Langsung ke konten utama

Featured Post

PKS: Masyarakat Bukan Kelinci Percobaan, Jangan Ugal-Ugalan Soal Vaksin Corona

Ahad, 25 Oktober 2020Faktakini.net, Jakarta - Wakil Ketua Fraksi PKS di DPR, Mulyanto, meminta pemerintah untuk memperhatikan aspek kehalalan dari vaksin COVID-19 agar masyarakat merasa aman dari segi keyakinan relijius mereka.Mulyanto mengatakan, jika efikasinya belum jelas, keamanannya belum meyakinkan, juga kehalalannya belum diketahui, namun vaksin COVID-19 tersebut langsung diedarkan, maka hal itu akan membuat gaduh lagi di dalam masyarakat.“Sebaiknya pemerintah stop ugal-ugalan dan jangan bikin gaduh. Masyarakat bukan kelinci percobaan,” kata Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI Bidang Industri dan Pembangunan, Mulyanto, dalam keterangannya, Sabtu, 24 Oktober 2020.Sebelumnya Mulyanto mengatakan, kebijakan, strategi dan program penanggulangan Covid haruslah berbasis riset alias evidence based approach. Tidak boleh sembarang atau sekadar perkiraan.Menurut Anggota Majelis Syuro PKS ini, tindakan yang dilakukan pemerintah harus tepat, akurat dan tidak tergesa-gesa. Sehingga mendapat peneri…

Tepis Tudingan Ketua DPRD, FPI Kuningan: Pesantren Itu Bukan Limbah Tetapi Aset Bangsa!



Senin, 5 Oktober 2020

Faktakini.net, Jakarta - Nuzul Rachdy Ketua DPRD Kabupaten Kuningan yang juga merupakan Sekretaris DPC PDIP Kuningan melontarkan ucapan yang kontroversial dalam menyikapi penyebaran wabah Covid-19 yang terjadi di Pondok Pesantren Husnul Khotimah, di Media Sosial/ Youtube saat diwawancara oleh awak media, akhirnya menuai protes warga masyarakat bahkan mereka mendesak Nurul untik mundur dari jabatannya.

 "Jangan sampai Husnul ini hanya membawa limbah, limbah wabah dan limbah segalanya......" , ujar Nurul.

Berikut ini pernyataan dari Ustadz Luqman Maulana Sekretaris DPW FPI Kuningan atas tudingan Nuzul Rachdy yang diterima oleh Redaksi Faktakini.net, Senin (5/10/2020) pukul 08.25 WIB:

*_SEKRETARIS DPC PDIP KUNINGAN KUFUR NI'MAT_*

Terkait Pernyataan Ketua DPRD Kab.Kuningan yang juga sebagai sekretaris DPC PDIP Kuningan terhadap salah satu lembaga yang menjadi sarana Syi'ar dan perjuangan islam di bidang da'wah sangat menggores Hati kalangan Pesantren/Santri,Kami dari FPI sangat menyesalkan juga mengecam pernyataan sekretaris DPC PDI P KUNINGAN yang sangat tidak layak dan pantas di ucapkan,

itu benar - benar merupakan penghinaan, pelecehan, sangat merendahkan, coba kita lihat definisi *LIMBAH* apa itu artinya...???,

Pesantren merupakan aset Bangsa & Negara dan sangat jelas kontribusinya dalam pembangunan Moral,apalagi HK yang merupakan salah satu benteng Aqidah sebagai antisipasi untuk Masyarakat supaya tidak terjerat oleh aliran sesat Ahmadiyah yang tempatnya tidak jauh dari HK,Aliran sesat, paham komunis, kemaksiatan, perjudian, pelacuran, korupsi dan kemaksiatan lainnya yang merugikan Negara jelas yang jelas-jelas merupakan limbah yang nyata,

Harusnya Zul bersyukur ada lembaga disekitar lingkungannya yang dapat menjadi wadah untuk ummat juga masyarakat agar bisa menimba ilmu agama untuk mencapai kesuksesan dunia akhirat.

(LUQMAN MAULANA,Sekretaris DPW FPI KUNINGAN)

Tidak hanya dalam kalangan pesantren tapi juga kalangan mahasiswa juga menyoroti pernyataan Nuzul Rachdy, salah satunya dari FMI (Front Mahasiswa Islam) yang mempertanyakan maksud dari pernyataan ketua dewan yang menurutnya tidak pantas dilontarkan sebagai orang yang berpendidikan apalagi sebagai wakil rakyat.

Ia selaku mahasiswa Islam sangat prihatin dan kecewa atas pernyataan ketua dewan menyatakan bahwa “jangan sampai Husnul ini hanya membawa limbah, limbah wabah dan limbah segalanya”. Itu maksudnya bagaimana? Membawa limbah wabah dan bahkan limbah segalanya?.

“Diksi segalanya itu meliputi semua yang ada, lebih janggalnya lagi beliau menggunakan diksi dengan kata “Hanya” membawa limbah”,” sebut Ketua Umum FMI Kuningan Febriansyah, Ahad (4/10/2020).

Walaupun secara isi pernyataannya itu untuk memutus rantai penyebaran covid. Tapi sebagai tokoh publik, sebagai wakil rakyat orang yang berpendidikan, ia rasa tidak pantas menggunakan diksi seperti itu apa lagi dalam keadaan seperti ini.

“Saran saya supaya tidak terjadi kegaduhan ditengah masyarakat, pak dewan agar meminta maaf dan mengklarifikasi pernyataannya kepada seluruh masyarakat khususnya kepada para alimil ‘Ulama dan para santri yang mungkin mereka lebih tersinggung dengan pernyataan Pak Zul tersebut, terlebih HK itu salah satu ponpes besar di Kuningan,” pungkasnya.

Sumber: Kuninganmass.com dan lainnya

Postingan populer dari blog ini

Pernyataan Sikap FPI, GNPF, PA 212 Dan HRS Center Tentang Penolakan UU Ciptaker

Jum'at, 9 Oktober 2020
Faktakini.net
PERNYATAAN SIKAP BERSAMA  FPI, GNPF ULAMA, PA 212 DAN HRS CENTER TENTANG PENOLAKAN TERHADAP UU CIPTA KERJA 
Mencermati perkembangan politik hukum yang semakin menjauh dari tujuan dan cita-cita nasional sebagaimana diamanatkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar Negara Republik  Indonesia Tahun 1945. Kebijakan penyelenggaraan negara telah menegasikan prinsip kedaulatan  rakyat dan paham negara kesejahteraan (welfare state) dengan mengutamakan kepentingan oligarki kapitalis.
Rezim lebih mengutamakan kepentingan geopolitik Republik Rakyat China (RRC), dengan tetap  mendatangkan TKA yang berpaham Komunis. Tetap menggelar Pilkada ditengah ancaman pandemi Covid-19 demi politik dinasti (feodalisme). Di sisi lain, tindakan penyalahgunaan  kekuasaan (abuse of power), persekusi, intimidasi dan kriminalisasi masih terus berlangsung.  Seiring dengan itu, rezim mengajukan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law)  yang kini telah disahkan menjadi undan…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Video Langka NBC Tahun 1967: Inilah Orang-Orang PKI Pembunuh Para Jendral!

Sabtu, 26 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Dalam laporan khusus NBC News (media Amerika Serikat) tahun 1967 ini, koresponden Ted Yates meliput perjuangan politik, sosial dan ekonomi Indonesia, satu dari negara Asia Tenggara yang baru saja mengalami upaya kudeta. Film Dokumenter ini merupakan satu bagian dari trilogi yang diproduksi oleh Yates.

Klik video: