Langsung ke konten utama

Featured Post

DPC FPI Balapulang Tegal Ajari Para Bocah Muslim Baca Tulis Al-Qur'an

Jum'at, 30 Oktober 2020Faktakini.net, Jakarta - Habib Hasan Baraqbah selaku ketua tanfidzi DPC FPI Balapulang, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah membuat gebrakan program Pendidikan Gratis yaitu Pembelajaran Baca Tulis Al Quran bagi anak-anak disekitar Balapulang. Dengan dipandu dan dibimbing langsung oleh Al Ustadz Drs. Ali Murtopo selaku pengajar, program tersebut disambut positif oleh wali didik dan akan selalu mendukung Program-program FPI DPC Balapulang, Kab Tegal. Disela-sela acara ada anak didik yang bercerita, Sayyid Wildan namanya, bahwa dia merasa senang karena dapat mengikuti kegiatan belajar Al Quran di markaz DPC FPI Balapulang, Kab. Tegal. Harapan dari Pimpinan Cabang FPI Balapulang program kerja ini dapat disambut masyarakat agar semakin semarak karena Gratis. Dalam kegiatan tersebut juga sekaligus kegiatan Ta'lim rutinan mingguan untuk membina jiwa keislaman mulai dari materi bab wudhu, sholat dan akhlaq serta tarikh islam. "Dengan semangat revolusi akhlaq, …

Pesan Tersirat Dari Gangguan Massa Liar Terhadap Para Peziarah Pahlawan Revolusi Di TMP Kalibata




Kamis, 1 Oktober 2020

Faktakini.net

*PESAN TERSIRAT DARI INSIDEN TMP KALIBATA ;*

(Dalam memperingati tragedi kebiadaban G/30/S/PKI)

Oleh : Anton Permana
(Komite Kajian Strategis KAMI)

Kegiatan ziarah Purnawirawan Pengawal Kedaulatan Negara (PPKN) hari ini dalam rangka memperingati tragedi kebiadaban G/30/S/PKI, di TMP Kalibata dimana tempat makam Pahlawan Revolusi Jendral Anumerta Ahmad Yani yang menjadi salah satu korban kebiadaban PKI pada tahun 1965.

PPKN itu pagayuban atau organisasi para Pati, Pamen, Pama, Bintara bahkan tamtama yang anggotanya ribuan di seluruh nusantara.

Kenapa ziarah ini penting di adakan? Karena sebagai bangsa yg besar jangan pernah melupakan sejarah kelam agar sejarah buruk kudeta dan pengkhianatan PKI ini tidak terulang kembali.

Tujuannya adalah ; Sebagai inspirasi, motivasi, sugesti, atas segala jasa pengorbanan para pahlawan dan pejuang terdahulu yang dikubur sebagai syuhada dan pahlawan bangsa.

Semangat dan motivasi dari ziarah ini juga memberikan sinyal kepada seluruh anak bangsa, bahwasanya sebagai Prajurit sapta marga tak akan pernah rela membiarkan kedaulatan dan ideologi negara diganggu dan dirongrong oleh kelompok politik tertentu.

Sebagai prajurit dan tentara yang hidup dan matinya sudah didedikasikan buat negara. Setiap saat, selagi masih ada nafas di badan, siap bertempur kapanpun mengenakan helm, sepatu, baju loreng dan senjatanya kembali demi menyelamatkan bangsa ini dari kehancuran.

Kenapa ini perlu di tegaskan, karena sudah secara terang benderang ada upaya sistematis untuk mengganti Pancasila menjadi Eka Sila. Dimana semua ini disinyalir, tidak lebih dari bentuk nyata kembali bangkitnya gerakan neo komunis atau neo-PKI di bumi Pancasila.

Untuk itulah PPKN juga dengan tegas menyatakan akan mendukung penuh gerakan yang dilakukan oleh KAMI (Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia) dalam melawan kebangkitan neo komunis, dan membela Pancasila demi keutuhan NKRI ke depan.

Selanjutnya, PPKN juga memberikan pesan bahwa, setiap prajurit tentara yang telah disumpah atas nama Tuhan Yang Maha Esa untuk setia kepada Pancasila dan UUD 1945 harus diwujudkan dalam sikap yang nyata. Tidak ambigu, tidak ragu-ragu yang akhirnya justru tunduk dan masuk dalam perangkap politik kekuasaan sekelompok orang. Jangan sampai
jadi pengkhianat bangsa.

Secara umum kegiatan berjalan sukses. Meskipun mendapat gangguan dari para pendemo yang disinyalir digerakkan oleh kekuatan besar. Karena tak ada satupun petugas yang "berani" menyentuh mereka berorasi dan membuat provokasi.

Dan para purnawirawan tentu sangat menyayangkan hal ini, karena kegiatan PPKN adalah ziarah terpimpin (tradisi militer) dalam memperingati G 30 S PKI, tetapi dikotori oleh demonstrasi dan provokasi gerombolan kebal hukum. Yang bebas berorasi dan berteriak selama berjam-jam dengan speaker besar.

Sangat berbeda perlakuannya terhadap peserta ziarah purnawirawan TNI. Yang semua diataur, dibatasi, bahkan untuk berbicara sepatah katapun tidak diperbolehkan.

Sampai terjadi insiden "persekusi" terhadap ketua PPKN Letjend Purn Mar Suharto yang diserobot oleh Dandim agar berhenti berbicara. Sangat tidak sopan sekali.

Seorang kolonel "tega" mempersekusi purnawirawan bintang tiga marinir seniornya. Langka ini terjadi dalam dunia tentara.

Beruntung para purnawirawan sabar dan memahami bahwa sang kolonel hanya melaksanakan perintah atasannya. Dan tentu sebagai purnawirawan perwira tinggi TNI tak mau terpancing untuk diadu domba dengan para juniornya yang menggunakan alasan covid-19.

Mereka  berupaya kuat menggembosi kegiatan PPKN dengan berbagai alasan dan aturan. Dengan hanya membatasi 30 orang untuk masuk kedalam makam Pahlawan. Padahal masih ada ratusan lagi para purnawirawan yang ingin sekali berdoa, tabur bunga buat para senior dan pendahulunya sesama prajurit TNI.

Artinya, dengan kejadian ini dapat disimpulkan bahwa yang tidak suka dengan kegiatan ziarah purnawirawan TNI ini tentu otomatis pasti dari kelompok neo PKI. Walaupun mereka berkamuflase memakai baju lain. Atau menggunakan tangan orang lain dan kekuasaan.

Untuk itulah, kemudian para purnawirawan ini menghimbau kepada seluruh anak bangsa, khususnya keluarga besar TNI agar tetap setia kepada Pancasila dan UUD 1945 yang asli. Dan SIAGA SATU atas kembali bangkitnya neo-PKI !

Mendahulukan kepentingan negara diatas kepentingan pribadi jabatan. Jangan pernah jadi pengkhianat. Jangan pernah jadi penjilat. Karena ada masanya nanti roda berputar musim berganti. Masa pensiun pasti datang. Dan apapun pangkat dan jabatannya pasti akan kembali menjadi rakyat sipil biasa.
Jangan pernah lengah, jangan pernah lupa, dan jangan coba-coba khianati negara dan rakyat. Pasti kualat.

****

Hadir dalam kegiatan PPKN ini lengkap para mantan kepala staf tiga matra yaitu ; mantan KSAL diwakili Laksmana TNI Purn Slamet Subianto. Mantan KSAU Marsekal TNI Purn Imam Sufaat. Dan mantan KSAD serta mantan Panglima TNI, Jendral TNI Purn Gatot Nurmantio.

Tidak hanya itu, hadir sebagai pemarkasa kegiatan ketua PPKN Bapak Letjen TNI Purn Mar Suharto, mantan Danjen Koppasus Mayjend TNI Purn Sunarko, Mayjend TNI Purn Herros, Mayjen TNI Purn Lodewijk Pusung mantan Pangdam I BB dan Assop Panglima TNI. Banyak lagi para pensiunan PATI, Pamen, Pama, Bintara, dan tamtama dari tiga matra. Baik Koppasus TNI AD, marinir TNI AL, dan Kostrad.

Suasana semakin kompak dan meriah karena berjejer para pasukan loreng baret merah, baret jingga, baret hijau, dari Ormas FKPPI, Ormas Bang Japar (Jawara), FPI, BAT-FPI, PPM, barisan emak-emak militan yang begitu hangat dan kompak.

Sempat terjadi upaya provokasi dari pendemo yang mencoba menggagalkan kegiatan. Tapi setelah kegiatan selesai, berhasil di pukul mundur hingga pendemo yang kebal hukum tadi lari terbirit-birit dikejar oleh gabungan pasukan dan satgas baik dari FKKBM (baret merah), FPI, FKPPI, PPM, dan jawara.

Kejadian di TMP Kalibata hari ini adalah bentuk nyata prilaku penguasa yang semakin otoriter, anti kritik, super paranoid, dan sangat tidak menghormati lagi para mantan prajurit TNI yang telah berjasa terhadap negeri ini. Sampai untuk ziarah makampun mereka dihalang-halangi. Terlalu !

Semoga di kemudian hari perlakuan seperti ini tidak terjadi lagi. Karena bisa-bisa akan merusak keutuhan NKRI. Dan bisa memancing konflik horizontal. Karena kebebasan rakyat yang sudah dijamin konstitusi terus dibelenggu dan diintimidasi secara arogan, pasti akan melahirkan sebuah perlawanan.
Tetap waspada!
Salam Indonesia Jaya.

Jakarta, 30 September 2020.

Postingan populer dari blog ini

Pernyataan Sikap FPI, GNPF, PA 212 Dan HRS Center Tentang Penolakan UU Ciptaker

Jum'at, 9 Oktober 2020
Faktakini.net
PERNYATAAN SIKAP BERSAMA  FPI, GNPF ULAMA, PA 212 DAN HRS CENTER TENTANG PENOLAKAN TERHADAP UU CIPTA KERJA 
Mencermati perkembangan politik hukum yang semakin menjauh dari tujuan dan cita-cita nasional sebagaimana diamanatkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar Negara Republik  Indonesia Tahun 1945. Kebijakan penyelenggaraan negara telah menegasikan prinsip kedaulatan  rakyat dan paham negara kesejahteraan (welfare state) dengan mengutamakan kepentingan oligarki kapitalis.
Rezim lebih mengutamakan kepentingan geopolitik Republik Rakyat China (RRC), dengan tetap  mendatangkan TKA yang berpaham Komunis. Tetap menggelar Pilkada ditengah ancaman pandemi Covid-19 demi politik dinasti (feodalisme). Di sisi lain, tindakan penyalahgunaan  kekuasaan (abuse of power), persekusi, intimidasi dan kriminalisasi masih terus berlangsung.  Seiring dengan itu, rezim mengajukan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law)  yang kini telah disahkan menjadi undan…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Video Langka NBC Tahun 1967: Inilah Orang-Orang PKI Pembunuh Para Jendral!

Sabtu, 26 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Dalam laporan khusus NBC News (media Amerika Serikat) tahun 1967 ini, koresponden Ted Yates meliput perjuangan politik, sosial dan ekonomi Indonesia, satu dari negara Asia Tenggara yang baru saja mengalami upaya kudeta. Film Dokumenter ini merupakan satu bagian dari trilogi yang diproduksi oleh Yates.

Klik video: