Langsung ke konten utama

Featured Post

Jadwal dan Bacaan Niat puasa Ayyamul Bidh, Mulai Jum'at 13 Rabiul Awal 1442 H/ 30 Oktober 2020

Jum'at, 30 Oktober 2020Faktakini.net, Jakarta - Jadwal dan bacaan niat puasa Ayyamul Bidh, doa buka puasa, mulai 30 Oktober 2020.Ibadah puasa Ayyamul Bidh juga memiliki banyak keutamaan.Puasa Ayyamul Bidh harus dilaksanakan selama 3 hari berturut-turut.Umat Muslim disarankan untuk menunaikan puasa Ayyamul Bidh bulan Rabiul Awal 1442 H.Ayyamul Bidh sendiri adalah puasa yang bisa dilakukan di pertengahan bulan Hijriah.Ibadah ini jatuh pada hari ke-13, 14, dan 15 Hijriah tiap bulannya.Disebut puasa Ayyamul Bidh karena pada 3 hari itulah bulan bersinar terang, sehingga malam tampak putih bercahaya.Berikut beberapa dalil yang menjelaskan tentang anjuran Puasa Ayyamul Bidh:Hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,أَوْصَانِى خَلِيلِى بِثَلاَثٍ لاَ أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوتَ صَوْمِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ، وَصَلاَةِ الضُّحَى ، وَنَوْمٍ عَلَى وِتْرٍ“Kekasihku (yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) mewasiatkan padaku tiga nasehat yang aku tidak meningg…

Bertahan Hingga Malam Di Alun-Alun Purwokerto, Massa Aksi Tolak UU Cilaka Dibubarkan Aparat

 




Jum'at, 16 Oktober 2020

Faktakini.net, Jakarta - Gelombang aksi penolakan terhadap UU Cilaka (Cipta Lapangan Kerja) atau Omnibus Law terus meluas di berbagai kota, termasuk di Purwokerto, Jawa Tengah. 

Ratusan orang yang tergabung dalam Serikat Masyarakat Bergerak (Semarak), hingga Kamis (15/10/2020) malam sempat bertahan di Alun-alun Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, sebelum akhirnya dibubarkan aparat. 

Massa yang terdiri atas mahasiswa dan ormas mendesak Bupati Achmad Husein dan DPRD Banyumas menandatangani surat pernyataan menolak Undang-undang (UU) Cipta Kerja atau Omnibus Law.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, massa berkumpul di depan lintu gerbang Kantor Bupati dan gedung DPRD Banyumas.

Selepas Maghrib, massa berorasi yang dilanjutkan dengan menyanyi bersama dan pembacaan puisi.

Aksi unjuk rasa hari ini merupakan yang ketiga kalinya berlangsung di Purwokerto.

Sebelumnya aksi serupa digelar di alun-alun untuk menuntut DPRD Banyumas menolak omnibus law, Kamis (8/10/2020).

Aksi serupa juga digelar di beberapa titik, Senin (13/10/2020).

Diberitakan sebelumnya, massa dari Semarak menggelar unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja di Alun-alun Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Kamis (15/10/2020).

Unjuk rasa ini diawali dengan mengibarkan bendera merah putih setengah tiang di alun-alun. Kemudian dilanjutkan dengan menggelar shalat ashar berjemaah dan doa bersama.

Koordinator Lapangan Fakhrul Firdausi dalam orasinya menuntut Bupati Banyumas Achmad Husein menandatangani surat pernyataan menolak UU Cipta Kerja.

"Omnibus law ini cacat materil dan formil," kata Fakhrul.

Aparat kepolisian membubarkan aksi mahasiswa yang menolak Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja menggunakan water cannon dan gas air mata di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada Kamis (15/10). 

Massa aksi tiba di depan Gedung DPRD Banyumas sekitar pukul 14.00 WIB. Setelah itu mereka menyampaikan orasi yang berisi penolakan terhadap beleid yang telah disahkan oleh DPR tersebut.

Lugas Ichtiar, salah satu mahasiswa peserta demo, mengungkapkan salah seorang rekannya yang lemas sempat diamankan oleh aparat di tengah aksi.

"Ada teman kami yang diamankan ke dalam. Kami tidak mau mundur selama teman kami tidak dikembalikan. Setelah terjadi lobi-lobi, kami minta aparat mengeluarkan teman kami," ujar kepada CNNIndonesia.com, Kamis (15/10).

Aparat kemudian mengembalikan rekan Lugas. Massa mulai ditarik mundur sekitar pukul 19.28 WIB. Pada pukul 20.00 WIB, aparat mulai menembakkan water canon untuk memukul mundur massa. Selang 5 menit, gas air mata mulai ditembakkan. Massa akhirnya menarik diri pada pukul 20.15 WIB.

"Jadi, bukan karena diawali dengan kericuhan. Kami tetap bikin border di depan tetapi polisi menginginkan kami untuk bubar dengan cara menggunakan water cannon dan gas air mata," ujarnya.

Dikutip dari Antara, Kepala Polresta Banyumas Komisaris Besar Polisi Whisnu Caraka mengatakan pihaknya menyiagakan sekitar 1.000 personel untuk mengamankan aksi unjuk rasa tersebut.

"Untuk pengamanan, kami melibatkan semua unsur, dari Polri ada, dari TNI ada, dari pemerintah daerah juga ada," jelas Wishnu.

Menurut dia, hal itu dilakukan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi seiring dengan pelaksanaan unjuk rasa tersebut.

Lima pelajar STM  diamankan polisi pasca aksi unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja di kawasan Pemkab Banyumas. Mereka dinilai melakukan provokasi.

Hal itu dikatakan Kapolresta Banyumas Kombes Whisnu Caraka.

“Kami bubarkan aksi karena kami sudah memberi peringatan sejak maghrib. Kami berikan kesempatan sampai pukul 20.00 tetapi tidak bubar juga dan sudah mengganggu. Lima anak ini anak STM yang diduga memprovokasi,” katanya.

Kelima anak tersebut saat ini diberikan pembinaan. “Tidak ada mahasiswa yang kami amankan. Mereka anak-anak STM ini kami lakukan pembinaan dan kami beritahukan pada orang tua mereka. Nantinya mereka dijemput,” katanya

Sumber: kompas.com, radarbanyumas.co.id dan lainnya

Postingan populer dari blog ini

Pernyataan Sikap FPI, GNPF, PA 212 Dan HRS Center Tentang Penolakan UU Ciptaker

Jum'at, 9 Oktober 2020
Faktakini.net
PERNYATAAN SIKAP BERSAMA  FPI, GNPF ULAMA, PA 212 DAN HRS CENTER TENTANG PENOLAKAN TERHADAP UU CIPTA KERJA 
Mencermati perkembangan politik hukum yang semakin menjauh dari tujuan dan cita-cita nasional sebagaimana diamanatkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar Negara Republik  Indonesia Tahun 1945. Kebijakan penyelenggaraan negara telah menegasikan prinsip kedaulatan  rakyat dan paham negara kesejahteraan (welfare state) dengan mengutamakan kepentingan oligarki kapitalis.
Rezim lebih mengutamakan kepentingan geopolitik Republik Rakyat China (RRC), dengan tetap  mendatangkan TKA yang berpaham Komunis. Tetap menggelar Pilkada ditengah ancaman pandemi Covid-19 demi politik dinasti (feodalisme). Di sisi lain, tindakan penyalahgunaan  kekuasaan (abuse of power), persekusi, intimidasi dan kriminalisasi masih terus berlangsung.  Seiring dengan itu, rezim mengajukan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law)  yang kini telah disahkan menjadi undan…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Video Langka NBC Tahun 1967: Inilah Orang-Orang PKI Pembunuh Para Jendral!

Sabtu, 26 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Dalam laporan khusus NBC News (media Amerika Serikat) tahun 1967 ini, koresponden Ted Yates meliput perjuangan politik, sosial dan ekonomi Indonesia, satu dari negara Asia Tenggara yang baru saja mengalami upaya kudeta. Film Dokumenter ini merupakan satu bagian dari trilogi yang diproduksi oleh Yates.

Klik video: