berdatangan. Saat orasi bergilir dari berbagai elemen masyarakat berlangsung, di halaman Gedung DPRD, suara keras seperti keributan di pintu gerbang utama yang tertutup, terdengar cukup mengejutkan. Bahkan membuat suasana semakin tegang.

Ternyata, banyak massa elemen masyarakat susulan datang bergerombol, tetapi tertahan di gerbang utama. Tidak bisa masuk, karena dilarang oleh aparat. Sudah berusaha lobi, massa di luar gedung tetap tidak diperbolehkan masuk. Tersulut emosi, mereka berusaha masuk paksa. Gerbang utama, sempat hendak di dobrak.

Beruntung, beberapa korlap unjuk rasa di dalam gedung yang mendengar kegaduhan di gerbang utama segera memburu lokasi. Kemudian menenangkan massa di luar gerbang agar menahan diri. Mereka pun melobi aparat agar massa di luar bisa masuk dengan jaminan keamanan.

“Tinggal 1 jam lagi kita selesai, daripada ribut di luar, lebih baik izinkan mereka masuk. Saya jamin mereka aman,” ucap Ketua Perhimpunan Praktisi Hukum Indonesia (PPHI) Kuningan, Toto Suripto,

Lobi itupun berhasil. Massa berbondong-bondong masuk halaman gedung DPRD. Hingga halaman gedung rakyat itupun, banjir massa, yang menginginkan Nuzul Rachdi turun dari jabatannya sebagai ketua DPRD. Bukan hanya itu, mereka ingin Nuzul diproses hukum. 

Foto: Massa di dalam halaman dan luar halaman sempat bersitegang dengan aparat, unjuk rasa Ketua DPRD Kab Kuningan nyaris ricuh, Rabu (7/10/2020)

Sumber: inilahkuningan.com

Postingan populer dari blog ini

Pernyataan Sikap FPI, GNPF, PA 212 Dan HRS Center Tentang Penolakan UU Ciptaker

Jum'at, 9 Oktober 2020
Faktakini.net
PERNYATAAN SIKAP BERSAMA  FPI, GNPF ULAMA, PA 212 DAN HRS CENTER TENTANG PENOLAKAN TERHADAP UU CIPTA KERJA 
Mencermati perkembangan politik hukum yang semakin menjauh dari tujuan dan cita-cita nasional sebagaimana diamanatkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar Negara Republik  Indonesia Tahun 1945. Kebijakan penyelenggaraan negara telah menegasikan prinsip kedaulatan  rakyat dan paham negara kesejahteraan (welfare state) dengan mengutamakan kepentingan oligarki kapitalis.
Rezim lebih mengutamakan kepentingan geopolitik Republik Rakyat China (RRC), dengan tetap  mendatangkan TKA yang berpaham Komunis. Tetap menggelar Pilkada ditengah ancaman pandemi Covid-19 demi politik dinasti (feodalisme). Di sisi lain, tindakan penyalahgunaan  kekuasaan (abuse of power), persekusi, intimidasi dan kriminalisasi masih terus berlangsung.  Seiring dengan itu, rezim mengajukan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law)  yang kini telah disahkan menjadi undan…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Video Langka NBC Tahun 1967: Inilah Orang-Orang PKI Pembunuh Para Jendral!

Sabtu, 26 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Dalam laporan khusus NBC News (media Amerika Serikat) tahun 1967 ini, koresponden Ted Yates meliput perjuangan politik, sosial dan ekonomi Indonesia, satu dari negara Asia Tenggara yang baru saja mengalami upaya kudeta. Film Dokumenter ini merupakan satu bagian dari trilogi yang diproduksi oleh Yates.

Klik video: