Langsung ke konten utama

Featured Post

(Video) Gilas Justin Gaethje, Khabib Nurmagemedov Ucap Alhamdulillah Dan Pensiun Dengan Rekor Sempurna

Ahad, 25 Oktober 2020Faktakini.net, Jakarta - Juara Kelas Ringan UFC Khabib Nurmagomedov berhasil mengalahkan juara interim Kelas Ringan Justin Gaethje. Khabib mengalahkan Justin Gaethje lewat kuncian (submission) teknik triangle choke di babak kedua menit 1.42, hari Sabtu (24/10/2020) atau Ahad dinihari waktu Indonesia di Fight Island, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.Khabib 'The Eagle' pemegang sabuk juara kelas ringan bakal coba mempertahankan titel itu dari Justin 'The Highlight' selaku juara interm kelas ringannya.Di ronde pertama, Khabib Nurmagomedov meladeni pertarungan pertarungan stand up Justin Gaethje. Khabib melancarkan beberapa jab dan tendangan ke badan.Justin Gaethje coba menjaga jarak dengan low kicks. Beberapa pukulan hook-nya juga cukup menyulitkan Khabib.Di akhir ronde pertama, Khabib bermain gulat. Dia menekan Justin sampai ke jaring dan mencoba mendominasi, tapi cuma 40 detik tersisa dan itu tidak cukup merepotkan Justin.Di babak kedua, Khabib Nurmagomed…

Tepis Tudingan Jokowi Soal Demo Omnibus Law, Mahasiswa: Pemerintah Yang Tak Transparan!

 


Sabtu, 10 Oktober 2020

Faktakini.net, Jakarta - Mahasiswa membantah klaim Presiden Joko Widodo bahwa aksi unjuk rasa tolak Omnibus Law Undang-undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) dipicu disinformasi dan hoaks di media sosial.

Koordinator lapangan aksi dari Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Anas Abi Hamzah mengatakan aksi unjuk rasa disebabkan pemerintah tak transparan.

"Gerakan massa yang sebegitu banyak artinya ada ketidakbenaran dari pihak pemerintah dalam menyampaikan apa yang sedang dibuat, dalam hal ini UU Cipta Kerja," kata Anas saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (9/10).

Anas mengatakan minimnya transparansi dari pemerintah yang justru menimbulkan hoaks. Ia bilang pemerintah tak mampu memberikan informasi jelas terkait undang-undang tersebut.

Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) itu juga menjawab imbauan Jokowi untuk menempuh uji materi ke Mahkamah Konstitusi (MK) jika tak puas. Menurutnya, mahasiswa tak akan mengambil jalan itu dalam waktu dekat.

"Judicial review pun kita tahu siapa orang-orang yang di sana, ada orang-orang DPR juga. Itu jadi salah satu jalan yang akan ditempuh, tapi jangka panjang," ucap dia.

Anas membuka kemungkinan akan ada aksi unjuk rasa susulan. Namun ia belum bisa memastikan kapan aksi digelar. Sebab saat ini mereka sedang berupaya membebaskan demonstran yang ditangkap polisi.

Aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja yang digelar di sejumlah daerah berujung kerusuhan. Aksi diwarnai bentrokan setelah pihak kepolisian melakukan tindakan represif.

Presiden Jokowi tak berada di Istana Kepresidenan saat demo mengepung Jakarta. Ia baru memberi keterangan sore ini dan menuding aksi dipicu hoaks.

"Saya melihat adanya unjuk rasa penolakan Undang-Undang Cipta Kerja dilatarbelakangi disinformasi substansi info dan hoaks media sosial," ujar Jokowi, Jumat (9/10) petang.

Foto: Salah satu aksi tolak UU Ciptaker di Jakarta, Kamis (8/10/2020) 

Sumber: cnnindonesia.com


Postingan populer dari blog ini

Pernyataan Sikap FPI, GNPF, PA 212 Dan HRS Center Tentang Penolakan UU Ciptaker

Jum'at, 9 Oktober 2020
Faktakini.net
PERNYATAAN SIKAP BERSAMA  FPI, GNPF ULAMA, PA 212 DAN HRS CENTER TENTANG PENOLAKAN TERHADAP UU CIPTA KERJA 
Mencermati perkembangan politik hukum yang semakin menjauh dari tujuan dan cita-cita nasional sebagaimana diamanatkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar Negara Republik  Indonesia Tahun 1945. Kebijakan penyelenggaraan negara telah menegasikan prinsip kedaulatan  rakyat dan paham negara kesejahteraan (welfare state) dengan mengutamakan kepentingan oligarki kapitalis.
Rezim lebih mengutamakan kepentingan geopolitik Republik Rakyat China (RRC), dengan tetap  mendatangkan TKA yang berpaham Komunis. Tetap menggelar Pilkada ditengah ancaman pandemi Covid-19 demi politik dinasti (feodalisme). Di sisi lain, tindakan penyalahgunaan  kekuasaan (abuse of power), persekusi, intimidasi dan kriminalisasi masih terus berlangsung.  Seiring dengan itu, rezim mengajukan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law)  yang kini telah disahkan menjadi undan…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Video Langka NBC Tahun 1967: Inilah Orang-Orang PKI Pembunuh Para Jendral!

Sabtu, 26 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Dalam laporan khusus NBC News (media Amerika Serikat) tahun 1967 ini, koresponden Ted Yates meliput perjuangan politik, sosial dan ekonomi Indonesia, satu dari negara Asia Tenggara yang baru saja mengalami upaya kudeta. Film Dokumenter ini merupakan satu bagian dari trilogi yang diproduksi oleh Yates.

Klik video: