Langsung ke konten utama

Featured Post

Tabligh Akbar Tasyakur dan Istighotsah Untuk Imam Besar HRS Oleh FPI Makassar Sukses Dan Berkah

Ahad, 25 Oktober 2020
Faktakini.net, Jakarta - Ratusan Anggota DPW FPI makassar bersama Sayap Juangnya ( LDF - LPI- BAT- MPI- HILMI ) serta 10 Pengurus DPC FPI se-kota makassar hadir dalam acara tabligh akbar Tasyakur dan Istighotsah untuk Imam besar HRS, Sabtu (24/10/2020) malam di markas LPI sulsel, Makassar Sulawesi Selatan. 
Acara tabligh akbar ini dibuka oleh pembacaan maulid dan Hizb Nashr oleh ketua LDF FPI Makassar Habib Ja'far Abdul Qadir Al-Habsyi serta di sambung oleh doa Istighotsah oleh Plt. Ketua DPW FPI Makassar Ustadz Firdaus Malie.
Hadir juga Ketua DPD FPI Sulsel Hb. Muhsin Al-Habsyi. Dalam sambutan beliau berpesan kepada semua anggota FPI Makassar, "untuk tetap istiqomah dalam perjuangan serta harus siap dari segala resiko untuk menyambut kepulangan Imam Besar HRS walaupun semua harus di korban demi beliau untuk kembali ke tanah air Indonesia", disambut dengan pekikan "Takbir" oleh para Laskar dan anggota FPI.
Acara yang berlangsung mulai pukul 2…

1.174 Tenaga Kesehatan Tambahan Ingatkan Anies Kepada dr. Tjipto Mangoenkoesoemo

Sabtu, 3 Oktober 2020

Faktakini.net

1.174 Tenaga Kesehatan Tambahan Ingatkan Anies Kepada dr. Tjipto Mangoenkoesoemo

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengapresiasi keputusan 1.174 Tenaga Profesional Kesehatan Penanganan (TPKP) Covid-19 yang secara sukarela membantu pemerintah memerangi virus corona.

Anies menyebut tenaga profesional kesehatan penanggulangan Covid-19 merupakan pejuang yang dibesarkan dengan nilai-nilai kepedulian dan kemanusiaan karena jasanya menyelamatkan nyawa sesama.

“Anda dengan sukarela memilih untuk mengambil risiko. Ketika anda memilih mengurusi pasien COVID-19, anda memilih untuk berada di medan pertempuran penuh risiko. Atas nama pemerintah, saya sampaikan terimakasih dan apresiasi kepada teman-teman semua,” ucapnya seperti dilansir dari Instagram @Aniesbaswedan, Selasa (8/9/2020).

Hal tersebut mengingatkan Anies akan ratusan tahun lalu. Ia teringat dengan  dr. Tjipto Mangoenkoesoemo yang berangkat dari Batavia ikut serta mengentaskan wabah PES di Malang pada tahun 1910. Ketika orang lain menjauhi wabah, kata Anies dr. Tjipto malah memilih datang ke tempat penuh risiko tersebut.

“Nama dr. Tjipto kemudian diabadikan menjadi Rumah Sakit di Jakarta dan dikenal sebagai salah satu pahlawan nasional,” terangnya.

Kini, Anies menambahkan lebih dari satu abad kemudian, ibu-ibu kita masih terus melahirkan pejuang. Tjipto-Tjipto baru saat ini bermunculan pada saat kita menghadapi wabah sebagaimana pada waktu itu kita menghadapi wabah.

“Teman-teman adalah pejuang yang peduli kemanusiaan, dengan misi menyelamatkan nyawa sesama. Sebesar apapun rupiah yang diberikan negara tidak akan pernah bisa menyamai nilai kebaikan yang diberikan tenaga profesional kesehatan penanggulangan Covid-19 selama mengabdi di Rumah Sakit, Puskesmas, maupun Laboratorium,” ungkapnya.

Anies menyadari bahwa perjalanan pengendalian Covid-19 ini masih panjang. Karena itu, Anies meminta kepada seluruh yang hadir untuk tetap menjaga stamina fisik, stamina moril, stamina mental dan stamina intelektual. Sebab, stamina intelektual kita harus terus-menerus belajar tentang Covid-19 ini.

“Semoga Allah SWT selalu membimbing teman-teman semua dalam menjalankan amanat yang mulia ini. Semoga kesehatan selalu berada pada teman-teman semua. Dan insya Allah apa yang dikerjakan selalu didekatkan dengan ikhlas dan selalu mendapatkan ridha dari Allah SWT.” pungkas Anies.

Dian Handoyo, WargaNet.

Postingan populer dari blog ini

Pernyataan Sikap FPI, GNPF, PA 212 Dan HRS Center Tentang Penolakan UU Ciptaker

Jum'at, 9 Oktober 2020
Faktakini.net
PERNYATAAN SIKAP BERSAMA  FPI, GNPF ULAMA, PA 212 DAN HRS CENTER TENTANG PENOLAKAN TERHADAP UU CIPTA KERJA 
Mencermati perkembangan politik hukum yang semakin menjauh dari tujuan dan cita-cita nasional sebagaimana diamanatkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar Negara Republik  Indonesia Tahun 1945. Kebijakan penyelenggaraan negara telah menegasikan prinsip kedaulatan  rakyat dan paham negara kesejahteraan (welfare state) dengan mengutamakan kepentingan oligarki kapitalis.
Rezim lebih mengutamakan kepentingan geopolitik Republik Rakyat China (RRC), dengan tetap  mendatangkan TKA yang berpaham Komunis. Tetap menggelar Pilkada ditengah ancaman pandemi Covid-19 demi politik dinasti (feodalisme). Di sisi lain, tindakan penyalahgunaan  kekuasaan (abuse of power), persekusi, intimidasi dan kriminalisasi masih terus berlangsung.  Seiring dengan itu, rezim mengajukan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law)  yang kini telah disahkan menjadi undan…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Video Langka NBC Tahun 1967: Inilah Orang-Orang PKI Pembunuh Para Jendral!

Sabtu, 26 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Dalam laporan khusus NBC News (media Amerika Serikat) tahun 1967 ini, koresponden Ted Yates meliput perjuangan politik, sosial dan ekonomi Indonesia, satu dari negara Asia Tenggara yang baru saja mengalami upaya kudeta. Film Dokumenter ini merupakan satu bagian dari trilogi yang diproduksi oleh Yates.

Klik video: