Langsung ke konten utama

Featured Post

Pernyataan FPI Aceh Terkait Penusukan Terhadap Ulama Saat Ceramah Maulid Di Aceh

Sabtu, 31 Oktober 2020Faktakini.net, Jakarta - Pernyataan FPI Aceh Terkait Penusukan Terhadap Ulama Saat Ceramah Maulid Di Aceh

BHF DKI Laporkan Akun Penista Agama Islam Di SPKT Polda Metro Jaya




Senin, 5 Oktober 2020

Faktakini.net, Jakarta - Hari ini, Senin (5/10/2020) BHF - FPI DKI mendampingi klien  untuk melaporkan Akun Twitter dan Instagram yang bernama @hanna_open_bo dan real_farhannah_.santoso yang telah melakukan dugaan tindak pidana Ujaran Kebencian di Media Sosial (Twitter dan Instagram) dan Penodaan Agama di SPKT Polda Metro Jaya, Jakarta.

Berikut ini pernyataan Aziz Yanuar SH salah satu pengacara BHF yang diterima oleh Faktakini.net, Senin (5/10/2020) pukul 14.45 WIB.

*Press Release Bantuan Hukum Front Terkait Laporan Tindak Pidana Ujaran Kebencian di Media Sosial dan Penodaan Agama*

Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh

Alhamdulillah hari ini (Senin,05/10/2020) Bantuan Hukum Front (BHF) FPI DKI JAKARTA mendampingi klien kami untuk melaporkan Akun Twitter dan Instagram yang bernama *@hanna_open_bo dan real_farhannah_.santoso* yang telah melakukan dugaan tindak pidana Ujaran Kebencian di Media Sosial (Twitter dan Instagram) dan Penodaan Agama. Postingan yang kami laporkan di ketahui diunggah Mulai dari  tanggal 26 September 2020 di akun Twitter dan Tanggal 22 September 2020 di akun Instagramnya.

Alhamdulillah saat ini kami sudah melakukan pelaporan terkait kejadian tersebut di SPKT Polda Metro Jaya dan diterima dengan sangkaan Pasal 156a KUHP dan Pasal 28 ayat 2 UU No 11 Tahun 2011 Tentang ITE jo Pasal 45 ayat 2 UU No 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU No 11 Tahun 2011 tentang ITE.

Terkait hal tersebut, juga maraknya Ujaran Kebencian dan Penodaan Agama lainnya yang terjadi Media Sosial, perlu kami sampaikan hal-hal sebagai berikut:

1. Memberikan apresiasi kepada Kepolisian Republik Indonesia yang menerima laporan kami atas dugaan Tindak Pidana Ujaran Kebencian di Media Sosial dan Penodaan Agama;

2. Meminta kepada Kepolisian Republik Indonesia khususnya Kepolisian Polda Metro Jaya untuk menindaklanjuti laporan kami dan segera menangkap terlapor guna meredam kemarahan umat atas perbuatan terlapor;

3. Meminta kepada Kepolisian Republik Indonesia untuk menindak tegas segala bentuk ujaran kebencian dan penodaan agama di media sosial yang dapat menghancurkan harmonisasi kehidupan antar anak bangsa;

4. Menghimbau kepada pemangku kebijakan dalam hal ini Kemkominfo dan Kepolisian Republik Indonesia mencari cara untuk mengatasi maraknya Ujaran Kebencian di Media Sosial dan Penodaan Agama yang sangat mengancam kerukunan hidup anak bangsa;

5. Mengajak seluruh elemen anak bangsa untuk menggunakan media sosial dengan bijak, dan tidak segan melaporkan bila menemukan ujaran kebencian dan penodaan agama di media sosial guna menjaga kehidupan berbangsa dan bernegara yang rukun.

Demikian pers release ini kami sampaikan. Atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih.

Tim Kuasa Hukum
Bantuan Hukum Front

Rinaldi  Putra, Sumadi Atmadja, Hendy Noviandy & Reynaldi Syahputra

Postingan populer dari blog ini

Pernyataan Sikap FPI, GNPF, PA 212 Dan HRS Center Tentang Penolakan UU Ciptaker

Jum'at, 9 Oktober 2020
Faktakini.net
PERNYATAAN SIKAP BERSAMA  FPI, GNPF ULAMA, PA 212 DAN HRS CENTER TENTANG PENOLAKAN TERHADAP UU CIPTA KERJA 
Mencermati perkembangan politik hukum yang semakin menjauh dari tujuan dan cita-cita nasional sebagaimana diamanatkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar Negara Republik  Indonesia Tahun 1945. Kebijakan penyelenggaraan negara telah menegasikan prinsip kedaulatan  rakyat dan paham negara kesejahteraan (welfare state) dengan mengutamakan kepentingan oligarki kapitalis.
Rezim lebih mengutamakan kepentingan geopolitik Republik Rakyat China (RRC), dengan tetap  mendatangkan TKA yang berpaham Komunis. Tetap menggelar Pilkada ditengah ancaman pandemi Covid-19 demi politik dinasti (feodalisme). Di sisi lain, tindakan penyalahgunaan  kekuasaan (abuse of power), persekusi, intimidasi dan kriminalisasi masih terus berlangsung.  Seiring dengan itu, rezim mengajukan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law)  yang kini telah disahkan menjadi undan…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Video Langka NBC Tahun 1967: Inilah Orang-Orang PKI Pembunuh Para Jendral!

Sabtu, 26 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Dalam laporan khusus NBC News (media Amerika Serikat) tahun 1967 ini, koresponden Ted Yates meliput perjuangan politik, sosial dan ekonomi Indonesia, satu dari negara Asia Tenggara yang baru saja mengalami upaya kudeta. Film Dokumenter ini merupakan satu bagian dari trilogi yang diproduksi oleh Yates.

Klik video: