Langsung ke konten utama

Featured Post

Minta Tunda Pilkada, Muhammadiyah: Keselamatan Bangsa Lebih Utama Dari Pilkada

Senin, 21 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - PP Muhammadiyah menyarankan agar pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 ditunda. Bagi Muhammadiyah, keselamatan masyarakat jauh lebih utama dibandingkan pelaksanaan Pilkada yang berpotensi menjadi klaster penularan Covid-19.

"Di tengah pandemi Covid-19 dan demi keselamatan bangsa serta menjamin pelaksanaan yang berkualitas, KPU hendaknya mempertimbangkan dengan seksama agar Pilkada 2020 ditunda pelaksanaannya sampai keadaan memungkinkan," kata Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti dalam konferensi pers virtual, Senin (21/9).

Muhammadiyah, lanjut Mu'ti, mengimbau Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk segera membahas hal itu secara khusus dengan Kementerian Dalam Negeri, DPR, dan instansi terkait. "Agar pelaksanaan Pilkada 2020 dapat ditinjau kembali jadwal pelaksanaannya maupun aturan kampanye yang melibatkan kerumunan massa," tuturnya.

Lebih lanjut, Mu'ti menjelaskan, penundaan Pilkada 202…

Wasekjen MUI: NU Online Telah Mengadu Domba Antar Pengurus MUI Soal Sertifikasi Da'i





Sabtu, 12 September 2020

Faktakini.net

Tanggapan Wasekjen MUI KH Tengku Zulkarnain atas postingan NU Online:

NU Online telah mengadu domba antar pengurus MUI dalam urusan Sertifikasi Da'i di situsnya.

Pantaskah...?

Apa urusan MUI dengan NU Online?

MUI adalah tenda besar tempat bernaung utusan dari berbagai Ormasy Islam yg ada. Semua pengurus MUI adalah urusan berbagai Ormasy Islam. KH Ma'ruf Amin adalah utusan NU, Prof Dr Dien Syamsuddin utusan Muhammadiyah. Tengku Zulkarnain utusan Mathla'ul Anwar dan Ittihadiyah, dll. Pengurus sama kedudukannya.Tidak ada Pengurus MUI yg merukakan oknum selundupan pribadi.

Secara hirarki pelaksaan tugas dan program selalu diputuskan dalam Rapat Pimpinan MUI kemudian ditanggungjawabi Ketua Bidang dan Wakil Sekjen Bidang tersebut dan dilaksanakan oleh Ketua Komisi.

Dalam urusan Sertifikasi Da'i misalnya, Rapat Pimpinan memutuskan pelaksanaan Da'i Bersertifikat lalu ditanggungjawabi oleh Ketua Bidang Dakwah MUI yakin KH Buchori Abdushshomad dan Wakil Sekjen Bidang Dakwah yakni Tengku Zulkarnain. Untuk kemudian dilaksanakan oleh Ketua Komisi Dakwah KH Cholil Nafis. Mengadu domba antara Tengku Zulkarnain dengan Ketua Komisi Dakwah adalah satu tindakan yg tidak pantas. Tindakan Ketua Komisi sama sekali tidak bisa dipisahkan dengan Ketua dan Sekretaris Bidang dalam menjalankan Keputusan Rapim.

Sampai di sini NU Online sudah bisa memahami hirarki tugas MUI...?

Melecehkan seolah olah ada Anggota MUI yg takut disertifikasi adalah ungkapan aneh dan lucu. Karena selama ini yg menjadi Ketua dan Sekretaris Da'i Bersertifikat MUI adalah KH Buchori Abdushshsomad dan Tengku Zulkarnain, sedangkan KH Cholil Nafis Pelaksana Lapangannya.

Saya, Tengku Zulkarnain adalah Pengurus Besar Mathla'ul Anwar selama 25 tahun, dan sekarang menjabat Wakil Ketua Komisi Fatwa Mathla'ul Anwar. Ormasy Islam tempat saya bernaung sangat bertanggung jawab akan standar kompetensi yg saya miliki, bukan Ormasy yg lain.

MUI secara Lembaga sudah resmi menolak program Sertifikasi Da'i yg digagas Kemenag dengan melibatkan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan BPIP karena dinilai "rawan" dan berpotensi menekan para da'i dalam kerja mereka di lapangan. Tidak ada perpecahan dalam hal ini di MUI. Apalagi selama 75 tahun para da'i berdakwah selama ini aman aman saja. Terus kenapa rezim ngotot melaksanakannya? Bahkan Kemenag menganggap Para imam, Hafizh, bahkan yg Good Looking berpotensi menyebarkan Radikalisme. Betapa bahayanya kedudukan da'i jika kendalinya dipegang oleh oknum oknum seperti ini.

Jadi NU Online janganlah sembarangan menulis apalagi menganggap sebagian pengurus MUI sebagai "lawan". Kita sama sama berjuang menjadikan NKRi menjadi Baldatun Thoyyibatun wa Robbun Ghofur. Amin...

Jum'at, 11 September 2020

(KH Tengku Zulkarnain)

___
*NB: Antara Pernyataan KH Cholil Nafis dengan Keputusan MUI tidak ada pertentangan. MUI menolak sertifikasi yang diselenggarakan pemerintah (Kementerian Agama), namun MUI setuju program sertifikasi/peningkatan kompetensi da'i tersebut dilaksanakan oleh MUI dan Ormas Keagamaan (bukan pemerintah). Hal ini sama dengan KH Cholil Nafis yang beliau memiliki Sertifikat Dai dari MUI (bukan pemerintah). Jadi apa nya yang beda? Kok mau dibentur-benturkan?

NU Online telah mengadu domba antar pengurus MUI dalam urusan Sertifikasi Da'i di situsnya. Pantaskah...? Apa urusan MUI...
Dikirim oleh KH Tengku Zulkarnain pada Kamis, 10 September 2020


 http://feedproxy.google.com/~r/portal-islam/~3/7Pt1raKUdG8/wasekjen-mui-kh-tengku-zulkarnain-nu.html

Postingan populer dari blog ini

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Bikin Resah Umat Islam, Penyebar 'Nasi Anjing' Di Bulan Ramadhan Diamankan Polisi

Ahad, 26 April 2020

Faktakini.net, Jakarta - Di tengah kesucian bulan Ramadhan, ada saja ulah yang dilakukan oleh sekelompok orang yang meresahkan umat Islam.

Kelompok tersebut membagikan nasi bungkus yang mereka beri nama "nasi anjing", walaupun kemudian ternyata menurut pengakuan mereka, tidak ada daging anjing dalam menu yang mereka bagikan.

Entah tujuannya untuk mencari sensasi atau bagaimana, ulah mereka jelas meresahkan umat Islam, karena daging anjing diharamkan oleh umat Islam.

Jumhur ulama menghukumi daging anjing haram untuk dimakan, meski disembelih secara syariat.

Alasannya, anjing termasuk dalam binatang bertaring yang keharamannya jelas. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Idris al-Khaulani dari Abi Tha'labah al-Khusyani, "Sesungguhnya Rasulullah SAW melarang memakan setiap binatang buas yang bertaring." (Muttafaq 'Alaih)

Dalam hadis lain, dari Ubaidah bin Sufyan dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Memakan setiap …

(Video) Sambil Cium Tangan Habib Umar Assegaf, Asmadi Ketua Satpol PP Minta Maaf

Jum'at, 22 Mei 2020

Faktakini.net, Jakarta - Asmadi, Ketua Satpol PP Kecamatan Dukuh Pakis yang sempat mengkasari Habib Umar bin Abdullah Assegaf, pada malam ini Jum'at (22/5/2020) akhirnya mendatangi kediaman Habib Umar di Bangil, Pasuruan. Kemudian ia mencium tangan sang dzurriyah Rasulullah SAW, lalu memohon maaf.

Begitu lama Asmadi yang merupakan Kepala Satpol PP Kecamatan Dukuh Pakis itu mencium tangan Habib Umar, ia ingin kekhilafan nya dimaafkan, dan alhamdulillah dengan keikhlasan hati yang seluas samudera, Habib Umar pun memaafkan Asmadi.

Asmadi mengaku saat itu ia sedang sangat kecapekan sehingga ia khilaf. Habib Umar kemudian memeluk Asmadi, dan peristiwa ini disambut hangat oleh para jamaah dan tamu yang hadir, yang langsung melantunkan sholawat.

Sebagaimana diketahui Asmadi yang sempat  mendorong dan mengkasari Habib Umar di pos check point Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Exit Tol Satelit pada Rabu (20/5/2020) sore, dikecam luas oleh umat Islam se-Indo…