Langsung ke konten utama

Featured Post

(Video) Laskar FPI Bogor Raya Dan BAZNAS Bersihkan Puing Untuk Bangun Kembali Musholla Di Cicurug

Rabu, 30 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Untuk menjalankan amanat Imam Besar Habib Rizieq Shihab, FPI beserta Sayap Juangnya (HILMI) selama ini begitu aktif membantu warga masyarakat yang membutuhkan bantuan, termasuk korban bencana banjir bandang yang terjadi pada hari Senin (21/9/2020) di kawasan Cibuntu di Desa Pawasawan, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Front Pembela Islam (FPI) beserta sayap juangnya HILMI dengan sigap langsung terjun ke lokasi banjir bandang Cicurug, Senin (21/9/2020) malam terutama ke dua kampung yang terdampak berat yaitu Kampung Nyangkowek Desa Mekarsari dan Kampung Cibuntu Desa Pasawahan Kecamatan Cicurug.

Puluhan Relawan HILMI FPI Sukabumi, Jabar dan lainnya dengan sigap membersihkan lumpur sisa banjir dan longsor di perumahan warga, masjid, musholla dan lainnya. Dan kegiatan ini masih terus berlangsung hingga hari saat ini.

Dan pada Hari Ini, Rabu, 30 September 2020 LPI (Laskar Pembela Islam) Bogor Raya bekerja sama dengan BAZNA…

(Video) Viral Peserta MTQ Dipaksa Buka Cadar, Jika Menolak Maka Di-Diskualifikasi



Selasa, 8 September 2020

Faktakini.net

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=132914725181680&id=112260760580410

*SEORANG MUSLIMAH BERCADAR LEBIH MEMILIH PERATURAN ALLAH, DARIPADA PERATURAN PAK USTADZ.*

Menurut caption yang bertebaran di media sosial Kejadian ini terjadi di tebing tinggi sumut, acara MTQ tingkat provinsi

Dimana seorang muslimah dengan nomer peserta NPP 2830 dipanggil untuk menaiki pentas yang telah disediakan, guna mengikuti musabaqoh tilawatul qur'an.

Seorang wanita anggun dengan penampilan berwibawa muncul menaiki pentas, beliau menggunakan cadar/niqob sesuai dengan yang telah diajarkan oleh para imam empat Madzhab yang mana penghulunya adalah baginda Nabi shallallahu alaihi wa sallam.

Namun tiba-tiba presenter atau pembawa acara meminta kepadanya untuk melepaskan cadar, mohon lepaskan cadar, "kata pak Ustadz".

Wanita muslimah yang mulia tersebut nampak sedikit terkejut atas permintaan yang tak terduga oleh pak ustadz, pada awalnya ia ragu, namun kemudian beliau memjawab untuk tidak melepaskan hijabnya. Maaf pak ustadz saya tidak dapat melepaskan nya. "Jawab muslimah tersebut"

Rupanya pak ustadz masih penasaran, dan dengan suara agak membentak meminta wanita muslimah tersebut, untuk melepaskan cadarnya dengan alasan peraturan, disertai dengan ancaman didiskualifikasi atau larangan turut bertanding karena dianggap melanggar peraturan pertandingan.

Hmmm, disini Jaka Tengkar mulai berfikir, dianggap melanggar peraturan, peraturan dari mana ya? Dan peraturan macam apa ini ya?

Seharusnya pak ustadz ini menghormati atas keyakinan dan komitmen dari seorang muslimah tersebut,

Karena bagaimanapun beliau menjaga muru'ah, menjaga kehormatan nya, bukankah demikian yang diajarkan oleh Imam empat madzhab?

Pantang menjadikan wajahnya sebagai tontonan dan plototan di depan mata ratusan atau bahkan ribuan mata lelaki yang bukan mahramnya.

Malah pak ustadz ini mengancam-ngancam, dengan nada yang tidak simpatik, dan tidak patut ditiru, tentu ini namanya diskriminasi, Ketika seseorang diperlakukan secara tidak adil karena karakteristik kepercayaan, keyakinan dan komitmen yang ia pegang,

Sungguh tindakan yang naif dan sangat disayangkan, dari seorang yang dipanggil sebagai pak ustadz yang sejatinya tau konsep hukum-hukum cadar serta konsekwensinya, namun memaksa untuk melepaskan cadar dari seorang muslimah yang berpegang teguh dan berkeyakinan bahwa cadar itu wajib.

Patut dibanggakan wanita muslimah yang afifah tersebut, beliau lebih memilih tidak mengikuti pertandingan MTQ daripada harus melepaskan cadarnya, dan menuruti keinginan pak ustadz yang entah pak ustadz siapa itu? :

Sungguh apabila kita telisik dan cari hukum-hakamnya Dalam pandangan empat Madzhab cadar itu berhukum wajib, kendati demikian ada beberapa Ulama muta'akhirin yang tidak mempermasalahkan wajah dan kedua telapak tangan wanita.

Namun tidak seharusnya kita mengingkari yang mewajibkan nya terlebih mendiskriminasikan orang yang masih berpegang teguh dan meyakini pada yang mewajibkan cadar/niqob tersebut.

Disini jaka melampirkan apa perkataan Imam Nawawi dalam kitab "Al-minhaj nya"

ونص النووي في "المنهاج" على حُرمة كشف وجه المرأة وكفَّيها، وإن انتفتِ الفتنة، وأمنت الشهوة؛ وهو قول الإصطخري، والطبري، وبه قطع الشيخ أبو إسحاق الشيرازي والروياني وغيرهم.

قال السيوطي: هذه آية الحجاب في حقِّ سائر المسلمات؛ ففيها وجوب ستر الرأس والوجه عليهن.

وراجع أيضًا ما نقله من كلام الحافظ ابن حجر، وأبي حامد الغزالي؛ فإنَّهما من كبار علماء الشافعية.

Al-imam Nawawi Rahimahullah menyatakan dalam kitab "Al-minhaj" bahwa haram membuka wajah perempuan dan kedua telapak tangan nya, meskipun tidak ada unsur fitnah dan aman dari syahwat, dan ini pandangan Imam Al-isthokhari, Imam At-thabari, termasuk pandangan As-syeikh abu ishak as-syairazi, IMam Ar-rawyani dll,

Berkata Al-imam As-sayuthi rahimahullahu ta'ala, ayat hijab ini adalah wajib terhadap seluruh wanita muslimah, didalam ayat tersebut terdapat pertintah untuk menutupi kepala dan wajah terhadap mereka.

Periksa juga apa yang telah dinukilkan dari pandangan Al-imam Ibn hajar dan imam abu hamid Al-ghazali, mereka berdua ini adalah Ulama' terkemuka dalam madzhab Syafi'i.

Jaka tengkar hanya mengeluh atas tindakan pak ustadz itu dan acungkan jempol setingi-tingginya kepada Muslimah yang afifah tersebut.

#jaka tengkar, pendekar tanpa Ilmu kanuragan.

Klik video:

Postingan populer dari blog ini

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Video Langka NBC Tahun 1967: Inilah Orang-Orang PKI Pembunuh Para Jendral!

Sabtu, 26 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Dalam laporan khusus NBC News (media Amerika Serikat) tahun 1967 ini, koresponden Ted Yates meliput perjuangan politik, sosial dan ekonomi Indonesia, satu dari negara Asia Tenggara yang baru saja mengalami upaya kudeta. Film Dokumenter ini merupakan satu bagian dari trilogi yang diproduksi oleh Yates.

Klik video:


Bikin Resah Umat Islam, Penyebar 'Nasi Anjing' Di Bulan Ramadhan Diamankan Polisi

Ahad, 26 April 2020

Faktakini.net, Jakarta - Di tengah kesucian bulan Ramadhan, ada saja ulah yang dilakukan oleh sekelompok orang yang meresahkan umat Islam.

Kelompok tersebut membagikan nasi bungkus yang mereka beri nama "nasi anjing", walaupun kemudian ternyata menurut pengakuan mereka, tidak ada daging anjing dalam menu yang mereka bagikan.

Entah tujuannya untuk mencari sensasi atau bagaimana, ulah mereka jelas meresahkan umat Islam, karena daging anjing diharamkan oleh umat Islam.

Jumhur ulama menghukumi daging anjing haram untuk dimakan, meski disembelih secara syariat.

Alasannya, anjing termasuk dalam binatang bertaring yang keharamannya jelas. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Idris al-Khaulani dari Abi Tha'labah al-Khusyani, "Sesungguhnya Rasulullah SAW melarang memakan setiap binatang buas yang bertaring." (Muttafaq 'Alaih)

Dalam hadis lain, dari Ubaidah bin Sufyan dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Memakan setiap …