Langsung ke konten utama

Featured Post

DPC FPI Balapulang Tegal Ajari Para Bocah Muslim Baca Tulis Al-Qur'an

Jum'at, 30 Oktober 2020Faktakini.net, Jakarta - Habib Hasan Baraqbah selaku ketua tanfidzi DPC FPI Balapulang, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah membuat gebrakan program Pendidikan Gratis yaitu Pembelajaran Baca Tulis Al Quran bagi anak-anak disekitar Balapulang. Dengan dipandu dan dibimbing langsung oleh Al Ustadz Drs. Ali Murtopo selaku pengajar, program tersebut disambut positif oleh wali didik dan akan selalu mendukung Program-program FPI DPC Balapulang, Kab Tegal. Disela-sela acara ada anak didik yang bercerita, Sayyid Wildan namanya, bahwa dia merasa senang karena dapat mengikuti kegiatan belajar Al Quran di markaz DPC FPI Balapulang, Kab. Tegal. Harapan dari Pimpinan Cabang FPI Balapulang program kerja ini dapat disambut masyarakat agar semakin semarak karena Gratis. Dalam kegiatan tersebut juga sekaligus kegiatan Ta'lim rutinan mingguan untuk membina jiwa keislaman mulai dari materi bab wudhu, sholat dan akhlaq serta tarikh islam. "Dengan semangat revolusi akhlaq, …

Manaqib Singkat Sayid Muhammad Bin Alawi Al Maliki Al Hasani

 



Rabu, 14 Oktober 2020

Faktakini.net

MANAQIB SINGKAT

Imam Ahlussunnah Waljamaah Abad 21

ABUYA AS-SAYYID MUHAMMAD BIN ALAWI AL-MALIKI AL-HASANI

Ditulis oleh: Hai'ah ASH-SHOFWAH AL-MALIKIYYAH

Abuya As-Sayyid Muhammad bin As-Sayyid Alawi Al-Maliki Al-Hasani lahir di kota Makkah tahun 1365 H / 1945 M. Pendidikan pertamanya adalah Madrasah Al-Falah Makkah, dimana ayah beliau As-Sayyid Alawi bin Abbas Al-Maliki Al-Hasani sebagai guru agama di sekolah tersebut yang juga merangkap sebagai pengajar di Halaqoh Masjidil Haram Makkah yang tempatnya sangat masyhur dekat Babussalam.

Setelah As-Sayyid Alawi Al-Maliki wafat, putera beliau (Abuya As-Sayyid Muhammad Al-Maliki Al-Hasani) tampil sebagai penerus.Disamping mengajar di Masjidil Haram, beliau juga diangkat sebagai dosen di Universitas King Abdul Aziz Jeddah dan Univesitas Ummul Qura Makkah mata kuliah Ilmu Hadits dan Ushuluddin.

Cukup lama beliau menjalankan tugasnya sebagai dosen di dua universitas tersebut, sampai beliau memutuskan mengundurkan diri dan memilih mengajar di Masjidil Haram sambil membuka Majlis Ta’lim di kediaman beliau kawasan Utaibiyyah Makkah. Tak berapa lama, tempat kediaman beliau pindah ke kawasan Rushoifah Makkah.

Abuya As-Sayyid Muhammad bin As-Sayyid Alawi Al-Maliki Al-Hasani lebih suka dipanggil oleh semua santrinya dengan sebutan ABUYA daripada dengan sebutan yang lain. Penggilan Abuya ini bertujuan agar hubungan antara guru dan murid tidak sekedar hubungan dhohir tapi juga hubungan batin, seperti hubungan orang tua dengan anaknya. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab المنهج السوي Karangan Alhabib Zen bin Ibrohim bin Smith:

آبَاؤُكَ ثَلاَثَةٌ: أَبُوْكَ الَّذِى وَلَدَكَ, وَالَّذِى زَوَّجَكَ ابْنَتَهُ, وَالَّذِى عَلَّمَكَ وَهُوَ أَفْضَلُهُمْ.

 "Bapakmu ada tiga. Pertama: Bapak yang dengannya kamu lahir ke dunia. Kedua : Bapak yang telah menikahkan anaknya dengan kamu. Ketiga: Bapak yang telah mendidik dan memberimu ilmu, dan dia yang paling utama diantara yang lain"


*Nasab Abuya*


Nasab Abuya bersambung hingga kepada Baginda Rasulullah صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم dari jalur Sayyidina Hasan bin Ali رضيَ اللَّه عنهما . Oleh karena itu, dalam penyebutan nama beliau disematkan nisbat الحسني. Mereka adalah anak cucu Baginda Rasulullah صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم wajib untuk kita muliakan, sebagaimana disebutkan dalam kitab Maulid Ad-Daiba'iy,

أَهْلُ بَيْتِ الْمُصْطَفَى الطُّهُرِ *  هُمْ أَمَانُ اْلأَرْضِ فَالذَّكِرِ

"Mereka para Ahlul Bait Nabi adalah manusia suci. Dan ingatlah bahwa mereka adalah para penjaga bumi".


*Madzhab Abuya*


Abuya As-Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki Al-Hasani bermadzhab Imam Malik. Namun kendati demikian, Abuya tidak menyuruh para santrinya untuk mengikutinya Mazhab Imam Malik, kecuali hanya beberapa orang saja, bahkan Abuya sengaja memanggil beberapa Ulama' yang bermadzab Imam Syafi'i untuk mengajari Fikih Madzhab Imam Syafi'i.


*Manhaj Abuya*


Abuya As-Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki Al-Hasani sangat tidak suka dengan orang yang fanatik terhadap salah satu aliran atau kelompok. Sebagaimana Abuya juga tidak suka dengan kekerasan dan orang yang keras. Sebagaimana dawuh beliau,

أَكْرَهُ التَّعَصُّبَ وَالْمُتَعَصِّبِيْنَ, وَالتَّشَدُّدَ وَالْمُتَشَدِّدِيْن. 


*Metode Tarbiyah Abuya*


Metode Tarbiyah Abuya As-Sayyid Muhammad bin Assayyid Alawi Al-Maliki Al-Hasani di dalam mendidik santri-santrinya tercermin dalam beberapa Kalam Hikmah beliau, antara lain:

Abuya lebih mengutamakan Akhlak daripada Ilmu.

أًنَا أُعَلِّمُ الأَخْلاَقَ وَ الْمُرُوْؤَةَ قَبْلَ الْعِلْمِ وَ الْكِتَابِ

Aku (mendahulukan) mengajarkan akhlak dan Muru'ah, sebelum mengajarkan ilmu dan kitab.


Abuya lebih mengutamakan Khidmah  daripada Ilmu.

الطَّالِبُ الْخُدُوْمُ اَحْسَنُ عِنْدِي مِنَ الطَّالِبِ الْمُجْتَهِدِ

Santri pengkhidmah lebih baik bagiku daripada santri yang giat (belajar) 


*Karya Abuya*


Abuya As-Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki Al-Hasani termasuk Ulama' produktif yang banyak menghasilkan karya berupa kitab-kitab pedoman Ahlussunnah Waljamaah. Karya-karya Abuya lebih dari 100 kitab, baik yang sudah dicetak ataupun yang masih berupa Makhtuthat (manuskrip). Diantara karya Abuya yang sangat masyhur adalah kitab yang berjudul, مَفَاهِيْمُ يَجِبُ أَنْ تُصَحَّحْ "Faham-Faham Yang Harus Diluruskan"


*Amanah Abuya*


Pada bulan Syawal 1423 H. atau bertepatan dengan Desember 2002 M., Abuya As-Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki Al-Hasani berkunjung ke Malaysia. Dalam kunjungan tersebut, Abuya memberikan amanah kepada murid paling senior, yaitu KH. Muhammad Ihya’ Ulumiddin agar membuat wadah bagi para alumni. Amanah ini merupakan usulan pendapat dari Abuya As-Sayyid Ahmad putera beliau.

Alhamdulillah, pada hari Rabu tanggal 2 Muharrom 1424 H. atau bertepatan dengan 5 Maret 2003 M. sebanyak 25 murid beliau berkumpul di kediaman KH. Muhyiddin Nor Pondok Pesantren Darussalam Tambak Madu Surabaya. Semua santri Abuya yang hadir sepakat untuk mewujudkan amanah beliau dalam berdakwah secara berjamaah. Wadah tersebut kemudian dengan diberi nama Hai’ah ASH-SHOFWAH

Dan pada acara tahunan Musyawarah Nasional (Mukernas) ke VIII Tahun 2014, diputuskan agar nama organisasi ini ditambah menjadi Hai'ah ASH-SHOFWAH AL-MALIKIYYAH. Hal ini untuk menghindari kerancuan dengan sebuah organisasi yang bernama Yayasan Ash Shofwah  dan berpusat di Jakarta.

Saat ini kantor pusat Hai'ah ASH-SHOFWAH AL-MALIKIYYAH berada di Jln. Gayungsari Surabaya, sebelah timur Masjid Al-Akbar Surabaya. Organisasi para Alumni Abuya Al Maliki ini sudah memiliki 21 kantor cabang (Niqobah) di seluruh Indonesia dengan jumlah anggota yang sudah terdata kurang lebih 900 para habaib dan kiai. 


*Karomah Abuya*


Diantara sekian banyak karomah Abuya As-Sayyid Muhammad bin As-Sayyid Alawi Al-Maliki Al-Hasani yang tidak bisa dipungkiri siapapun, adalah doa dan permohonan Abuya kepada Allah,

أَتَمَنَّى مِنَ اللهِ اَنْ يَقْبِضَ رُوْحِيْ بَيْنَ طُلاَّبِيْ وَ كُتُبِيْ وَ اَنَا صَائِمٌ

"Saya memohon kepada Allah agar ruhku dicabut ketika saya berada di tengah santri-santri dan kitab-kitabku, dan saya dalam keadaan berpuasa"

Abuya As-Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki Al-Hasani wafat hari jumat tanggal 15 Romadhon 1425 H. atau 30 Oktober 2004 M. Beliau wafat di kamar beliau yang penuh dengan kitab-kitab dan ditunggui oleh para santri beliau.

Semoga kita sebagai santri dan pecinta Abuya Al-Maliki selalu mendapat barokah dan Madad Abuya Al-Maliki. Alfatihah...

Postingan populer dari blog ini

Pernyataan Sikap FPI, GNPF, PA 212 Dan HRS Center Tentang Penolakan UU Ciptaker

Jum'at, 9 Oktober 2020
Faktakini.net
PERNYATAAN SIKAP BERSAMA  FPI, GNPF ULAMA, PA 212 DAN HRS CENTER TENTANG PENOLAKAN TERHADAP UU CIPTA KERJA 
Mencermati perkembangan politik hukum yang semakin menjauh dari tujuan dan cita-cita nasional sebagaimana diamanatkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar Negara Republik  Indonesia Tahun 1945. Kebijakan penyelenggaraan negara telah menegasikan prinsip kedaulatan  rakyat dan paham negara kesejahteraan (welfare state) dengan mengutamakan kepentingan oligarki kapitalis.
Rezim lebih mengutamakan kepentingan geopolitik Republik Rakyat China (RRC), dengan tetap  mendatangkan TKA yang berpaham Komunis. Tetap menggelar Pilkada ditengah ancaman pandemi Covid-19 demi politik dinasti (feodalisme). Di sisi lain, tindakan penyalahgunaan  kekuasaan (abuse of power), persekusi, intimidasi dan kriminalisasi masih terus berlangsung.  Seiring dengan itu, rezim mengajukan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law)  yang kini telah disahkan menjadi undan…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Video Langka NBC Tahun 1967: Inilah Orang-Orang PKI Pembunuh Para Jendral!

Sabtu, 26 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Dalam laporan khusus NBC News (media Amerika Serikat) tahun 1967 ini, koresponden Ted Yates meliput perjuangan politik, sosial dan ekonomi Indonesia, satu dari negara Asia Tenggara yang baru saja mengalami upaya kudeta. Film Dokumenter ini merupakan satu bagian dari trilogi yang diproduksi oleh Yates.

Klik video: