Langsung ke konten utama

Featured Post

Hari Kedua, FPI Purworejo Turunkan Laskar Bantu Korban Longsor Di Kalijering Pituruh

Selasa, 27 Oktober 2020Faktakini.net, Jakarta -  Relawan FPI Purworejo hari ini Selasa, 27 Oktober 2020 masih terus turun membantu korban banjir dan longsor diwilayah terparah Desa Kalijering kecamatan Pituruh. FPI bersama beberapa relawan kemanusiaan seperti KJB dan S3 Purworejo turun langsung membantu meringankan beban korban yang selamat dan beberapa luka-luka. Selain membuka akses jalan yang berlumuran lumpur parah para Laskar terlihat membawa nasi bungkus untuk para korban, obat-obatan, baju, dan berbagai bantuan lainnya. Untuk para dermawan yang mau ikut membantu meringankan korban yang ditaksir kerugiannya mencapai milyaran rupiah bisa menghubungi Bendahara DPW FPI Purworejo Ir. Muhammad Mansur di Nomor wa +62 853-7784-2497. Demikian Kontributor LIF Purworejo Melaporkan.




Klik video:


Basarah: Al Fatih Tokoh Asing Tak Perlu Dibaca, Tengku: Lama-Lama Kalian Bilang Nabi Muhammad Itu Tokoh Asing!



Senin, 5 Oktober 2020

Faktakini.net, Jakarta - Wasekjen MUI, Tengku Zulkarnain tak habis pikir dengan pernyataan Politikus PDI-Perjuangan yang juga merupakan Wakil Ketua MPR RI, Ahmad Basarah yang mengatakan Sultan Muhammad Al Fatih itu tokoh asing.

“Tokoh PDIP, Ahmad Basarah mengatakan Muhammad Al Fatih itu tokoh asing. Lebih belajar sejarah tokoh Indonesia.” Tulis Tengku Zul di twitter, Senin (5/10).

Tengku Zul mengatakan, Muhammad Al Fatih itu bukan tokoh asing. Dia adalah tokoh Islam dunia yang terkenal. Tengku Zul khawatir, ke depan ada yang bilang Nabi Muhammad adalah tokoh asing.

“Wahai Basarah, Muhammad Al Fatih itu Tokoh Islam Dunia. Nanti lama lama kalian bilang Nabi Muhammad, Sayyidina Abu Bakr, Umar, Utsman, Ali Ra, juga tokoh asing.” Kata Tengku Zul.

Hal senada dikatakan Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Fadli Zon. Dia mengatakan Sultan Mehmet II atau Fatih adalah pahlawan besar umat Islam menaklukkan Konstantinopel pada 1453. Saat menaklukan konstantinopel, Al Fatih baru berusia 21 tahun.

“Kok bro Basarah takut siswa membaca buku ini? Salah satu manifestasi “Islamophobia” yang menjangkiti kalangan tertentu.” ucap Fadli Zon.

Seperti diberitakan, Ahmad Basara mengkritik kepala dinas Kepala Dinas Pendidikan Bangka Belitung Muhammad Soleh yang mewajibkan siswa untuk membaca buku Muhammad Al Fatih yang ditulis oleh Felix Siuaw.

Ahmad Basara bilang, masih ada banyak tokoh nasional yang bisa diteladani. Basarah mengaku tak habis pikir bahwa tokoh bangsa asing wajib dipelajari. Dia menganggap Al Fatih adalah tokoh asing.

“Saya tidak habis pikir, jika alasan mewajibkan buku tokoh bangsa asing ini adalah agar para siswa meneladani kepahlawanan dan kepemimpinan tokoh-tokoh di masa lalu, padahal masih banyak keteladanan dan ketokohan pahlawan nasional yang layak dibaca,” kata Basarah lewat siaran pers, Sabtu (3/10).

“Apa kurangnya ketokohan Pangeran Diponegoro, Teuku Umar, K.H. Hasyim Asy’ari, Bung Karno, Bung Tomo, atau ketokohan Jenderal Soedirman? Kisah-kisah keteladanan mereka lebih punya alasan untuk siswa dan siswi diwajibkan membacanya,” kata Basarah. (dal/fin).

Sumber: fnn.co.id

Postingan populer dari blog ini

Pernyataan Sikap FPI, GNPF, PA 212 Dan HRS Center Tentang Penolakan UU Ciptaker

Jum'at, 9 Oktober 2020
Faktakini.net
PERNYATAAN SIKAP BERSAMA  FPI, GNPF ULAMA, PA 212 DAN HRS CENTER TENTANG PENOLAKAN TERHADAP UU CIPTA KERJA 
Mencermati perkembangan politik hukum yang semakin menjauh dari tujuan dan cita-cita nasional sebagaimana diamanatkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar Negara Republik  Indonesia Tahun 1945. Kebijakan penyelenggaraan negara telah menegasikan prinsip kedaulatan  rakyat dan paham negara kesejahteraan (welfare state) dengan mengutamakan kepentingan oligarki kapitalis.
Rezim lebih mengutamakan kepentingan geopolitik Republik Rakyat China (RRC), dengan tetap  mendatangkan TKA yang berpaham Komunis. Tetap menggelar Pilkada ditengah ancaman pandemi Covid-19 demi politik dinasti (feodalisme). Di sisi lain, tindakan penyalahgunaan  kekuasaan (abuse of power), persekusi, intimidasi dan kriminalisasi masih terus berlangsung.  Seiring dengan itu, rezim mengajukan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law)  yang kini telah disahkan menjadi undan…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Video Langka NBC Tahun 1967: Inilah Orang-Orang PKI Pembunuh Para Jendral!

Sabtu, 26 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Dalam laporan khusus NBC News (media Amerika Serikat) tahun 1967 ini, koresponden Ted Yates meliput perjuangan politik, sosial dan ekonomi Indonesia, satu dari negara Asia Tenggara yang baru saja mengalami upaya kudeta. Film Dokumenter ini merupakan satu bagian dari trilogi yang diproduksi oleh Yates.

Klik video: