Langsung ke konten utama

Featured Post

Ribuan Umat Hadiri Acara Maulid Nabi Dan Peringatan Hari Santri Di Pabuaran Sukabumi

Kamis, 22 Oktober 2020
Faktakini.net, Jakarta - Pada hari Kamis (22/10/2020) malam, berlangsung acara Maulid Nabi Muhammad SAW dan Memperingati Hari Santribdi Lapangan Puncak Tugu,  Kec.Pabuaran, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.  
Dalam kegiatan yang dikawal oleh Laskar FPI Kabupaten Sukabumi ini, hadir para Ulama, Habaib dan Tokoh Masyarakat setempat beserta ribuan warga masyarakat. 
Ketua Bidang Organisasi DTN PA 212, KH Abdul Qohar Al-Qudsyi. Lc turut hadir dalam acara ini dan memberikan ceramahnya. Kyai Qohar mengajak umat Islam untuk bersatu dan istiqomah di bawah komando Imam Besar Habib Rizieq Shihab.
Saat Kyai Qohar sedang memberikan ceramahnya, Tiba-tiba listrik mati, entah kenapa. Para jamaah pun sempat bertanya-tanya apakah kejadian ini alami ataukah ada sabotase pihak tertentu.
Namun alhamdulillah hal ini tidak mengurangi semangat para hadirin bahkan ribuah jamaah bersholawat bersama-sama, dan kemudian listrik bisa dinyalakan kembali dengan menggunakan genset.



Klik video:




Beberapa Fakta Tentang Film Pengkhianatan G 30 S/PKI



Senin, 5 Oktober 2020

Faktakini.net

FAKTA SEPUTAR FILM G30S/PKI :

-Film ini menjadi film dengan masa pembuatan yang terlama di zamannya.Lebih kurang 2 tahun lebih dari mulai riset mendetail,penggodokan naskah,pemilihan pemain yang mirip dan pas sampai proses syuting yang dibuat penuh kehati-hatian yang memakan waktu 1 tahun.Dimulai dari riset di tahun 1981,syuting pada tahun 1982 hingga 1983 dan baru diedar di bioskop seluruh Indonesia pada tahun 1984.

-Menghabiskan budget yang terbesar di zamannya,yang didanai oleh pemerintah kala itu yakni 800 juta rupiah.Jumlah yang fantastis kala itu karna pada masa itu produksi film tidak sampai 100 juta.

-Menjadi film paling box office pada masanya.Dan meraup banyak keuntungan fantastis melampaui film-film box office Indonesia sebelumnya.Bahkan banyak pengusaha bioskop yang panen rezeki besar-besaran karena seluruh murid sekolah di seluruh indonesia diwajibkan menonton film ini dengan uang sendiri.

-Film dengan jumlah pemain terbesar pada masanya yakni melibatkan lebih kurang 10.000 pemain baik dari kalangan artis professional,seniman panggung,budayawan,jurnalis,akademisi,kalangan militer dan masyarakat sipil.Untuk pemeran Suharto,Presiden Suharto sendiri yang memilih Amoroso Katamsi menjadi pemeran dirinya dari beberapa calon pemeran saat itu.Dan untuk pemeran Sukarno,Umar Khayam terpilih dari belasan calon pemeran Sukarno dengan postur saat Sukarno tahun 60an.Yang unik adalah pemeran DN.Aidit yakni Syubah Asa yang merupakan wartawan tempo des agama dan merupakan seorang ketua dewan mesjid kala itu.Peran yang bertolak belakang dengan tokoh aslinya DN.Aidit yang komunis.

-Pemeran Ade Irma Suryani merupakan putri dari aktor Frans Tumbuan dan artis Rima Melati yakni Keke Tumbuan.Butuh pendampingan secara psikologis bagi Keke yang berusia 5 tahun kala itu saat adegan penculikan di rumah jendral AH. Nasution hingga ia tertembak agar tidak menimbulkan trauma.Ibu Nasution sangat sedih dan seperti melihat sosok Ade Irma Suryani pada Keke Tumbuan saat syuting di rumah jendral AH.Nasution.

-Sang sutradara yakni Arifin C.Noor dipilih untuk menyutradarai proyek film besar ini atas pertimbangan karna sosok beliau yang independent disamping kapabilitas dan pengalamannya dalam membuat film yang bagus.

-Menjadi film yang menggunakan banyak sekali lokasi syuting yang berpindah-pindah set dan pengadaan properti yang sangat banyak dari mulai bangunan,gedung,kenderaan sipil maupun militer,barang-barang antik dan pembuatan kostum yang berjumlah ribuan yang bersetting tahun 60an.

-Film ini juga menuntut pengadaan alutsista seperti kenderaan militer,senjata dan pembuatan kostum militer,kostum pemuda rakyat dan gerwani era orde lama tahun 60an yang berjumlah hampir ribuan.

-Karna pada saat syuting lokasinya sudah berubah jadi monumen dan museum,kawasan lubang buaya tiruan dibuat di kawasan kebun karet di Cibubur Jakarta Timur dengan membangun kemiripan lokasi sedetail mungkin dan rumah penyiksaan dengan rumah asli di daerah lubang buaya yang sebenarnya di tahun 65.Demikian juga untuk gedung RRI Jakarta yang sudah berubah bentuk,tim artistik menggunakan gedung RRI tiruan di Jawa Barat.

-Seluruh syuting adegan penculikan para jendral di lakukan di lokasi rumah yang sama dengan rumah kejadian dan dengan properti yang dibikin sama dan juga pakaian yang sama dan proses syuting juga disaksikan serta dipandu oleh para saksi yakni para keluarga jendral kecuali rumah Jendral Suprapto yang sudah berubah sehingga syuting dilakukan di studio outdoor.Dan untuk setiap rumah para jendral menghabiskan masa syuting satu minggu untuk adegan malam penculikannya.

-Film ini juga menggunakan pemeran asli yang ada saat peristiwa g30s yakni pembantu jendral Ahmad Yani dan penyiar RRI Dahri Oskandar.Mereka berdua memerankan diri mereka sendiri persis seperti saat kejadian.Tapi ada sumber mengatakan pemeran pembantu di rumah jendral Ahmad Yani adalah pemain film professional.

-Para tentara yang melakukan penculikan maupun rombongan tentara yang berjumlah ratusan yang berjaga di luar rumah para jendral serta tentara yang berada di lubang buaya,gedung kostrad,istana presiden,bandara Halim Perdana Kusuma dan lokasi lainnya sebagian besar diperankan oleh militer asli dan sebagian lagi para pemain film professional.

-Film ini meraih banyak nominasi piala Citra termasuk nominasi film terbaik pada Festival Film Indonesia tahun 1984.Dan menjadi film dengan pencapaian karya sinematik yang fenomenal dan spektakular yang mampu membuat penontonnya merasa menonton dokumentasi asli dan memberi dampak horor dan trauma hingga kini.

-Para aktor yang memerankan para jendral yang diculik serta satu perwira,saat syuting di luang buaya,benar-benar dimasukkan sungguhan pada lubang sumur dan benar-benar dimake up jadi mayat yang rusak yang ditarik dari dalam sumur dan kemudian dimasukkan ke dalam peti jenazah.Sebagian sumber mengatakan mayat jendral yang diangkat dari lubang buaya adalah manequin atau patung.

-Lagu pembuka dalam film ini yang sebelumnya memakai lagu The Beatles,karna liriknya dianggap pemerintah kala itu tidak sesuai,akhirnya diganti dengan lagu Bis Sekolah karya Koes Plus.


Postingan populer dari blog ini

Pernyataan Sikap FPI, GNPF, PA 212 Dan HRS Center Tentang Penolakan UU Ciptaker

Jum'at, 9 Oktober 2020
Faktakini.net
PERNYATAAN SIKAP BERSAMA  FPI, GNPF ULAMA, PA 212 DAN HRS CENTER TENTANG PENOLAKAN TERHADAP UU CIPTA KERJA 
Mencermati perkembangan politik hukum yang semakin menjauh dari tujuan dan cita-cita nasional sebagaimana diamanatkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar Negara Republik  Indonesia Tahun 1945. Kebijakan penyelenggaraan negara telah menegasikan prinsip kedaulatan  rakyat dan paham negara kesejahteraan (welfare state) dengan mengutamakan kepentingan oligarki kapitalis.
Rezim lebih mengutamakan kepentingan geopolitik Republik Rakyat China (RRC), dengan tetap  mendatangkan TKA yang berpaham Komunis. Tetap menggelar Pilkada ditengah ancaman pandemi Covid-19 demi politik dinasti (feodalisme). Di sisi lain, tindakan penyalahgunaan  kekuasaan (abuse of power), persekusi, intimidasi dan kriminalisasi masih terus berlangsung.  Seiring dengan itu, rezim mengajukan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law)  yang kini telah disahkan menjadi undan…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Video Langka NBC Tahun 1967: Inilah Orang-Orang PKI Pembunuh Para Jendral!

Sabtu, 26 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Dalam laporan khusus NBC News (media Amerika Serikat) tahun 1967 ini, koresponden Ted Yates meliput perjuangan politik, sosial dan ekonomi Indonesia, satu dari negara Asia Tenggara yang baru saja mengalami upaya kudeta. Film Dokumenter ini merupakan satu bagian dari trilogi yang diproduksi oleh Yates.

Klik video: