Langsung ke konten utama

Featured Post

Jadwal dan Bacaan Niat puasa Ayyamul Bidh, Mulai Jum'at 13 Rabiul Awal 1442 H/ 30 Oktober 2020

Jum'at, 30 Oktober 2020Faktakini.net, Jakarta - Jadwal dan bacaan niat puasa Ayyamul Bidh, doa buka puasa, mulai 30 Oktober 2020.Ibadah puasa Ayyamul Bidh juga memiliki banyak keutamaan.Puasa Ayyamul Bidh harus dilaksanakan selama 3 hari berturut-turut.Umat Muslim disarankan untuk menunaikan puasa Ayyamul Bidh bulan Rabiul Awal 1442 H.Ayyamul Bidh sendiri adalah puasa yang bisa dilakukan di pertengahan bulan Hijriah.Ibadah ini jatuh pada hari ke-13, 14, dan 15 Hijriah tiap bulannya.Disebut puasa Ayyamul Bidh karena pada 3 hari itulah bulan bersinar terang, sehingga malam tampak putih bercahaya.Berikut beberapa dalil yang menjelaskan tentang anjuran Puasa Ayyamul Bidh:Hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,أَوْصَانِى خَلِيلِى بِثَلاَثٍ لاَ أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوتَ صَوْمِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ، وَصَلاَةِ الضُّحَى ، وَنَوْمٍ عَلَى وِتْرٍ“Kekasihku (yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) mewasiatkan padaku tiga nasehat yang aku tidak meningg…

Gunakan Mobil Dinas TNI AD, Ahon Si Aseng Diperiksa Polisi Militer



Ahad, 4 Oktober 2020

Faktakini.net, Jakarta - Komandan Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Danpuspomad) Letjen Dodik Wijanarko, mengungkapkan, warga sipil yang mengemudikan mobil dinas Fortuner milik TNI AD atas nama Suherman Winata alias Ahon sudah diperiksa di Markas Puspomad.

Adapun kendaraan warna hijau yang digunakan Ahon dengan nomor registrasi 3688-34 turut diamankan, dan kini diparkir di Markas Puspomad. Menurut Dodik, mobil itu memang milik Puspomad yang dipinjampakaikan kepada Kolonel Cpm (Purn) Bagus Heru Sucahyo, yang juga meminjamkan kepada Ahon. Kolonel Bagus memang terakhir berdinas di Puspomad, sebelum pensiun.

Kemudian, mobil itu digunakan Ahon untuk membeli makanan di sebuah toko di Jakarta, belum lama ini, hingga viral di media sosial (medsos). Apalagi, Ahon sempat mengaku sebagai anggota TNI aktif.

"Terhadap Kolonel (Purn) Bagus Heru, karena berdomisili di Bandung, yang bersangkutan menyanggupi akan hadir pada hari Senin tanggal 5 Oktober 2020 untuk dimintai keterangan serta memperlihatkan kelengkapan surat kendaraan (BPKB dan STNK)," kata Dodik di Jakarta, Sabtu (3/10/2020).

Dodik melanjutkan, apabila nanti dari semua hasil penyelidik didapatkan suatu bukti awal pelanggaran hukum maka yang bersalah akan diproses tegas sesuai hukum yang berlaku. Pihaknya menjanjikan kasus itu diusut sampai tuntas.

Sebelumnya, viral video warga keturunan Cina yang mengaku sebagai prajurit TNI aktif mendatangi rumah makan dengan menggunakan mobil dinas Fortuner dengan plat milik TNI AD. Juga tersebar foto Ahon di media sosial (medsos) berpose di samping mobil dinas dengan noreg 3688-34. Hanya saja, jenis plat yang terpasang berbeda dengan yang terekam di video yang viral, karena yang satu plat resmi dan satunya plat timbul.

Dalam video, Ahon si Aseng yang memakai kaus oblong warna putih dan celana pendek turun dari mobil menuju ke sebuah warung untuk membeli makanan.

Sontak kedatangan orang itu menghebohkan seorang warga yang langsung merekam sebagai bukti penyalahgunaan penggunaan mobil dinas.

Hanya saja, Ahon pada awalnya mengaku sebagai anggota TNI tidak terima dipermasalahkan sang perekam. “Kenapa lu tanya gua? Yang boleh tanya gua itu polisi militer,” ujar laki-laki tersebut sembari masuk mobil dinas TNI AD tersebut.

Dari rekaman, terlihat di belakang pengemudi terdapat pakaian dinas harian (PDH) TNI AD dengan tanda kepangkatan Kapten.

Sumber: Republika.co.id

...

https://www.facebook.com/1699378466992412/posts/2687661984830717/

PRESS RELEASE
SABTU, 3 OKTOBER 2020

ASSALAMUALAIKUM WR. WB.
SALAM SEJAHTERA UNTUK KITA SEMUA.
SELAMAT SIANG/SORE.
PADA KESEMPATAN INI
PUSPOMAD
AKAN
MENYAMPAIKAN KLARIFIKASI TERKAIT VIDEO VIRAL
TENTANG KENDARAAN FORTUNER PLAT DINAS NOMOR
REGISTRASI 3688-34 WARNA HIJAU ARMY YANG
DIKENDARAI OLEH MASYARAKAT SIPIL ATAS NAMA SDR.
SUHERMAN WINATA ALIAS AHON, YANG SEHARUSNYA
MEREKA MENGERTI BAHWA KENDARAAN TERSEBUT
TIDAK BERHAK MEREKA GUNAKAN.
KLARIFIKASI AKAN SAYA SAMPAIKAN SBB :

1. BAHWA BENAR KENDARAAN TOYOTA FORTUNER
WARNA HIJAU ARMY NOMOR REGISTRASI 3688-34
ADALAH NOMOR REGISTRASI PUSPOMAD, NAMUN
KENDARAAN TERSEBUT
BUKAN
MERUPAKAN
KENDARAAN ORGANIK PUSPOMAD. DARI HASIL
PEMERIKSAAN PENDAHULUAN NOMOR REGISTRASI
KENDARAAN TERSEBUT DIPINJAM PAKAIKAN KEPADA
KOLONEL CPM (PURN) BAGUS HERU SUCAHYO MULAI
TAHUN 2017 SAMPAI DENGAN SAAT INI ATAS
PERMOHONAN DARI YANG BERSANGKUTAN.
PERLU DIKETAHUI BAGI PARA PURNAWIRAWAN
POLISI MILITER MASIH DIBERIKAN IJIN PINJAM PAKAI
NOMOR REGISTRASI UNTUK DIGUNAKAN DALAM
BATAS WAKTU DAN KAPASITAS TERTENTU TETAPI
TIDAK BOLEH DIGUNAKAN OLEH ORANG LAIN YANG
TIDAK BERHAK.

2. PADA KESEMPATAN INI PULA KAMI TIDAK LUPA
MENGUCAPKAN TERIMAKASIH
DAN APRESIASI
KEPADA MASYARAKAT YANG PEDULI TERHADAP TNI
AD DALAM MENJAGA CITRA TNI AD SEPERTI SDR.
VINSEN DAN SDR. ROHMAN, YANG KESEHARIANNYA
BERPROFESI SEBAGAI
WARTAWAN
SOTAR￾DUGANNEWS.COM.

3. BAHWA SDR. SUHERMAN WINATA ALIAS AHON
SUDAH DIMINTAI KETERANGAN DI MAPUSPOMAD DAN
KENDARAAN FORTUNER PLAT DINAS NOMOR
REGISTRASI 3688-34 WARNA HIJAU ARMY SERTA
PLAT NOMOR REGISTRASI SUDAH DIAMANKAN.
TERHADAP KOLONEL CPM (PURN) BAGUS HERU
SUCAHYO KARENA BERDOMISILI DI BANDUNG YANG
BERSANGKUTAN MENYANGGUPI AKAN HADIR PADA
HARI SENIN TANGGAL 5 OKTOBER 2020 UNTUK
DIMINTAI KETERANGAN SERTA MEMPERLIHATKAN
KELENGKAPAN SURAT KENDARAAN (BPKB DAN
STNK).

4. APABILA NANTI DARI SEMUA HASIL PENYELIDIKAN
DIDAPATKAN SUATU BUKTI AWAL PELANGGARAN
HUKUM AKAN DIPROSES DENGAN TEGAS SESUAI
HUKUM YANG BERLAKU.
DEMIKIAN PERS RELEASE YANG DAPAT KAMI
SAMPAIKAN, TERIMAKASIH.
WASSALAMUALAIKUM WR. WB,
SALAM SEJAHTERA UNTUK KITA SEMUA, SELAMAT
SIANG/SORE.

JAKARTA, 03 OKTOBER 2020

DANPUSPOMAD

#TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat

Klik video:


Postingan populer dari blog ini

Pernyataan Sikap FPI, GNPF, PA 212 Dan HRS Center Tentang Penolakan UU Ciptaker

Jum'at, 9 Oktober 2020
Faktakini.net
PERNYATAAN SIKAP BERSAMA  FPI, GNPF ULAMA, PA 212 DAN HRS CENTER TENTANG PENOLAKAN TERHADAP UU CIPTA KERJA 
Mencermati perkembangan politik hukum yang semakin menjauh dari tujuan dan cita-cita nasional sebagaimana diamanatkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar Negara Republik  Indonesia Tahun 1945. Kebijakan penyelenggaraan negara telah menegasikan prinsip kedaulatan  rakyat dan paham negara kesejahteraan (welfare state) dengan mengutamakan kepentingan oligarki kapitalis.
Rezim lebih mengutamakan kepentingan geopolitik Republik Rakyat China (RRC), dengan tetap  mendatangkan TKA yang berpaham Komunis. Tetap menggelar Pilkada ditengah ancaman pandemi Covid-19 demi politik dinasti (feodalisme). Di sisi lain, tindakan penyalahgunaan  kekuasaan (abuse of power), persekusi, intimidasi dan kriminalisasi masih terus berlangsung.  Seiring dengan itu, rezim mengajukan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law)  yang kini telah disahkan menjadi undan…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Video Langka NBC Tahun 1967: Inilah Orang-Orang PKI Pembunuh Para Jendral!

Sabtu, 26 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Dalam laporan khusus NBC News (media Amerika Serikat) tahun 1967 ini, koresponden Ted Yates meliput perjuangan politik, sosial dan ekonomi Indonesia, satu dari negara Asia Tenggara yang baru saja mengalami upaya kudeta. Film Dokumenter ini merupakan satu bagian dari trilogi yang diproduksi oleh Yates.

Klik video: