Langsung ke konten utama

Featured Post

Ribuan Umat Hadiri Acara Maulid Nabi Dan Peringatan Hari Santri Di Pabuaran Sukabumi

Kamis, 22 Oktober 2020
Faktakini.net, Jakarta - Pada hari Kamis (22/10/2020) malam, berlangsung acara Maulid Nabi Muhammad SAW dan Memperingati Hari Santribdi Lapangan Puncak Tugu,  Kec.Pabuaran, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.  
Dalam kegiatan yang dikawal oleh Laskar FPI Kabupaten Sukabumi ini, hadir para Ulama, Habaib dan Tokoh Masyarakat setempat beserta ribuan warga masyarakat. 
Ketua Bidang Organisasi DTN PA 212, KH Abdul Qohar Al-Qudsyi. Lc turut hadir dalam acara ini dan memberikan ceramahnya. Kyai Qohar mengajak umat Islam untuk bersatu dan istiqomah di bawah komando Imam Besar Habib Rizieq Shihab.
Saat Kyai Qohar sedang memberikan ceramahnya, Tiba-tiba listrik mati, entah kenapa. Para jamaah pun sempat bertanya-tanya apakah kejadian ini alami ataukah ada sabotase pihak tertentu.
Namun alhamdulillah hal ini tidak mengurangi semangat para hadirin bahkan ribuah jamaah bersholawat bersama-sama, dan kemudian listrik bisa dinyalakan kembali dengan menggunakan genset.



Klik video:




Rabithah Alawiyah Mempawah Kalbar Terbentuk, Tantangan Utama: Penyusup Habib Palsu

 





Senin, 12 Oktober 2020

Faktakini.net, Jakarta - Hari Ahad, 11 Oktober 2020 di Sui. Bakau Kecil diadakan tasyakuran atas terbentuknya DPC Rabithah Alawiyah Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat. 

Acara diadakan di kediaman Syarif Usman bin Abu Bakar al-Qadri selaku Ketua DPC Rabithah Alawiyah yang diisi dengan diskusi tentang penataan organisasi dan pemetaan masalah yang menjadi tantangan dan hambatan. 

Selaku pembicara dalam acara adalah Syarif Abdussalam Alwi al-Hinduan sebagai sekretais Dewan Syuro DPP Rabithah Alawiyah. 

Penguatan jati diri asyraf sebagai penerus keteladanan Nabi saw yang perlu diorganisasikan secara professional menjadi tema utama pembicaraan. 

Ia mengatakan “Kita harus mengetahui kedudukan kita yang didasari dengan kesadaran sebagai amanat yang ditaqdirkan Allah swt untuk memberikan yang terbaik kepada masyarakat”.

Menurutnya generasi terdahulu dari kalangan asyraf telah membuktikannya, baik dalam islamisasi maupun perjuangan pembentukan negara bangsa. Ini harus kita lanjutkan”. 

Kegiatan diskusi disempurnakan dengan presentasi ketua Rabithah Pontianak Sy. Abdulmujib Ali al-Haddad tentang rancangan struktur kepengurusannya. Struktur itu dapat diadopsi dan dikembangkan di Mempawah. 

Acara tasyakuran yang diisi dengan diskusi itu diharapkan Sy. Usman mampu menghadirkan semangat bagi masyarakat asyraf untuk mensukseskan Rabithah Alawiyah Mempawah yang baru terbentuk.

Sementara, Sy. Usman berharap Rabithah dapat menjadi rumah yang menyatukan semuanya dan menjadi tempat bagi penguatan jati diri sebagai asyraf. 

Katanya “Kita akan mempererat tali silaturahmi antara keluarga yang tersebar di pelosok Mempawah. Selanjutnya, kita akan memperkuat jati diri sebagai keturunan asyraf”. 

Ia mengaku akan banyak menemui masalah dalam memimpin organisasi terutama terkait dengan pemalsuan nasab. Kasus tersebut sering merugikan nama keluarga karena sering diikuti tindakan-tindakan tidak terpuji. 

Ia mengatakan “Di saat ini, sudah banyak oknum penyusup yang mengaku sebagai syarif, tanpa dalil pembenaran yang diakui, mereka itu dapat merusak nama baik keluarga asyraf. Hadirnya Rabithah di Mempawah sepakat akan menghentikan perbuatan mereka”. 

Di ke depannya, ia berharap Rabithah Alawiyah dapat menyelesaikan masalah-masalah tersebut.

Hadir dalam acara itu seratusan tamu undangan yang meliputi ustadz, tokoh masyarakat, dan perwakilan daerah keluarga syarif se-Kabupaten Mempawah. 

Sejumlah tamu undangan dari Pontianak yang sebelumnya menjadi pengurus Rabithah Pontianak turut hadir dalam acara tersebut. 

Usman Mahmud al-Aydrus dan Shahrizal Salim ba-Abud yang hadir dalam acara itu memberikan dukungan penuh kepada Mempawah. 

Katanya "Kite syarif Pontianak siap dukung untuk sukses Rabithah Alawiyah Mempawah”. Sementara, keluarga syarif Mempawah sepakat bersatu untuk memastikan eksistensi Rabithah di wilayahnya. 

Rabithah Alawiyah bagi mereka adalah rumah baru yang diharapkan memberikan tuntunan dan perlindungan dari pelbagai masalah bagi seluruh masyarakat muslim, tidak terbatas bagi keluarga asyraf.

Foto: kiri: Sy. Alwi bin Hasan Al-Bayti, Sy. Usman bin Abubakar Al-Qadri, Sy. Abdillah bin Abubakar Al-Qadri

Sumber: Berite.net

Postingan populer dari blog ini

Pernyataan Sikap FPI, GNPF, PA 212 Dan HRS Center Tentang Penolakan UU Ciptaker

Jum'at, 9 Oktober 2020
Faktakini.net
PERNYATAAN SIKAP BERSAMA  FPI, GNPF ULAMA, PA 212 DAN HRS CENTER TENTANG PENOLAKAN TERHADAP UU CIPTA KERJA 
Mencermati perkembangan politik hukum yang semakin menjauh dari tujuan dan cita-cita nasional sebagaimana diamanatkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar Negara Republik  Indonesia Tahun 1945. Kebijakan penyelenggaraan negara telah menegasikan prinsip kedaulatan  rakyat dan paham negara kesejahteraan (welfare state) dengan mengutamakan kepentingan oligarki kapitalis.
Rezim lebih mengutamakan kepentingan geopolitik Republik Rakyat China (RRC), dengan tetap  mendatangkan TKA yang berpaham Komunis. Tetap menggelar Pilkada ditengah ancaman pandemi Covid-19 demi politik dinasti (feodalisme). Di sisi lain, tindakan penyalahgunaan  kekuasaan (abuse of power), persekusi, intimidasi dan kriminalisasi masih terus berlangsung.  Seiring dengan itu, rezim mengajukan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law)  yang kini telah disahkan menjadi undan…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Video Langka NBC Tahun 1967: Inilah Orang-Orang PKI Pembunuh Para Jendral!

Sabtu, 26 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Dalam laporan khusus NBC News (media Amerika Serikat) tahun 1967 ini, koresponden Ted Yates meliput perjuangan politik, sosial dan ekonomi Indonesia, satu dari negara Asia Tenggara yang baru saja mengalami upaya kudeta. Film Dokumenter ini merupakan satu bagian dari trilogi yang diproduksi oleh Yates.

Klik video: