Langsung ke konten utama

Featured Post

Bapas Bogor Banding Kasus Habib Bahar, Ustadz Novel: Ambisi Untuk Kriminalisasi Ulama

Jum'at, 23 Oktober 2020Faktakini.net, Jakarta - Balai Pemasyarakatan (Bapas) Bogor telah resmi mengajukan banding atas putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung yang memenangkan penceramah kondang, Habib Bahar Bin Smith soal surat keputusan pencabutan asimilasi.Upaya banding itu pun direspon oleh Wakil Sekjen (Wasekjen) Persaudaraan Alumni (PA) 212, Ustadz Novel Bamukmin yang menilai bahwa Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), khususnya Bapas Bogor, masih berambisi untuk mengkriminalisasi ulama."Selaku Wasekjen PA 212 tentunya prihatin terhadap Kemenkumham khususnya Bapas Bogor masih berambisi untuk mengkriminalisasi ulama," ujar Ustadz Novel Bamukmin kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (21/10).Ustad Novel mengaku tidak heran karena Kemenkumham, khususnya Bapas Bogor, merupakan kepanjangan tangan dari pemimpin yang dianggapnya tidak bersahabat dengan ulama yang tegas dan istiqomah."Malah para pelaku kejahatan atau residivis juga para koruptor dan pe…

Pernyataan Pers FPI Aceh Menolak UU Ciptaker (Omnibus Law)

 




Jum'at, 9 Oktober 2020

Faktakini.net

Relise

FPI Aceh menolak RUU / UU OMNIBUS lAW cipta kerja, dari namanya saja  RUU tersebut sudah nampak ingin mengelabui rakyat banyak , masak undang undang negara kita negara indonesia harus pakek bahasa orang padahal kita punya bahasa yg diatur oleh undang undang yaitu bahasa indonesia, tapi ini segaja dipakai bahasa asing agar rakyat banyak tak paham. 

Kami juga mendesak DPR RI tidak mengesahkan undang undang yang mendhalimi dan merugikan rakyat, rakyat telah wakilkan anda untuk memperjuangkan aspirasi rakyat bukan untk memeras rakyat, rakyat sudah cukup menderita bagaikan hidup ditangan penjajah, rakyat belum memperoleh kemerdekaan maka DPR perlu memperjuangkan kemerdekaan bagi rakyat. Para elit politik jangan menjadi pembela cukong dan para penjajah ekonomi dan para benalu bangsa, karna anda akan diminta pertanggung jawaban di akhirat. 

Kami juga mengharapkan Khususnya DPR RI utusan rakyat Aceh jangan jadi pengkhinat bagi amanah rakyat, jangan pernah membantu kepentingan penjajah karena anda dilahirkan dari rahim ibu yang dilahirkan oleh nenek moyang pahlawan yang benci kepada penjajah, jangan sampai nenek moyangmu pejuang tapi anda jadi pengkhinat, kami atas nama rakyat Aceh malu punya wakil dari Aceh yang tak memihak kepada rakyat kecil , malu punya wakil yang membela kepentingan penjajah. Maka sekali lagi kami harapkan kepada wakil rakyat dari Aceh untuk maju di barisan terdapan membela hak rakyat kecil karna kami yakin anda masih dititipkan iman kepada hari akhir maka anda akan diminta pertanggung jawaban, kami yakin anda bukan komunis dan bukan keturunan PKI maka buktikan anda adalah adalah keturunan bangsa yg terhormat dilahirkan oleh ibu ibu yang terhormat yang tak mau bangsa ini dijajah. 

Jika anda memihak kepada musuh maka nama anda akan kami catat sebagai pengkhinat rakyat dan jangan lagi mencari dukungan rakyat dimasa yang akan datang, dan kami FPI akan jadikan anda sebagai musuh kami jika anda tidak bertaubat.

Dan juga kami desak Presiden Jokowi untuk jangan pernah membiarkan rakyat indonesia tertindas dan dijadikan sapi perahan , jangan biarkan rakyat dan anak bangsa di bantai dan diinjak injak oleh kaki tangan anda dan serdadu anda jika anda ingin dapat do'a kebaikan dari rakyatmu tapi jika anda membiarkan maka ketahulah do'a orang terdhalimi diijabah oleh Allah, maka berjuanglah untuk rakyatmu atau tinggalkan jabatanmu ...!

Ttd

Imam FPI Aceh

Foto: Aksi tolak UU Ciptaker di Jakarta, Kamis (8/10/2020) 



Postingan populer dari blog ini

Pernyataan Sikap FPI, GNPF, PA 212 Dan HRS Center Tentang Penolakan UU Ciptaker

Jum'at, 9 Oktober 2020
Faktakini.net
PERNYATAAN SIKAP BERSAMA  FPI, GNPF ULAMA, PA 212 DAN HRS CENTER TENTANG PENOLAKAN TERHADAP UU CIPTA KERJA 
Mencermati perkembangan politik hukum yang semakin menjauh dari tujuan dan cita-cita nasional sebagaimana diamanatkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar Negara Republik  Indonesia Tahun 1945. Kebijakan penyelenggaraan negara telah menegasikan prinsip kedaulatan  rakyat dan paham negara kesejahteraan (welfare state) dengan mengutamakan kepentingan oligarki kapitalis.
Rezim lebih mengutamakan kepentingan geopolitik Republik Rakyat China (RRC), dengan tetap  mendatangkan TKA yang berpaham Komunis. Tetap menggelar Pilkada ditengah ancaman pandemi Covid-19 demi politik dinasti (feodalisme). Di sisi lain, tindakan penyalahgunaan  kekuasaan (abuse of power), persekusi, intimidasi dan kriminalisasi masih terus berlangsung.  Seiring dengan itu, rezim mengajukan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law)  yang kini telah disahkan menjadi undan…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Video Langka NBC Tahun 1967: Inilah Orang-Orang PKI Pembunuh Para Jendral!

Sabtu, 26 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Dalam laporan khusus NBC News (media Amerika Serikat) tahun 1967 ini, koresponden Ted Yates meliput perjuangan politik, sosial dan ekonomi Indonesia, satu dari negara Asia Tenggara yang baru saja mengalami upaya kudeta. Film Dokumenter ini merupakan satu bagian dari trilogi yang diproduksi oleh Yates.

Klik video: