Langsung ke konten utama

Featured Post

Pernyataan Sikap PC FMI Kota Serang Dan Pandeglang: Kutuk Keras Macron Atas Penodaan Agama

Kamis, 29 Oktober 2020Faktakini.net, Jakarta - Mahasiswa yang tergabung ke dalam Front Mahasiswa Islam (FMI) Cabang Kota Serang dan Pandeglang mengutuk keras atas penodaan norma agama yang dilakukan oleh Presiden Perancis Emmanuel Macron sesuai dengan putusan mahkamah uni eropa dimana tidak boleh adanya sikap penghinaan terhadap nabi.Dalam pernyataan sikapnya FMI Kota Serang dan Pandeglang memberikan beberapa poin-poin tuntutan kepada Presiden Perancis diantaranya mengutuk keras atas penyebaran kartun penghinaan nabi Muhammad S.A.W. yang dilakukan Presiden Perancis pada Kamis (29/10/2020).Kemudian dalam tuntutan lainnya FMI Kota Serang dan FMI Pandeglang menyerukan untuk melakukan aksi boikot pembelian dan penggunaan produk-produk yang berasal dari Perancis karena aksi boikot merupakan salah satu hak kebebasan pendapat.Klik video:



Laporan Terbaru BHF Jabar Terkait Para Tahanan Demo UU Ciptaker Di Jawa Barat

 





Sabtu, 10 Oktober 2020

Faktakini.net, Jakarta - Team pengacara BHF masih terus mengurus para tahanan kasus demo tolak UU Ciptaker hari Kamis (8/10/2020) lalu.

Aziz Yanuar SH salah seorang pengacara BHF mengatakan team BHF Jawa Barat masih stand by di Polda Jabar untuk memberi pendampingan hukum pada para tahanan dan ternyata banyak rakyat yang masih belum ditemukan dan diperiksa terkait demo protes UU Cilaka (Cipta Lapangan Kerja) kemarin. 

Berikut ini pernyataan BHF yang dikirimkan oleh Aziz Yanuar SH dan diterima oleh Faktakini.net hari Sabtu (10/10/2020) pukul 00.50 WIB. 

assalammualaikum wrwb,

dapat dilaporkan dari bandung jawa barat bahwa hingga saat ini BHF Jabar masih stand by di polda jabar terkait banyak rakyat yg masih belum ditemukan dan diperiksa terkait demo protes UU cilaka kemarin, hingga saat ini BHF jabar telah diberikan kuasa oleh 21 keluarga yg anggota keluarganya sempat/masih ditahan dengan alhamdulillah update terkini 3 orang belum ditemukan,3 orang ditahan serta 15 orang alhamdulillah tidak ditahan dan diperbolehkan pulang, keseluruhan diproses di polda jabar dan beberapa polsek sekitar,mohon doa dan dukungannya (perincian terlampir) 

wassalam wr wb


Data massa aksi menolak UU Cipta kerja yang di tahan , ditangani oleh BHF Jabar : 

1.Moh Ahsan (Polda Jabar) ; bebas

2.Erwin (Polda Jabar); bebas

3.Encep Saefudin (Polda Jabar) ; bebas

4.Rudi (Polda Jabar) bebas

5. Aceng IIM Ibrahim (Polda Jabar) ; bebas

6. Ayi (Polda Jabar) ; bebas

7.Setiana ; belum ditemukan

8. Wildan Permana (belum ditemukan)

9. Wandi Septiawan (Polsek Batununggal) bebas

10. Chairul Fikri ; belum ditemukan

11. Bambang Tri SK (Polda Jabar) ; bebas

12. H. Komar (Polda Jabar) ; bebas


13. Deni Rumdani (Tersangka)

14. Amin Bukhaer (Polda Jabar) ; bebas

15. Ius Rohendi (Polda Jabar) ; bebas

16. Alfian (Polda Jabar) ; bebas

17. Cucu Rohendi (Polda Jabar) ; di tahan/ tersangka

 18Dwihendra Aribowo (Polda Jabar) ; ditahan / tersangka

19.Aditya Febriana ( polda Jabar) ; bebas

20. Fajri Miftahudin (Polda Jabar) ; bebas

21. Sacna Lingga Khatulista ( Polda Jabar) ; bebas

Postingan populer dari blog ini

Pernyataan Sikap FPI, GNPF, PA 212 Dan HRS Center Tentang Penolakan UU Ciptaker

Jum'at, 9 Oktober 2020
Faktakini.net
PERNYATAAN SIKAP BERSAMA  FPI, GNPF ULAMA, PA 212 DAN HRS CENTER TENTANG PENOLAKAN TERHADAP UU CIPTA KERJA 
Mencermati perkembangan politik hukum yang semakin menjauh dari tujuan dan cita-cita nasional sebagaimana diamanatkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar Negara Republik  Indonesia Tahun 1945. Kebijakan penyelenggaraan negara telah menegasikan prinsip kedaulatan  rakyat dan paham negara kesejahteraan (welfare state) dengan mengutamakan kepentingan oligarki kapitalis.
Rezim lebih mengutamakan kepentingan geopolitik Republik Rakyat China (RRC), dengan tetap  mendatangkan TKA yang berpaham Komunis. Tetap menggelar Pilkada ditengah ancaman pandemi Covid-19 demi politik dinasti (feodalisme). Di sisi lain, tindakan penyalahgunaan  kekuasaan (abuse of power), persekusi, intimidasi dan kriminalisasi masih terus berlangsung.  Seiring dengan itu, rezim mengajukan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law)  yang kini telah disahkan menjadi undan…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Video Langka NBC Tahun 1967: Inilah Orang-Orang PKI Pembunuh Para Jendral!

Sabtu, 26 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Dalam laporan khusus NBC News (media Amerika Serikat) tahun 1967 ini, koresponden Ted Yates meliput perjuangan politik, sosial dan ekonomi Indonesia, satu dari negara Asia Tenggara yang baru saja mengalami upaya kudeta. Film Dokumenter ini merupakan satu bagian dari trilogi yang diproduksi oleh Yates.

Klik video: