Langsung ke konten utama

Featured Post

Habib Rizieq Bisa Pulang Jika Istana Mulai Goyang

Senin, 26 Oktober 2020Faktakini.net*HRS Bisa Pulang Jika Istana Mulai Goyang**Tony Rosyid*Pengamat Politik dan Pemerhati BangsaSiapa tak kenal Habib Rizieq Sihab? Orang mengenalnya dengan nama HRS. Kalangan Front Pembela Islam (FPI) memanggilnya IB. Singkatan Imam Besar. Suka tak suka, tokoh ini telah menjadi megnet perhatian publik selama hampir empat tahun terakhir. Kemampuannya menghadirkan sekitar tujuh juta massa dalam kasus penistaan agama Ahok telah mengukir sejarah demonstrasi terbesar di Indonesia. Tentu, tanpa mengabaikan peran tokoh-tokoh lain seperti Bachtiar Nasir, Kiyai Maksum Bondowoso, Kiyai Abdurrasyid Syafii yang juga ikut berperan membuat demo itu menjadi sangat besar. Selain kasus dan isunya sendiri memang punya potensi untuk menghadirkan massa dalam jumlah besar.Sejumlah demo berikutnya, ketika HRS yang memberi komando, selalu mampu menghadirkan massa dalam jumlah besar. Tidak saja ketika HRS berada di Indonesia, tapi juga ketika HRS berada di Arab Saudi. Ini arti…

Khozinudin: Moeldoko, Rakyat Bahagia Kalau Jokowi Mundur, Bukan Disyahkannya UU Ciptaker

 




Sabtu, 17 Oktober 2020

Faktakini.net

*PAK MOELDOKO, RAKYAT BAHAGIA KALAU PAK JOKOWI MUNDUR, BUKAN DISAHKANNYA UU CIPTA KERJA*

Oleh : *Ahmad Khozinudin*

Sastrawan Politik

Pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja telah memicu penolakan hingga gelombang aksi demonstrasi besar-besaran. Situasi tersebut mendapatkan tanggapan dari Kepala Staf Kepresidenan RI Moeldoko.

Moeldoko mengaku heran dengan banyaknya masyarakat yang menolak Omnibs Law. Padahal, UU Ciptaker dinilai memiliki banyak keuntungan dan dapat memberikan wajah baru bagi Indonesia.

Menurut Moeldoko, *wajah baru yang ditimbulkan dari UU Ciptaker dapat memberikan kebahagiaan bagi masyarakat Tanah Air.* Ia turut memaparkan posisi Indonesia dalam Indeks Kebahagiaan Dunia (World Happiness Report/ WHR). Dalam WHR, Indonesia berada di posisi 92 dari 156 peringkat negara paling bahagia di dunia. Posisi Indonesia di Asia Tenggara sendiri juga kalah dari Singapura, Thailand, dan bahkan Malaysia.

Pak Moeldoko, jangan tambah janji palsu. Ini bukan masa kampanye Pilpres. Ga usah mengigau rakyat bahagia dengan UU Cipta Kerja. Rakyat menolak UU Cipta Kerja, itu bukti rakyat tidak Happy.

Kalau mau membahagiakan rakyat itu sederhana Pak Moeldoko. Silahkan sampaikan kepada Pak Presiden.

Rakyat akan bahagia dan bersuka cita, kalau Pak Jokowi mengundurkan diri. Percayalah pak, akan ada syukuran massal se NKRI, jika pak Jokowi mundur.

Kalau UU Cipta Kerja, itu ga bikin rakyat bahagia, malah sengsara. Buktinya, rakyat demo berkali kali, tetap saja pak Jokowi tidak terbitkan Perppu.

Padahal, UU Cipta Kerja ditolak MUI, Muhammadiyah, NU, Aktivis Buruh, Mahasiswa, Aktivis Lingkungan, hingga anak STM. Terus letak kebahagiaannya dimana ?

Ada anak STM tak dapat SKCK hanya karena demo, markas PII diserang, Sejumlah Tokoh dan Aktivis ditangkap, netizen diburu karena tuduhan sebar hoax UU Cipta Kerja. Ini semua bukan kebahagiaan, tapi ini jelas penderitaan dan kesengsaraan.

Sekedar mengingatkan kembali, Rakyat akan bahagia dan bersuka cita, kalau Pak Jokowi mengundurkan diri. Percayalah Pak, akan ada syukuran massal se NKRI, jika Pak Jokowi mundur. 

Bahkan, ada yang nadzar potong kambing dan lembu. Ada yang mau bikin sate, tongseng hingga garang asem. Saya membayangkan, betapa bahagianya rakyat se NKRI mendengar kabar Pak Jokowi mundur dari jabatan Presiden. [].

Postingan populer dari blog ini

Pernyataan Sikap FPI, GNPF, PA 212 Dan HRS Center Tentang Penolakan UU Ciptaker

Jum'at, 9 Oktober 2020
Faktakini.net
PERNYATAAN SIKAP BERSAMA  FPI, GNPF ULAMA, PA 212 DAN HRS CENTER TENTANG PENOLAKAN TERHADAP UU CIPTA KERJA 
Mencermati perkembangan politik hukum yang semakin menjauh dari tujuan dan cita-cita nasional sebagaimana diamanatkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar Negara Republik  Indonesia Tahun 1945. Kebijakan penyelenggaraan negara telah menegasikan prinsip kedaulatan  rakyat dan paham negara kesejahteraan (welfare state) dengan mengutamakan kepentingan oligarki kapitalis.
Rezim lebih mengutamakan kepentingan geopolitik Republik Rakyat China (RRC), dengan tetap  mendatangkan TKA yang berpaham Komunis. Tetap menggelar Pilkada ditengah ancaman pandemi Covid-19 demi politik dinasti (feodalisme). Di sisi lain, tindakan penyalahgunaan  kekuasaan (abuse of power), persekusi, intimidasi dan kriminalisasi masih terus berlangsung.  Seiring dengan itu, rezim mengajukan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law)  yang kini telah disahkan menjadi undan…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Video Langka NBC Tahun 1967: Inilah Orang-Orang PKI Pembunuh Para Jendral!

Sabtu, 26 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Dalam laporan khusus NBC News (media Amerika Serikat) tahun 1967 ini, koresponden Ted Yates meliput perjuangan politik, sosial dan ekonomi Indonesia, satu dari negara Asia Tenggara yang baru saja mengalami upaya kudeta. Film Dokumenter ini merupakan satu bagian dari trilogi yang diproduksi oleh Yates.

Klik video: