Langsung ke konten utama

Featured Post

DPC FPI Balapulang Tegal Ajari Para Bocah Muslim Baca Tulis Al-Qur'an

Jum'at, 30 Oktober 2020Faktakini.net, Jakarta - Habib Hasan Baraqbah selaku ketua tanfidzi DPC FPI Balapulang, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah membuat gebrakan program Pendidikan Gratis yaitu Pembelajaran Baca Tulis Al Quran bagi anak-anak disekitar Balapulang. Dengan dipandu dan dibimbing langsung oleh Al Ustadz Drs. Ali Murtopo selaku pengajar, program tersebut disambut positif oleh wali didik dan akan selalu mendukung Program-program FPI DPC Balapulang, Kab Tegal. Disela-sela acara ada anak didik yang bercerita, Sayyid Wildan namanya, bahwa dia merasa senang karena dapat mengikuti kegiatan belajar Al Quran di markaz DPC FPI Balapulang, Kab. Tegal. Harapan dari Pimpinan Cabang FPI Balapulang program kerja ini dapat disambut masyarakat agar semakin semarak karena Gratis. Dalam kegiatan tersebut juga sekaligus kegiatan Ta'lim rutinan mingguan untuk membina jiwa keislaman mulai dari materi bab wudhu, sholat dan akhlaq serta tarikh islam. "Dengan semangat revolusi akhlaq, …

Massa Sudah Berdatangan Di Patung Kuda Monas, Aksi 1310 Tolak UU Ciptaker Sukses Dan Tertib Insya Allah

 


Selasa, 13 Oktober 2020

Faktakini.net, Jakarta - Hari ini, Selasa, 13 Oktober 2020 sekitar pukul 11.00 WIB massa sudah mulai berdatangan di sekitar Patung Kuda Monas di Jakarta Pusat, untuk mengikuti aksi 1310 menolak UU Cipta Kerja (Omnibus Law). 

Sebagaimana lazimnya aksi-aksi unjukrasa dibawah komando Imam Besar Habib Rizieq Shihab, Aksi 1310 tolak UU Cipta Kerja (Omnibus Law) sekitar pukul 1 siang nanti diprediksi akan dihadiri oleh puluhan bahkan ratusan ribu massa, serta berlangsung lancar, sukses dan tertib. 

Para peserta juga sudah diwanti-wanti oleh Anak NKRI, FPI, PA 212,GNPF Ulama dan HRS Center untuk tidak terprovokasi oleh pihak yang ingin merusak aksi, dan diminta mentaati perintah dari mobil komando resmi yang berada di lapangan. 

Logistik berupa makanan dan minuman pun sudah banyak terlihat di sekitar area Patung Kuda Monas. Yang membawa logistik adalah umat dan peserta aksi itu sendiri, yang kemudian nantinya saling dibagikan. Jadi merupakan fitnah keji kalau ada yang menuding aksi-aksi umat Islam itu dibiayai oleh cukong dan sejenisnya. 

Sebagaimana diketahui Aliansi Nasional Anti Komunis (ANAK NKRI) akan mengadakan aksi menolak pengesahan UU Ciptaker, UU yang dinilai sangat merugikan buruh dan rakyat itu, pada hari Selasa 13 Oktober 2020 serempak di seluruh Indonesia termasuk di Jakarta. 

Dan karena aksi ini dibawah komando Imam Besar Habib Rizieq Shihab, diprediksi massa aksi bisa mencapai puluhan bahkan ratusan ribu massa seperti aksi 411 dan lainnya yang selalu disambut antusias oleh warga masyarakat. 

Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi 1310, Damai Hari Lubis membenarkan ANAK NKRI akan menggelar aksi di Istana Negara. Katanya ribuan massa dari berbagai elemen akan hadir dalam acara tersebut.

"Iya benar, kami mempersilakan semua elemen anggota masyarakat yang merasa tidak setuju atau menolak UU Cipta Kerja untuk hadir, kami tidak dapat melarang," ujar Damai Hari Lubis, dilansir dari Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (11/10/2020).

Damai mengatakan bahwa aksi ini akan dihadiri banyak tokoh. Terutama akan dihadiri tokoh dari Front Pembela Islam (FPI), GNPF-Ulama, Persaudaraan Alumni (PA) 212, Aliansi Anak Bangsa (AAB), HRS Center, dan tokoh-tokoh dari kelompok lainnya.

"Full tokoh. InsyaAllah rencananya begitu," kata Damai.



Postingan populer dari blog ini

Pernyataan Sikap FPI, GNPF, PA 212 Dan HRS Center Tentang Penolakan UU Ciptaker

Jum'at, 9 Oktober 2020
Faktakini.net
PERNYATAAN SIKAP BERSAMA  FPI, GNPF ULAMA, PA 212 DAN HRS CENTER TENTANG PENOLAKAN TERHADAP UU CIPTA KERJA 
Mencermati perkembangan politik hukum yang semakin menjauh dari tujuan dan cita-cita nasional sebagaimana diamanatkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar Negara Republik  Indonesia Tahun 1945. Kebijakan penyelenggaraan negara telah menegasikan prinsip kedaulatan  rakyat dan paham negara kesejahteraan (welfare state) dengan mengutamakan kepentingan oligarki kapitalis.
Rezim lebih mengutamakan kepentingan geopolitik Republik Rakyat China (RRC), dengan tetap  mendatangkan TKA yang berpaham Komunis. Tetap menggelar Pilkada ditengah ancaman pandemi Covid-19 demi politik dinasti (feodalisme). Di sisi lain, tindakan penyalahgunaan  kekuasaan (abuse of power), persekusi, intimidasi dan kriminalisasi masih terus berlangsung.  Seiring dengan itu, rezim mengajukan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law)  yang kini telah disahkan menjadi undan…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Video Langka NBC Tahun 1967: Inilah Orang-Orang PKI Pembunuh Para Jendral!

Sabtu, 26 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Dalam laporan khusus NBC News (media Amerika Serikat) tahun 1967 ini, koresponden Ted Yates meliput perjuangan politik, sosial dan ekonomi Indonesia, satu dari negara Asia Tenggara yang baru saja mengalami upaya kudeta. Film Dokumenter ini merupakan satu bagian dari trilogi yang diproduksi oleh Yates.

Klik video: