Langsung ke konten utama

Featured Post

FPI Lampung Peringati Maulid Nabi Dan Lantik DPC FPI Tanjung Karang Barat Dan Pusat

Ahad, 1 November 2020
Faktakini.net, Jakarta - Hari Sabtu (31/10/2020) DPD FPI Lampung mengadakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1442 H, sekaligus melakukan pelantikan dua DPC, yaitu:
1.DPC FPI Tanjung Karang Barat (TKB)  2.DPC FPI Tanjung Karang Pusat
Kegiatan ini bertempat di Masjid Falahuddin Sukajawa Tanjung Karang Barat Kota Bandar Lampung dan dihadiri Oleh Ketua DPD FPI Lampung H Fidyan Fuad didampingi oleh Sekretaris DPD FPI Lampung,Para Habaib, kiyai, Ustadz, dan Santri. 
Pengawalan dan Pengamanan dijaga oleh Sayap juang FPI Lampung, BAT dan LPI ,TNI dan Polri
Habib Umar Assegaf Imam Daerah FPI Lampung saat melantik dan membaiat kepada para Tanfidzi TKB dan TKP, mengatakan, "Antum semua agar taat kepada Allah dan Rosulullah, dan taat kepada pimpinan. Jangan kendor dlm ber Amar maruf Nahi Munkar.Semoga istiqomah dlm perjuangan".
Sumber:  Kontributor LIF Lampung (Mance Sr)


(Video) HILMI FPI Aceh Rubuhkan Rumah Seorang Janda Di Gp Meunasah Untuk Direhab


Jum'at, 18 September 2020

Faktakini.net, Jakarta -  Sebagaimana amanah dari Imam Besar Dr. Al-Habib Muhammad Rizieq Syihab, Lc., M.A., DPMSS untuk perduli antar sesama, DPD FPI Aceh bersama HILMI FPI Aceh serta para Laskar FPI merehab rumah seorang janda yang hidup dibawah garis kemiskinan dengan tiga orang anaknya yang sudah bertahun-tahun lama tinggal di rumah yang sudah tidak layak huni, Kamis (17/09/20).

Rumah yang berlokasi di Gampong Meunasah Pinto, Kec Muara Batu, Kab Aceh Utara, Provinsi Aceh Darussalam ini dibedah lantaran kontruksi bangunan pada bagian atapnya sudah reot dan kapan saja bisa rubuh dan menimpa orang yang tinggal di dalamnya.

Selain itu atapnya terbuat dari daun rubiah itu sudah banyak yang usang dan tidak layak untuk dipakai hingga menyebabkan ketika hujan langsung masuk kedalamnya (bocor), sedangkan untuk tiangnya sudah rusak dan dinding-dindingnya rapuh.

Bu Suryanti Zulkifli janda berumur 46 thn yang diketahui sebagai pemilik rumah hanya bisa pasrah dengan ketiga orang anaknya tinggal di rumah tersebut.

Dalam memenuhi kebutuhan sehari-harinya ia mengandalkan upah sebagai buruh tani di sawah milik orang lain.

Ketua DPD HILMI FPI Aceh, Tengku Zulfata AlBayani, yang mengetahui kondisi bu Suryanti yang sangat memprihatinkan dari salah satu laporan grup Whatsapp yang didapat dari Sosial Media itu pun akhirnya mensurvei kebenaran berita yang didapatnya dengan langsung menuju kediamannya di Gp Meunasah Pinto.

Kemudian Tengku Zulfata pun melaporkan hasil temuannya itu ke Imam FPI Aceh Tengku Muslim At-Thahiri dan Ketua DPD FPI Aceh Abi Wahidin. Setelah mendapat dukungan, akhirnya diputuskan untuk merehab rumah janda tersebut.

Melihat rencana yang akan dilakukan oleh FPI Aceh dan sayap juangnya itu, tidak sedikit dari beberapa pihak ikut andil dan bekerjasama baik dengan pengadaan bahan material dalam program perdana yang dilakukan FPI Aceh ini sebagai salah satu upaya menurunkan garis kemiskinan, diantara yang ikut andil dalam program ini yaitu Solidaritas Pemuda Muara Batu (SiPMuBa), Perangkat Desa Gp. Meunasah Pinto dan Aliansi Sosial Aceh (AsA).

Ketua DPD HILMI FPI Aceh, Tengku Zulfata AlBayani, menjelaskan "Alhamdulillah untuk tahap awal ini baik semen, batako dan pasir dibantu oleh Solidaritas Pemuda Muara Batu dan Aliansi Sosial Aceh sedangkan untuk bahan dan material pembuatan dindingnya Alhamdulillah Perangkat Desa Meunasah Pinto yang menyediakannya,"

Hingga tulisan ini dimuat, proses bedah rumah yang dibantu oleh para laskar dan relawan masih sedang berlangsung dalam tahap perubuhan dan pengosongan barang-barang serta memilah-milah bahan bangunan yang masih dapat digunakan untuk segera dibangun kembali agar lebih layak untuk ditinggalkan bu Suryanti beserta ketiga anaknya.

Sumber : Ketua DPD HILMI FPI Aceh, Tengku Zulfata AlBayani, HILMI FPI

Klik video

Postingan populer dari blog ini

Pernyataan Sikap FPI, GNPF, PA 212 Dan HRS Center Tentang Penolakan UU Ciptaker

Jum'at, 9 Oktober 2020
Faktakini.net
PERNYATAAN SIKAP BERSAMA  FPI, GNPF ULAMA, PA 212 DAN HRS CENTER TENTANG PENOLAKAN TERHADAP UU CIPTA KERJA 
Mencermati perkembangan politik hukum yang semakin menjauh dari tujuan dan cita-cita nasional sebagaimana diamanatkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar Negara Republik  Indonesia Tahun 1945. Kebijakan penyelenggaraan negara telah menegasikan prinsip kedaulatan  rakyat dan paham negara kesejahteraan (welfare state) dengan mengutamakan kepentingan oligarki kapitalis.
Rezim lebih mengutamakan kepentingan geopolitik Republik Rakyat China (RRC), dengan tetap  mendatangkan TKA yang berpaham Komunis. Tetap menggelar Pilkada ditengah ancaman pandemi Covid-19 demi politik dinasti (feodalisme). Di sisi lain, tindakan penyalahgunaan  kekuasaan (abuse of power), persekusi, intimidasi dan kriminalisasi masih terus berlangsung.  Seiring dengan itu, rezim mengajukan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law)  yang kini telah disahkan menjadi undan…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Video Langka NBC Tahun 1967: Inilah Orang-Orang PKI Pembunuh Para Jendral!

Sabtu, 26 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Dalam laporan khusus NBC News (media Amerika Serikat) tahun 1967 ini, koresponden Ted Yates meliput perjuangan politik, sosial dan ekonomi Indonesia, satu dari negara Asia Tenggara yang baru saja mengalami upaya kudeta. Film Dokumenter ini merupakan satu bagian dari trilogi yang diproduksi oleh Yates.

Klik video: