Langsung ke konten utama

Featured Post

Telah Wafat Habib Umar bin Ali bin Umar Shahab di Palembang

Senin, 26 Oktober 2020
Faktakini.net
Innalillahi wainna ilaihi rojiun.
Telah wafat Habib Umar bin Ali bin Umar Shahab usia 50 thn,meninggal jam 13.00 wib, hari ini Senin 26 Oktober 2020.
Dimakamkan besok selasa jam 9.00 pagi di Gubah Hb Ahmad bin Syech Shahab Palembang (ponakan Umar Shahab /fuad Umar Shahab Condet) Alfatehah (SAM)


Peringatan Bagi Peserta Aksi Tolak UU Ciptaker 13 Oktober 2020

 



Rabu, 13 Oktober 2020

Faktakini.net, Jakarta - Peringatan Bagi Peserta Aksi Tolak UU Ciptaker, Rabu 13 Oktober 2020

PERINGATAN BAGI PESERTA AKSI TOLAK UU CIPTA KERJA 13 - 10 - 2020 M.

1. BAHWA ADA PIHAK PENJAHAT DAN PENGKHIANAT NEGERI AKAN MELAKUKAN PENYUSUPAN KE DALAM AKSI KITA

2. MEREKA AKAN MELAKUKAN OPERASI BENDERA PALSU (FALSE FLAG)

3. MEREKA AKAN MEMBUAT KERUSAKAN DAN KERUSUHAN SERTA MELAKUKAN PEMBAKARAN, DAN KITA RAKYAT AKAN DIKAMBINGHITAMKAN

4. MEREKA AKAN MENGGIRING PESERTA AKSI MELEWATI GLODOK , YANG MERUPAKAN SASARAN OPERASI BENDERA PALSU MEREKA.

5. KAWASAN GLODOK SUDAH MEREKA KOSONGKAN DAN TUTUP PERTOKOANNYA AGAR PEKERJAAN KOTOR MEREKA TIDAK DIHALANGI PEMILIK TOKO DAN PEKERJAAN JAHAT MEREKA TIDAK ADA SAKSI

6. KEPADA SELURUH PESERTA AKSI, AGAR JANGAN MAU DIGIRING MELALUI GLODOK, KITA AMBIL ARAH LAIN MENGHINDARI TEMPAT TEMPAT YANG SUDAH MEREKA SIAPKAN AKAN DIJADIKAN TARGET OPERASI BENDERA PALSU

7.  *SELURUH PESERTA JANGAN TERPROVOKASI DENGAN SIAPAPUN DAN APAPUN KARENA ADA PIHAK-PIHAK JAHAT YANG INGIN MENJADIKAN UMAT ISLAM SEBAGAI KAMBING HITAM*


Postingan populer dari blog ini

Pernyataan Sikap FPI, GNPF, PA 212 Dan HRS Center Tentang Penolakan UU Ciptaker

Jum'at, 9 Oktober 2020
Faktakini.net
PERNYATAAN SIKAP BERSAMA  FPI, GNPF ULAMA, PA 212 DAN HRS CENTER TENTANG PENOLAKAN TERHADAP UU CIPTA KERJA 
Mencermati perkembangan politik hukum yang semakin menjauh dari tujuan dan cita-cita nasional sebagaimana diamanatkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar Negara Republik  Indonesia Tahun 1945. Kebijakan penyelenggaraan negara telah menegasikan prinsip kedaulatan  rakyat dan paham negara kesejahteraan (welfare state) dengan mengutamakan kepentingan oligarki kapitalis.
Rezim lebih mengutamakan kepentingan geopolitik Republik Rakyat China (RRC), dengan tetap  mendatangkan TKA yang berpaham Komunis. Tetap menggelar Pilkada ditengah ancaman pandemi Covid-19 demi politik dinasti (feodalisme). Di sisi lain, tindakan penyalahgunaan  kekuasaan (abuse of power), persekusi, intimidasi dan kriminalisasi masih terus berlangsung.  Seiring dengan itu, rezim mengajukan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law)  yang kini telah disahkan menjadi undan…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Video Langka NBC Tahun 1967: Inilah Orang-Orang PKI Pembunuh Para Jendral!

Sabtu, 26 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Dalam laporan khusus NBC News (media Amerika Serikat) tahun 1967 ini, koresponden Ted Yates meliput perjuangan politik, sosial dan ekonomi Indonesia, satu dari negara Asia Tenggara yang baru saja mengalami upaya kudeta. Film Dokumenter ini merupakan satu bagian dari trilogi yang diproduksi oleh Yates.

Klik video: