Langsung ke konten utama

Featured Post

Atasi Banjir, FPI Ngombol Purworejo Bersihkan Jalan Air Dan Selokan Kecamatan

Sabtu, 31 Oktober 2020
Faktakini.net, Jakarta - Beberapa hari ini wilayah Purworejo Jawa Tengah terus diguyur hujan. Beberapa titik sempat banjir bahkan longsor seperti wilayah Pituruh. Sekitar wilayah pusat kecamatan Ngombol juga sempat banjir. Dewan Pimpinan Cabang (DPC FPI) akhirnya berinisiatif untuk melakukan pembersihan saluran air dan selokan atau gorong - gorong. Pagi hari ini Sabtu 31 Oktober 2020 yang dipimpin langsung Tokoh Ulama dari Ngombol yaitu Bapak KH. Zainal Abidin beberapa anggota FPI terlihat turun ke selokan -selokan dan jalan air untuk membersihkan sampah- sampah dan penyumbatan.Para pengurus dan anggota FPI Ngombol juga terlihat ikut turun langsung melaksanakan giat bakti sosial ini. Demikian Kontributor LIF Purworejo Melaporkan.




Masyarakat Kritik Polisi Kenapa Syahganda KAMI Cs Diborgol, Dan Napoleon Cs Tidak

 




Sabtu, 17 Oktober 2020

Faktakini.net, Jakarta - Warga masyarakat menyoroti dan mengkritik perlakuan berbeda yang dilakukan Polri terhadap tahanan. Saat merilis kasus yang melibatkan deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), yaitu Syahganda Nainggolan, Jumhur Hidayat, dan Anton Permana pada Kamis (15/10/2020), yang dijerat Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), ketiganya ditampilkan ke publik dengan baju tahanan dan tangan terborgol.

Sementara dalam kasus surat jalan palsu dan penghapusan red notice, polisi sempat tidak memborgol Djoko Tjandra yang malah tampil klimis kala dibawa ke ruang tahanan. 

Pun dengan tersangka mantan kadivhunter Polri Irjen Napoleon Bonaparte dan sekretaris NBC Interpol Indonesia Brigjen Prasetijo Utomo juga tidak pernah terlihat diborgol, meski sama-sama berstatus tersangka.

Meski sudah jelas ada perbedaan perlakuan, namun Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas (Kabiro Penmas) Polri, Brigjen Awi Setiyono, menegaskan, Polri memperlakukan semua tersangka dengan perlakuan yang sama. "Selama ini kami sampaikan sama kan tidak ada perbedaan dengan tersangka-tersangka lain," kata Awi di Markas Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat (16/10/2020).

Pantauan Antara, saat tersangka kasus surat jalan palsu Brigjen Prasetijo Utomo diserahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Timur pada 28 September 2020, ia malah tidak mengenakan baju tahanan. Padahal, saat itu, dua tersangka lainnya yakni Djoko Tjandra dan Anita Dwi Anggraeni Kolopaking sudah mengenakan pakaian tahanan oranye.

Namun, Brigjen Prasetijo saat itu justru mengenakan pakaian seragam Polri lengkap dengan atributnya. Brigjen Awi pun berdalih, pada Jumat, tersangka Brigjen Prasetijo maupun Irjen Napoleon telah menggunakan pakaian tahanan saat diserahkan ke Kejari Jakarta Selatan terkait kasus gratifikasi pengurusan pencabutan red notice.

"Tadi kan pakai baju tahanan," kata Awi menjelaskan.

Sumber: Republika.co.id

Postingan populer dari blog ini

Pernyataan Sikap FPI, GNPF, PA 212 Dan HRS Center Tentang Penolakan UU Ciptaker

Jum'at, 9 Oktober 2020
Faktakini.net
PERNYATAAN SIKAP BERSAMA  FPI, GNPF ULAMA, PA 212 DAN HRS CENTER TENTANG PENOLAKAN TERHADAP UU CIPTA KERJA 
Mencermati perkembangan politik hukum yang semakin menjauh dari tujuan dan cita-cita nasional sebagaimana diamanatkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar Negara Republik  Indonesia Tahun 1945. Kebijakan penyelenggaraan negara telah menegasikan prinsip kedaulatan  rakyat dan paham negara kesejahteraan (welfare state) dengan mengutamakan kepentingan oligarki kapitalis.
Rezim lebih mengutamakan kepentingan geopolitik Republik Rakyat China (RRC), dengan tetap  mendatangkan TKA yang berpaham Komunis. Tetap menggelar Pilkada ditengah ancaman pandemi Covid-19 demi politik dinasti (feodalisme). Di sisi lain, tindakan penyalahgunaan  kekuasaan (abuse of power), persekusi, intimidasi dan kriminalisasi masih terus berlangsung.  Seiring dengan itu, rezim mengajukan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law)  yang kini telah disahkan menjadi undan…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Video Langka NBC Tahun 1967: Inilah Orang-Orang PKI Pembunuh Para Jendral!

Sabtu, 26 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Dalam laporan khusus NBC News (media Amerika Serikat) tahun 1967 ini, koresponden Ted Yates meliput perjuangan politik, sosial dan ekonomi Indonesia, satu dari negara Asia Tenggara yang baru saja mengalami upaya kudeta. Film Dokumenter ini merupakan satu bagian dari trilogi yang diproduksi oleh Yates.

Klik video: