Langsung ke konten utama

Featured Post

Sidang Perdana Darmawan Penista Agama Islam Di PN Bandung, Hakim Diminta Hukum Berat Darmawan

Ahad, 25 Oktober 2020Faktakini.net, Jakarta - Kasus penistaan ajaran Islam yang dilakukan oleh Ir Darmawan yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polrestabes Bandung memulai babak baru. Pengadilan Negeri Kota Bandung mulai melakukan persidangan kasusnya pada Kamis (22/10/2020).Dalam persidangan perdana tersebut agendanya menghadirkan Ustaz Muhammad Roinul Balad sebagai pelapor dan Kanighia Ramadhansyah serta Muhammad Ahsan sebagai saksi. Oleh Majelis Hakim ketiganya dimintai keterangan terkait pelaporan terhadap Darmawan pada bulan Agustus 2020 yang lalu.Dalam menjawab pertanyaan Eri Irawan SH selaku Hakim Ketua terkait alasan pelaporannya, Roinul Balad menerangkan bahwa perbuatan terdakwa (Ir. Darmawan) dengan membuat konten video yang berjudul “mengorbankan hewan tidak berdosa” serta “buang Islam dari Indonesia” sangat melukai dan menyinggung perasaan Islam di Indonesia.“Sebenarnya bukan hanya dua video itu saja melainkan ada banyak, setidaknya saya sendiri sudah menonton dela…

Sabar Bang Anies, Ferdinand Hutahaean Itu Sedang Cari Posisi


Sabtu, 3 Oktober 2020

Faktakini.net

Sabar Bang Anies, Ferdinand Hutahaean Itu Sedang Cari Posisi

By Asyari Usman

Di musim susah pekerjaan ini, salah satu cara yang manjur untuk mendapatkan posisi adalah dengan cara mencaki maki Gubernur Anies Baswedan. Apalagi caci makinya radikal seperti yang ditunjukkan oleh Ferdinand Hutahaean –politisi Partai Demokrat (PD). Bakal lebih manjur lagi.

Dia mengatakan, belum lama ini, bahwa warga Jakarta bernasib sial dipimpin oleh Anies Baswedan. Dia katakan, kebijakan Anies tak jelas dalam hal mengatasi wabah Corona.

Sebenarnya, terlalu mewah untuk memberikan ruang kepada Ferdinand di linimasa saya yang bernilai mahal ini. Haha. Tapi, karena si politisi Demokrat itu tampaknya sudah gelisah mundar-mandir tanpa posisi, maka saya berikan jugalah kemewahan ‘timeline’ (wall) saya ini. Tidak apa-apalah. Kasihan. Siapa tahu bisa membantu Ferdinand mendapatkan ‘job’ yang diinginkannya.

Tampaknya, Ferdinand sudah lelah fisik dan mental berkeliaran tanpa kejelasan masa depan. Di partainya dia sudah lama diabaikan. Kalau Bung Anies ‘kan sudah sangat jelas ke mana beliau akan melangkah selanjutnya. Sementara Ferdinand luntang-lantung terus tanpa prospek.

Saya kurang tahu bagaimana cara menyampaikan permintaan kepada rezim agar memberikan hadiah kepada politisi yang suka ngawur dan sering tak stabil itu. Mestinya adalah job yang bisa dikasihkan ke dia. Entah itu jabatan komisaris atau posisi lain di tim buzzer, misalnya. Yakinlah, dia akan makin keras menggonggong kalau sudah ada posisi puluhan juta per bulan. Potensial sekali beliau ini.

Ada enggak yang punya nomor kontak kordinator buzzeRp? Kalau ada, tolonglah tuliskan di kolom komentar di bawah dengan mencolek (tagging) akun twitter @FerdinandHaean3. Supaya beliau bisa berhubungan langsung ke apalah namanya: Kakak Pembina, Korlap, atau ketua tim, or whatever it’s.

Soalnya, Ferdinand kelihatannya sudah siap membuzzeRp. Sekalian untuk memperkuat tim cuap-cuap penguasa. Sama-sama bagus bagi kedua pihak. Barisan buzzer penguasa semakin kuat, sementara Ferdinand bisa tenang hidupnya. Hehe.

Untuk Goodbener Anies Baswedan, bersabar sajalah terus. Ferdinand masih akan teriak-teriak dengan cacian dan makian ekstrem. Dia sedang mencari perhatian. Dan bersiap-siap saja Anda, Pak Gub, melihat politisi Demokrat itu menjadi semakin ganas setelah masuk ke sana.[]

3 Oktober 2020
(Penulis waratwan senior)

Postingan populer dari blog ini

Pernyataan Sikap FPI, GNPF, PA 212 Dan HRS Center Tentang Penolakan UU Ciptaker

Jum'at, 9 Oktober 2020
Faktakini.net
PERNYATAAN SIKAP BERSAMA  FPI, GNPF ULAMA, PA 212 DAN HRS CENTER TENTANG PENOLAKAN TERHADAP UU CIPTA KERJA 
Mencermati perkembangan politik hukum yang semakin menjauh dari tujuan dan cita-cita nasional sebagaimana diamanatkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar Negara Republik  Indonesia Tahun 1945. Kebijakan penyelenggaraan negara telah menegasikan prinsip kedaulatan  rakyat dan paham negara kesejahteraan (welfare state) dengan mengutamakan kepentingan oligarki kapitalis.
Rezim lebih mengutamakan kepentingan geopolitik Republik Rakyat China (RRC), dengan tetap  mendatangkan TKA yang berpaham Komunis. Tetap menggelar Pilkada ditengah ancaman pandemi Covid-19 demi politik dinasti (feodalisme). Di sisi lain, tindakan penyalahgunaan  kekuasaan (abuse of power), persekusi, intimidasi dan kriminalisasi masih terus berlangsung.  Seiring dengan itu, rezim mengajukan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law)  yang kini telah disahkan menjadi undan…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Video Langka NBC Tahun 1967: Inilah Orang-Orang PKI Pembunuh Para Jendral!

Sabtu, 26 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Dalam laporan khusus NBC News (media Amerika Serikat) tahun 1967 ini, koresponden Ted Yates meliput perjuangan politik, sosial dan ekonomi Indonesia, satu dari negara Asia Tenggara yang baru saja mengalami upaya kudeta. Film Dokumenter ini merupakan satu bagian dari trilogi yang diproduksi oleh Yates.

Klik video: