Langsung ke konten utama

Featured Post

Inilah Susunan Pengurus DPD FPI DKI Jakarta 2020 - 2025, Dibawah Komando IB HRS Siap Berjuang Maksimal

Kamis, 22 Oktober 2020Faktakini.net, Jakarta - Alhamdulillah, inilah Susunan Pengurus DPD FPI DKI Jakarta Periode 2020 - 2025, siap berjuang semaksimal mungkin dibawah komando Imam Besar Habib Rizieq Shihab. Imam : Habib Muchsin bin Zaid Al-Attas1. Untuk Majelis Syuro,Ketua MS : Habib Ali Rido Bin Idrus Hasyim Alatas, M. SiSekretaris MS : KH. Muhammad Nur Sasi, L.CKetua Majelis Syariat : Drs. KH. Sulaiman Rohimin, Ket Majelis Penasehat : H. Abdul Rahman, S.KomKet Majelis Pembina : H. Syafei Taher,  S.AgKet Majelis Pengawas : Ust. Muhammad Nurdin (Ust. Jajang)Ket Majelis Kehormatan : Habib Sholeh bin Muchdor Al-Athos2. TanfidziKetua : Abuya KH. Abdul Majid, S.ESekretaris : Ust. Agus MaulanaBendahara : H. AminullahWakabid Da'wah : Ust. Kasyfun NazirWakabid Hisbah : Ust. Ria SusiloWakabid Jihad : Ust. Mohammad IqbalWakabid Penegakan Khilafah : Ust. Salman Al Farisi GhozaliWakabid Organisasi : Hb. Sahid bin Yahya

HILMI FPI Kalbar Bedah Rumah Ibu Ani Korban Angin Puting Beliung Di Pontianak

 





Jum'at, 16 Oktober 2020

Faktakini.net, Jakarta - Angin puting beliung menerjang sejumlah wilayah di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, pada hari Jumat  malam tanggal 17 juni 2020. Dua Kecamatan dilaporkan terdampak paling parah, yaitu Kecamatan Pontianak Barat dan Kecamatan Pontianak Utara. Setidaknya lebih dari 300 rumah dan sejumlah gedung sekolah mengalami kerusakan ringan hingga kerusakan berat. Selain itu, beberapa pohon dan tiang listrik juga ikut tumbang.

Warga yang terdampak terjangan angin puting beliung diminta untuk mengungsi sementara di Aula Kantor Camat. Kendati tidak ada korban jiwa, banyak juga warga yang mengalami cedera  luka lecet akibat terjatuh dan tertimpa reruntuhan bangunan.

Korban angin putting beliung tersebut mendapatkan bantuan dari Pemerintah Daerah berupa material bangunan seperti atap seng, kayu kasau untuk ratusan bangunan rumah milik warga yang atapnya rusak akibat diterjang angin puting beliung tersebut. Di wilayah area yang terdampak paling parah mengalami padam listrik disebabkan banyaknya tiang listrik yang tumbang.

DPD HILMI FPI Kalimantan Barat membantu seorang Ibu yang rumahnya mengalami dampak kerusakan berat dan parah. Rumah Ibu Ani tersebut roboh. Rumah Ibu Ani yang terletak di Jalan Komodor Yos Sudarso Komplek UKA Jalur 5 Pontianak Barat. Rumah tersebut berada di atas sungai dan berupa rumah panggung.

Ibu Ani merupakan seorang Janda yang tidak mampu. Sehingga DPD HIMI FPI Kalimantan Barat memfokuskan bantuan kepada Ibu Ani dan berupaya untuk membangun kembali rumah tersebut. Karena korban terdampak lainnya yang mengalami kerusakan ringan telah mendapatkan bantuan dari Pemerintah Daerah.

Pengerjaan rumah Ibu Ani dimulai pada hari Sabtu tanggal 25 Juli 2020 hingga selesai pada tanggal 11 Oktober 2020. Pengerjaan berlangsung kurang lebih selama 3 bulan. Tim yang terlibat langsung pengerjaan bedah rumah Ibu Ani semuanya anggota Hilmi. Proses pengerjaan hanya bisa dilakukan pada hari Sabtu dan Minggu, dikarenakan kesibukan masing-masing anggota. Tim dipimpin oleh saudara Gugun dan Rivana.

Alhamdulilah selama proses pengerjaan bedah rumah Ibu Ani, Rukun Tetangga dan masyarakat sekitar banyak yang membantu proses pengerjaan rumah tersebut. Rumah Ibu Ani, berukuran 4 x 6 meter posisi rumah tersebut di atas air sungai. Dikarenakan hanya dikerjakan pada hari Sabtu dan Minggu, kesuluruhan waktu pengerjaan memakan waktu 24 hari dalam rentang waktu 3 bulan.

Pendanaan untuk melakukan pembangunan rumah Ibu Ani, diperoleh dari para Donatur, para Simpatisan dan Anggota HILMI. Bantuan berupa material dan sejumlah uang. Alhamdulillah rumah tersebut telah diserahterimakan kepada Ibu Ani.

Sumber: Sekretaris DPD HILMI Kalimantan Barat Bulyan.
















Postingan populer dari blog ini

Pernyataan Sikap FPI, GNPF, PA 212 Dan HRS Center Tentang Penolakan UU Ciptaker

Jum'at, 9 Oktober 2020
Faktakini.net
PERNYATAAN SIKAP BERSAMA  FPI, GNPF ULAMA, PA 212 DAN HRS CENTER TENTANG PENOLAKAN TERHADAP UU CIPTA KERJA 
Mencermati perkembangan politik hukum yang semakin menjauh dari tujuan dan cita-cita nasional sebagaimana diamanatkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar Negara Republik  Indonesia Tahun 1945. Kebijakan penyelenggaraan negara telah menegasikan prinsip kedaulatan  rakyat dan paham negara kesejahteraan (welfare state) dengan mengutamakan kepentingan oligarki kapitalis.
Rezim lebih mengutamakan kepentingan geopolitik Republik Rakyat China (RRC), dengan tetap  mendatangkan TKA yang berpaham Komunis. Tetap menggelar Pilkada ditengah ancaman pandemi Covid-19 demi politik dinasti (feodalisme). Di sisi lain, tindakan penyalahgunaan  kekuasaan (abuse of power), persekusi, intimidasi dan kriminalisasi masih terus berlangsung.  Seiring dengan itu, rezim mengajukan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law)  yang kini telah disahkan menjadi undan…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Video Langka NBC Tahun 1967: Inilah Orang-Orang PKI Pembunuh Para Jendral!

Sabtu, 26 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Dalam laporan khusus NBC News (media Amerika Serikat) tahun 1967 ini, koresponden Ted Yates meliput perjuangan politik, sosial dan ekonomi Indonesia, satu dari negara Asia Tenggara yang baru saja mengalami upaya kudeta. Film Dokumenter ini merupakan satu bagian dari trilogi yang diproduksi oleh Yates.

Klik video: