Langsung ke konten utama

Featured Post

Bapas Bogor Banding Kasus Habib Bahar, Ustadz Novel: Ambisi Untuk Kriminalisasi Ulama

Jum'at, 23 Oktober 2020Faktakini.net, Jakarta - Balai Pemasyarakatan (Bapas) Bogor telah resmi mengajukan banding atas putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung yang memenangkan penceramah kondang, Habib Bahar Bin Smith soal surat keputusan pencabutan asimilasi.Upaya banding itu pun direspon oleh Wakil Sekjen (Wasekjen) Persaudaraan Alumni (PA) 212, Ustadz Novel Bamukmin yang menilai bahwa Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), khususnya Bapas Bogor, masih berambisi untuk mengkriminalisasi ulama."Selaku Wasekjen PA 212 tentunya prihatin terhadap Kemenkumham khususnya Bapas Bogor masih berambisi untuk mengkriminalisasi ulama," ujar Ustadz Novel Bamukmin kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (21/10).Ustad Novel mengaku tidak heran karena Kemenkumham, khususnya Bapas Bogor, merupakan kepanjangan tangan dari pemimpin yang dianggapnya tidak bersahabat dengan ulama yang tegas dan istiqomah."Malah para pelaku kejahatan atau residivis juga para koruptor dan pe…

Pembentukan PA 212 DTK Bogor Sukses, Dihadiri Kyai Qohar Dan Sekjen PA 212

 





Ahad, 11 Oktober 2020

Faktakini.net, Jakarta - Kegiatan pembentukan PA 212 DTK (Dewan Tanfidzi Kota / Kabupaten) Bogor yang diselenggarakan di Ruang MKU 1, Masjid Raya Al Hijri 2 Universitas Ibnu Khaldun, kota Bogor, Jawa Barat pada hari ini, Ahad (11/10/2020) berlangsung lancar dan sukses. 

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Bidang Keorganisasian Persaudaraan Alumni (PA) 212 KH Abdul Qohar, Sekjen PA 212 Ustadz Uus Sholihudin, Ustadz Dedi Subu, Ustadz Ate Saefulloh dan para pengurus PA 212 lainnya. 

Kyai Qohar mengatakan, terbentuknya PA 212 adalah salah satu bentuk wujud syukur kepada Allah SWT yakni syukur atas karunia Allah berupa persaudaraan.

“Momen 2 Desember 2016 yang lalu adalah salah satu karunia terbesar yang Allah turunkan kepada bangsa Indonesia khususnya umat Islam. Ketika itu Allah anugerahkan nikmat yang luar biasa, dan nikmat tersebut tidak Allah berikan ke tempat lain di dunia ini. Bagaimana tidak, sebanyak 7,5 juta orang berkumpul melaksanakan shalat Jumat terbesar di dunia, itu nikmat yang luar biasa,” kata Kiai Qohar dalam acara silaturahim pengurus PA 212 Bogor di Masjid Al Hijri Kampus UIKA Bogor, Ahad (11/10/2020).

Menurutnya, kumpulnya jutaan orang di Monumen Nasional (Monas) Jakarta ketika itu patut dijadikan sebagai hari persaudaraan. Aksi dan momen 212 mengesampingkan berbedaan suku, bahasa bahkan ormas namun mampu menyatu dalam ukhuwah.
 
“Kita semua berkumpul dari berbagai latar belakang, semua lintas elemen bersatu dalam momen kebangsaan. Allah yang menyatukan hati-hati kaum beriman,” ujar Kiai Qohar.

Selain sebagai hari persaudaraan, momen 212 juga sebagai hari pembeda antara hak dan batil. “Ketika itu bukan hanya membedakan antara pemimpin yang hak dan pemimpin batil bahkan ada juga ulama yang hak dan ulama yang batil,” jelas Kiai Qohar.

Untuk itu, kata dia, nikmat yang besar tersebut harus disyukuri dan terus dijaga dimana salah satunya dengan berukhuwah dalam PA 212. “Semangat inilah yang harus terus dilanjutkan, dijaga dan dibesarkan untuk kepentingan serta tujuan yang lebih besar lagi. Semoga Allah senantiasa menyertai dan meridhoi langkah perjuangan kita,” tandasnya.

 
Selain Kiai Qohar, hadir pula dalam acara musyawarah pengurus PA 212 Kota dan Kabupaten Bogor itu antara lain Ustaz Uus Solihudin (Sekjen PA 212), Ustaz Iyus Khaerunnas (Ketua GNPF Ulama Bogor), Ustaz Asep Abdul Qodir (Ketua FPI Bogor), Ustaz Abdul Halim (Ketua DDII Bogor) dan lainnya.

Sumber: suaraislam.id dan lainnya



















Postingan populer dari blog ini

Pernyataan Sikap FPI, GNPF, PA 212 Dan HRS Center Tentang Penolakan UU Ciptaker

Jum'at, 9 Oktober 2020
Faktakini.net
PERNYATAAN SIKAP BERSAMA  FPI, GNPF ULAMA, PA 212 DAN HRS CENTER TENTANG PENOLAKAN TERHADAP UU CIPTA KERJA 
Mencermati perkembangan politik hukum yang semakin menjauh dari tujuan dan cita-cita nasional sebagaimana diamanatkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar Negara Republik  Indonesia Tahun 1945. Kebijakan penyelenggaraan negara telah menegasikan prinsip kedaulatan  rakyat dan paham negara kesejahteraan (welfare state) dengan mengutamakan kepentingan oligarki kapitalis.
Rezim lebih mengutamakan kepentingan geopolitik Republik Rakyat China (RRC), dengan tetap  mendatangkan TKA yang berpaham Komunis. Tetap menggelar Pilkada ditengah ancaman pandemi Covid-19 demi politik dinasti (feodalisme). Di sisi lain, tindakan penyalahgunaan  kekuasaan (abuse of power), persekusi, intimidasi dan kriminalisasi masih terus berlangsung.  Seiring dengan itu, rezim mengajukan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law)  yang kini telah disahkan menjadi undan…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Video Langka NBC Tahun 1967: Inilah Orang-Orang PKI Pembunuh Para Jendral!

Sabtu, 26 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Dalam laporan khusus NBC News (media Amerika Serikat) tahun 1967 ini, koresponden Ted Yates meliput perjuangan politik, sosial dan ekonomi Indonesia, satu dari negara Asia Tenggara yang baru saja mengalami upaya kudeta. Film Dokumenter ini merupakan satu bagian dari trilogi yang diproduksi oleh Yates.

Klik video: