Langsung ke konten utama

Featured Post

Pernyataan FPI Aceh Terkait Penusukan Terhadap Ulama Saat Ceramah Maulid Di Aceh

Sabtu, 31 Oktober 2020Faktakini.net, Jakarta - Pernyataan FPI Aceh Terkait Penusukan Terhadap Ulama Saat Ceramah Maulid Di Aceh

Ketua PA 212: Untuk Selamatkan Bangsa Ini Segeralah Jokowi Mundur Dari Jabatan Presiden



Sabtu, 3 Oktober 2020

Faktakini.net, Jakarta - Ketua Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) KH Slamet Maarif menyarankan Jokowi mundur dari jabatannya sebagai presiden. Kyai Slamet mengungkapkan ada banyak masalah selama Jokowi menjabat.

"Mundur dari presiden. Sekali lagi, harapan saya, untuk menyelamatkan bangsa ini segeralah Pak Jokowi mundur dari jabatan sebagai presiden RI," kata Kyai Slamet saat menjadi salah satu pembicara dalam Diskusi Bertajuk Doa dan Harapan Untuk Negeri yang juga menghadirikan Mantan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu dan disiarkan secara daring, Sabtu (3/10/2020).

Persoalan yang ada, kata Kyai Slamet, perlu dicari solusinya lewat rekonsiliasi nasional. Namun, rekonsiliasi yang dimaksud baru bisa dibentuk jika Jokowi mundur terlebih dahulu.

Kyai Slamet lalu menyoroti Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila yang sempat mengundang protes sejumlah pihak. Diketahui, RUU tersebut sudah berhenti dibahas.

Kala itu, RUU HIP dikritik karena dinilai mengerdilkan Pancasila, dari lima sila menjadi 3 dan 1 sila atau yang disebut dengan Trisila dan Ekasila.

"Dan yang paling sangat mencolok mata adalah munculnya gagasan mengubah pancasila lewat Undang-undang dalam RUU HIP yang nyata di situ ingin ubah ketuhanan yang maha esa yang jadi pondasi pancasila dan bangsa," katanya.

Foto: KH Slamet Maarif

Sumber: cnnindonesia.com

Postingan populer dari blog ini

Pernyataan Sikap FPI, GNPF, PA 212 Dan HRS Center Tentang Penolakan UU Ciptaker

Jum'at, 9 Oktober 2020
Faktakini.net
PERNYATAAN SIKAP BERSAMA  FPI, GNPF ULAMA, PA 212 DAN HRS CENTER TENTANG PENOLAKAN TERHADAP UU CIPTA KERJA 
Mencermati perkembangan politik hukum yang semakin menjauh dari tujuan dan cita-cita nasional sebagaimana diamanatkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar Negara Republik  Indonesia Tahun 1945. Kebijakan penyelenggaraan negara telah menegasikan prinsip kedaulatan  rakyat dan paham negara kesejahteraan (welfare state) dengan mengutamakan kepentingan oligarki kapitalis.
Rezim lebih mengutamakan kepentingan geopolitik Republik Rakyat China (RRC), dengan tetap  mendatangkan TKA yang berpaham Komunis. Tetap menggelar Pilkada ditengah ancaman pandemi Covid-19 demi politik dinasti (feodalisme). Di sisi lain, tindakan penyalahgunaan  kekuasaan (abuse of power), persekusi, intimidasi dan kriminalisasi masih terus berlangsung.  Seiring dengan itu, rezim mengajukan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law)  yang kini telah disahkan menjadi undan…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Video Langka NBC Tahun 1967: Inilah Orang-Orang PKI Pembunuh Para Jendral!

Sabtu, 26 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Dalam laporan khusus NBC News (media Amerika Serikat) tahun 1967 ini, koresponden Ted Yates meliput perjuangan politik, sosial dan ekonomi Indonesia, satu dari negara Asia Tenggara yang baru saja mengalami upaya kudeta. Film Dokumenter ini merupakan satu bagian dari trilogi yang diproduksi oleh Yates.

Klik video: