Langsung ke konten utama

Featured Post

Telah Wafat Habib Umar bin Ali bin Umar Shahab di Palembang

Senin, 26 Oktober 2020
Faktakini.net
Innalillahi wainna ilaihi rojiun.
Telah wafat Habib Umar bin Ali bin Umar Shahab usia 50 thn,meninggal jam 13.00 wib, hari ini Senin 26 Oktober 2020.
Dimakamkan besok selasa jam 9.00 pagi di Gubah Hb Ahmad bin Syech Shahab Palembang (ponakan Umar Shahab /fuad Umar Shahab Condet) Alfatehah (SAM)


Imam FPI Lampung: Aksi Tolak UU Omnibus Law Jum'at (16/10/2020) Insya Allah Tertib Dan Sukses

 



Rabu, 14 Oktober 2020

Faktakini.net, Jakarta - Aksi tolak UU Omnibus Law rencananya akan digelar secara damai Jum’at (16/10/2020) mendatang. Berpusat di PKOR Wayhalim dan akan konvoi menuju Bundaran Tugu Adi Pura, Enggal, Bandar Lampung.

Imam Front Pembela Islam (FPI) Lampung Habib Umar Syarif Bin Abdillah Assegaf mengatakan pihaknya akan menggelar aksi semata ingin menjawab dari kegelisahan masyarakat. Selain itu, tugas seorang santri adalah membantu siapapun orang-orang yang terzalimi atau orang-orang lemah.

“Terkait aksi yang akan di gelar esok hari, yakni kita ingin menunjukan solidaritas dan otomatis kita tidak menerima UU Omnibus Law. UU ini sangat-sangat berpotensi melakukan kezaliman secara legal. Potensi yang disahkan oleh UUD, hal tersebut bukan hal yang pantas di negeri kita, negeri yang menjunjung tinggi nilai Ketuhanan Yang Masa Esa, yang mengatakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” kata Habib Umar dalam konferensi pers di Bandar Lampung, Rabu (14/10).

Aksi ini , lanjut Habib Umar, adalah aksi dari solidaritas terkait dengan adanya unjuk rasa. “Adanya UU ini, keadilannya lebih kepada investor dari pada kepada yang lainnya.

“Kami mengharap, meminta, mengajak seluruh element anak bangsa untuk kita ramai-ramai menyuarakan suara dari kesedihan dan kegelisahan dari seluruh umat Indonesia. Kita akan membuat aksi yang damai, sedamai-damainya. Siapapun kalian, apapun perkerjaan kalian Indonesia memanggil,”

Foto: Imam Front Pembela Islam (FPI) Lampung Habib Umar Syarif Bin Abdillah Assegaf

Sumber: radarcom.id




Postingan populer dari blog ini

Pernyataan Sikap FPI, GNPF, PA 212 Dan HRS Center Tentang Penolakan UU Ciptaker

Jum'at, 9 Oktober 2020
Faktakini.net
PERNYATAAN SIKAP BERSAMA  FPI, GNPF ULAMA, PA 212 DAN HRS CENTER TENTANG PENOLAKAN TERHADAP UU CIPTA KERJA 
Mencermati perkembangan politik hukum yang semakin menjauh dari tujuan dan cita-cita nasional sebagaimana diamanatkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar Negara Republik  Indonesia Tahun 1945. Kebijakan penyelenggaraan negara telah menegasikan prinsip kedaulatan  rakyat dan paham negara kesejahteraan (welfare state) dengan mengutamakan kepentingan oligarki kapitalis.
Rezim lebih mengutamakan kepentingan geopolitik Republik Rakyat China (RRC), dengan tetap  mendatangkan TKA yang berpaham Komunis. Tetap menggelar Pilkada ditengah ancaman pandemi Covid-19 demi politik dinasti (feodalisme). Di sisi lain, tindakan penyalahgunaan  kekuasaan (abuse of power), persekusi, intimidasi dan kriminalisasi masih terus berlangsung.  Seiring dengan itu, rezim mengajukan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law)  yang kini telah disahkan menjadi undan…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Video Langka NBC Tahun 1967: Inilah Orang-Orang PKI Pembunuh Para Jendral!

Sabtu, 26 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Dalam laporan khusus NBC News (media Amerika Serikat) tahun 1967 ini, koresponden Ted Yates meliput perjuangan politik, sosial dan ekonomi Indonesia, satu dari negara Asia Tenggara yang baru saja mengalami upaya kudeta. Film Dokumenter ini merupakan satu bagian dari trilogi yang diproduksi oleh Yates.

Klik video: