Langsung ke konten utama

Featured Post

(Video) KH Awit Masyhuri: Habib Rizieq Tak Punya Kasus Hukum, Kepulangan Beliau Aman Insya Allah

Sabtu, 24 Oktober 2020Faktakini.net, Jakarta - KH Awit Masyhuri: Habib Rizieq Tak Punya Kasus Hukum, Kepulangan Beliau Aman Insya Allah. Klik video:Klik video:

Moeldoko Jiper? Cuma Gertak Sambal? Ditekuk Presidium KAMI Moeldoko Tiarap!



Sabtu, 3 Oktober 2020

Faktakini.net

*MOELDOKO JIPER ? CUMA GERTAK SAMBAL ? DITEKUK PRESIDIUM KAMI MOELDOKO TIARAP !*

Oleh : *Ahmad Khozinudin*
Sastrawan Politik

_"Le ngancem sopo le ngancem. Tidak ada yang mengancam kok. Tidak ada ancaman, ancamannya ada di mana. Itu dialog, dialog online,"_

*[Moeldoko, 2/10]*

Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko berkomentar mengenai kehadiran Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) baru-baru ini. Menurut Moeldoko tidak ada yang salah dengan pembentukan kelompok tersebut.

Bahkan, Moeldoko menyebut siapa saja bisa mengikuti gagasan KAMI jika memang bermanfaat. Namun Moeldoko mengatakan lain ceritanya jika kelompok itu (KAMI) memiliki arah untuk memaksakan kehendak.

Selanjutnya, Moeldoko mengunggah ultimatum, agar jangan coba-coba mengganggu stabilitas politik. Kalau bentuknya sudah mengganggu stabilitas politik, menurutnya semua ada risiko. Negara punya kalkulasi dalam menempatkan demokrasi dan stabilitas. (Kamis, 1/20).

Menanggapi hal itu, Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Din Syamsuddin mengingatkan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko untuk tak melempar aneka ancaman terhadap rakyat dan KAMI pada khususnya.

Peringatan itu disampaikan Din merespons pernyataan Moeldoko yang meminta agar KAMI tak mengganggu stabilitas politik Indonesia.

Din menegaskan bahwa cara-cara mengancam dan pertunjukkan arogansi kekuasaan sudah ketinggalan zaman dalam iklim demokrasi yang dianut Indonesia saat ini.

_"Akhirnya KAMI mengingatkan Bapak KSP Moeldoko dan jajaran kekuasaan untuk tidak perlu melempar 'ancaman' kepada rakyat. Pada era demokrasi modern dewasa ini arogansi kekuasaan, sikap represif dan otoriter sudah ketinggalan zaman,"_ demikian, ungkap Din dalam keterangan resminya yang beredar di sosial media, Jumat (2/10).

Selanjutnya, Moeldoko mengomentari pernyataan Presidium KAMI, Din Syamsuddin. Moeldoko menuturkan jika pernyataan yang disampaikannya bukanlah sebuah ancaman kepada KAMI. Moeldoko membantah dirinya mengancam KAMI.

_"Le ngancem sopo le ngancem. Tidak ada yang mengancam kok,"_ ujar Moeldoko di Grha Suara Muhammadiyah, Jumat (2/10/2020).

Moeldoko menerangkan jika yang disampaikannya hanyalah dialog semata. Moeldoko pun menerangkan tak ada ancaman yang dilontarkannya ke KAMI.

Yah, segitu aja ? Ternyata, jika diseriusi Moeldoko jiper. Gaya Moeldoko tak beda jauh dengan buzzerRp yang berkoar menantang duel di sosial media. Begitu didatangi mujahid, langsung jiper, banyak cakap, banyak alasan.

Saya fikir, Moeldoko akan gagah segagah pangkatnya saat di TNI, melawan secara intelektual pernyataan Din Syamsuddin. Nyatanya, Moeldoko langsung tiarap, langsung jadi ayam sayur.

Tadinya, saya ingin mengikuti pertarungan intelektual ini, belajar darinya, dan memetik ilmunya. Ternyata ceritanya antiklimaks. Moeldoko mengakhiri cerita, jaun lebih cepat dari yang saya bayangkan.

Namun meskipun hanya cerpen, bukan novel atau roman politik, sekelumit cerita tentang pertarungan Moeldoko vs KAMI ini menunjukkan Moeldoko hanya gertak sambal. Jadi, seterusnya kaum pergerakan tak perlu gentar dengan gertakan rezim, secara umum sikap Moeldoko itu mewakili sikap rezim. Pengecut ! [].

Postingan populer dari blog ini

Pernyataan Sikap FPI, GNPF, PA 212 Dan HRS Center Tentang Penolakan UU Ciptaker

Jum'at, 9 Oktober 2020
Faktakini.net
PERNYATAAN SIKAP BERSAMA  FPI, GNPF ULAMA, PA 212 DAN HRS CENTER TENTANG PENOLAKAN TERHADAP UU CIPTA KERJA 
Mencermati perkembangan politik hukum yang semakin menjauh dari tujuan dan cita-cita nasional sebagaimana diamanatkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar Negara Republik  Indonesia Tahun 1945. Kebijakan penyelenggaraan negara telah menegasikan prinsip kedaulatan  rakyat dan paham negara kesejahteraan (welfare state) dengan mengutamakan kepentingan oligarki kapitalis.
Rezim lebih mengutamakan kepentingan geopolitik Republik Rakyat China (RRC), dengan tetap  mendatangkan TKA yang berpaham Komunis. Tetap menggelar Pilkada ditengah ancaman pandemi Covid-19 demi politik dinasti (feodalisme). Di sisi lain, tindakan penyalahgunaan  kekuasaan (abuse of power), persekusi, intimidasi dan kriminalisasi masih terus berlangsung.  Seiring dengan itu, rezim mengajukan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law)  yang kini telah disahkan menjadi undan…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Video Langka NBC Tahun 1967: Inilah Orang-Orang PKI Pembunuh Para Jendral!

Sabtu, 26 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Dalam laporan khusus NBC News (media Amerika Serikat) tahun 1967 ini, koresponden Ted Yates meliput perjuangan politik, sosial dan ekonomi Indonesia, satu dari negara Asia Tenggara yang baru saja mengalami upaya kudeta. Film Dokumenter ini merupakan satu bagian dari trilogi yang diproduksi oleh Yates.

Klik video: