Langsung ke konten utama

Featured Post

Polri Abuse Of Power Dalam Menangani Kasus Gus Nur?

Senin, 26 Oktober 2020Faktakini.net*POLRI ABUSE OF POWER DALAM MENANGANI KASUS GUS NUR ?*_[Catatan Pengantar Diskusi Cangkru'an Cak Slamet]_Oleh : *Ahmad Khozinudin, S.H.*Advokat, Aktivis Pejuang KhilafahSebelum menyimpulkan, apakah ada tindakan abuse of power (penyalahgunaan wewenang) yang dilakukan Penyidik Ditsiber Polri dalam perkara Gus Nur, ada baiknya kita awali pembahasan dengan membuat batasan (definisi) tentang menyalahgunakan wewenang. Jika definisi tentang penyalahgunaan wewenang terpenuhi, maka sah dan meyakinkan bagi publik berkesimpulan Polri telah melakukan abuse of power dalam menangani perkara Gus Nur.Menyalahgunakan wewenang didefinisikan sebagai tindakan yang dilakukan tanpa wewenang, menggunakan wewenang bukan untuk peruntukannya, atau melakukan tindakan yang melampuai batas kewenangannya atau menjalankan wewenang secara tebang pilih, tidak equal dan mencederai asas praduga tidak bersalah. Berdasarkan definisi tersebut, tindakan abuse of power bisa terjadi dal…

Anies Sebut Para Guru Ini sebagai Pembaca Masa Depan Bangsa


Kamis, 1 Oktober 2020

Faktakini.net

Anies Sebut Para Guru Ini sebagai Pembaca Masa Depan Bangsa

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menilai para guru yang tergabung dalam Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) dan Ikatan Guru ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA) sebagai pembaca masa depan. Mengingat mereka adalah orang pertama yang menyaksikan wajah masa depan bangsa.

“Pada anak-anak inilah kita melihat wajah masa depan kita dan ibu-ibu semua yang memberikan rangsangan pendidikan kepada anak-anak adalah pendidik-pendidik masa awal yang tak terlupakan sepanjang perjalanan hidup anak ini,” kata Anies dalam acara puncak Jakarta Muharram Virtual Festival (Jakarta MVF) pada Rabu, (24/09/2020).

Para guru tersebut, lanjut Anies juga juga sebagai garda terdepan dalam menumbuhkan karakter bagi anak-anak. Anies mendorong para guru itu agar terus mengabdi mendidik anak-anak bangsa.

“Teruslah mengabdi, teruslah mengabdi dengan hati, terus mendidik, teruslah menginspirasi, teruslah mencerahkan, teruslah menjadi bagian yang membuat wajah masa depan Indonesia menjadi cerah,” ujarnya.

Anies berharap kegiatan Jakarta MVF menjadi kegiatan yang produktif, kegiatan yang satu sisi memberikan kesempatan kreasi, sisi lain juga menjaga diri terhindar dari COVID-19.

Selain itu, Anies juga berharap dengan lomba-lomba yang diadakan di acara ini bisa memicu prestasi, pemantik kinerja yang lebih baik di masa yang akan datang.

Untuk diketahui, dalam acara puncak Jakarta MVF, Baznas (Bazis) DKI Jakarta memberikan santunan kepada 10.210 mustahik zakat yang terdiri dari anak yatim dan dhuafa. Santunan diberikan kepada anak yatim sebanyak 2.990 orang, santunan dhuafa 2.130 orang, bantuan kepada para guru honorer madrasah, 1.720 orang, bantuan kepada guru TPA/TKA 1.870 orang, dan bantuan kepada IGRA dan IGABA 1.500 orang.

Adi Jaka, Netizen.

Postingan populer dari blog ini

Pernyataan Sikap FPI, GNPF, PA 212 Dan HRS Center Tentang Penolakan UU Ciptaker

Jum'at, 9 Oktober 2020
Faktakini.net
PERNYATAAN SIKAP BERSAMA  FPI, GNPF ULAMA, PA 212 DAN HRS CENTER TENTANG PENOLAKAN TERHADAP UU CIPTA KERJA 
Mencermati perkembangan politik hukum yang semakin menjauh dari tujuan dan cita-cita nasional sebagaimana diamanatkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar Negara Republik  Indonesia Tahun 1945. Kebijakan penyelenggaraan negara telah menegasikan prinsip kedaulatan  rakyat dan paham negara kesejahteraan (welfare state) dengan mengutamakan kepentingan oligarki kapitalis.
Rezim lebih mengutamakan kepentingan geopolitik Republik Rakyat China (RRC), dengan tetap  mendatangkan TKA yang berpaham Komunis. Tetap menggelar Pilkada ditengah ancaman pandemi Covid-19 demi politik dinasti (feodalisme). Di sisi lain, tindakan penyalahgunaan  kekuasaan (abuse of power), persekusi, intimidasi dan kriminalisasi masih terus berlangsung.  Seiring dengan itu, rezim mengajukan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law)  yang kini telah disahkan menjadi undan…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Video Langka NBC Tahun 1967: Inilah Orang-Orang PKI Pembunuh Para Jendral!

Sabtu, 26 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Dalam laporan khusus NBC News (media Amerika Serikat) tahun 1967 ini, koresponden Ted Yates meliput perjuangan politik, sosial dan ekonomi Indonesia, satu dari negara Asia Tenggara yang baru saja mengalami upaya kudeta. Film Dokumenter ini merupakan satu bagian dari trilogi yang diproduksi oleh Yates.

Klik video: