Langsung ke konten utama

Featured Post

Telah Wafat Habib Umar bin Ali bin Umar Shahab di Palembang

Senin, 26 Oktober 2020
Faktakini.net
Innalillahi wainna ilaihi rojiun.
Telah wafat Habib Umar bin Ali bin Umar Shahab usia 50 thn,meninggal jam 13.00 wib, hari ini Senin 26 Oktober 2020.
Dimakamkan besok selasa jam 9.00 pagi di Gubah Hb Ahmad bin Syech Shahab Palembang (ponakan Umar Shahab /fuad Umar Shahab Condet) Alfatehah (SAM)


Pelajari Rekaman CCTV Pembakaran Halte Bus Usai Demo UU Cilaka, Tempo: Pelaku Punya Ciri Khusus

 




Jum'at, 17 Oktober 2020

Faktakini.net, Jakarta - Koran Tempo mempelajari rekaman CCTV di sekitar halte-halte di Jakarta yang dibakar pada demonstrasi 8 Oktober lalu.

SIAPA BIKIN RUSUH?

Sejumlah rekaman kejadian yang dikumpulkan Tempo menunjukkan adanya kesamaan waktu pembakaran beberapa halte bus di Jakarta saat demonstrasi menentang Undang-Undang Cipta Kerja, Kamis, 8 Oktober 2020 lalu.

Kesaksian petugas Transjakarta mengindikasikan pemantik api adalah orang-orang dengan ciri-ciri yang khas, berbeda dari peserta unjuk rasa lainnya.

Kepolisian tak bersedia mengomentari fakta-fakta ini.

Selengkapnya di Koran TEMPO edisi hari ini, Jumat, 16 Oktober 2020.

Sebelumnya, kecurigaan muncul di kalangan netizen, mereka menduga ada gerombolan tertentu yang beroperasi disaat demo rakyat menolak Omnibus Law Cipta Kerja, tugasnya khusus menghancurkan fasilitas kota.

Gerombolan ini berpakaian hitam-hitam, mereka sangat cekatan, agresif, beringas dan brutal dalam menghancurkan properti Pemprov DKI.

Mereka tidak membawa poster atau spanduk penolakan Omnibuslaw Cipta Kerja. Mereka juga tidak berorasi tema apapun yang berkaitan dengan penolakan Omnibuslaw Cilaka. Yang mereka bawa adalah botol berisi bensin sebagai bom molotov untuk membakar.

Fisik mereka terlihat tegap, tinggi, kekar dan atletis. Wajah mereka tak terlihat karena tertutup, namun sorot matanya sangar dan garang.

Pengrusakan oleh gerombolan terlihat terorganisir, terencana, masif, tidak random, ada target fasum milik Pemprov DKI Jakarta yang disasar secara khusus, dan skala kerusakan juga besar karena disertai aksi pembakaran.

Bahkan menurut info masyarakat yang beredar di WAG, ada yang merasakan keanehan karena ketika mereka melihat kerusakan yang terjadi dari wilayah Pasar Senen sampai HI serta kawasan Salemba Cikini, sisa-sisa dari tindak anarkis perusakan tidak mengusik sedikitpun toko-toko dan tempat usaha kelompok tertentu.

Sepertinya ada 2 target aksi perusakan dan pembakaran fasilitas umum ini. Pertama, merusak reputasi Gubernur DKI.

Kedua, untuk memperburuk citra demonstran sebagai perusuh. Sehingga hilang simpati masyarakat. Akhirnya masyarakat tidak mendukung apa yang diperjuangkan aksi demonstrasi yaitu menolak UU Cilaka.

Tujuan mereka sepertinya berhasil. Lihat saja pemberitaan media-media dan TV yang akhirnya fokus pada demo rusuh merusak, bukan fokus pada bahayanya UU Cilaka. 

Sumber. Portal-islam.id

Postingan populer dari blog ini

Pernyataan Sikap FPI, GNPF, PA 212 Dan HRS Center Tentang Penolakan UU Ciptaker

Jum'at, 9 Oktober 2020
Faktakini.net
PERNYATAAN SIKAP BERSAMA  FPI, GNPF ULAMA, PA 212 DAN HRS CENTER TENTANG PENOLAKAN TERHADAP UU CIPTA KERJA 
Mencermati perkembangan politik hukum yang semakin menjauh dari tujuan dan cita-cita nasional sebagaimana diamanatkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar Negara Republik  Indonesia Tahun 1945. Kebijakan penyelenggaraan negara telah menegasikan prinsip kedaulatan  rakyat dan paham negara kesejahteraan (welfare state) dengan mengutamakan kepentingan oligarki kapitalis.
Rezim lebih mengutamakan kepentingan geopolitik Republik Rakyat China (RRC), dengan tetap  mendatangkan TKA yang berpaham Komunis. Tetap menggelar Pilkada ditengah ancaman pandemi Covid-19 demi politik dinasti (feodalisme). Di sisi lain, tindakan penyalahgunaan  kekuasaan (abuse of power), persekusi, intimidasi dan kriminalisasi masih terus berlangsung.  Seiring dengan itu, rezim mengajukan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law)  yang kini telah disahkan menjadi undan…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Video Langka NBC Tahun 1967: Inilah Orang-Orang PKI Pembunuh Para Jendral!

Sabtu, 26 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Dalam laporan khusus NBC News (media Amerika Serikat) tahun 1967 ini, koresponden Ted Yates meliput perjuangan politik, sosial dan ekonomi Indonesia, satu dari negara Asia Tenggara yang baru saja mengalami upaya kudeta. Film Dokumenter ini merupakan satu bagian dari trilogi yang diproduksi oleh Yates.

Klik video: