Langsung ke konten utama

Featured Post

Sering Jadi Bahan Bully Para BuzzerRP, Ternyata Hanya DKI yang Semangat Melakukan Test Covid-19

Ahad, 27 September 2020

Faktakini.net

Sering Jadi Bahan Bully Para BuzzerRP, Ternyata Hanya DKI yang Semangat Melakukan Test Covid-19

Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta kepada pemerintah daerah untuk terus meningkatkan tes Covid-19 dengan metode Polymerase chain reaction (PCR) untuk masyarakat. Tujuannya ialah memutus mata rantai Covid-19.

"Saya sampaikan kepada pemerintah daerah untuk meningkatkan sampel tes secara masif dan melakukan pelacakan yang agresif serta diikuti isolasi yang ketat," kata Jokowi dalam siaran telekonferensi di Istana Bogor seperti dilansir dari Merdeka.com, Sabtu (18/4/2020).

Anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP), Tatak Ujiyati merasa sedih mengingat hanya DKI Jakarta yang semangat mencari kasus baru Covid-19. Padahal kata Tatak memburu kasus baru melalui tes PCR makan pemerintah dapat mengisolasi para penular.

"Sedih juga ya. Hanya Jakarta yg semangat mencari kasus baru Covid. Padahal dg berburu kasus baru melalui tes…

Update Kasus Molotov Bogor, Sopian Dan MUS Berikan Kuasa Kepada PUSHAMI



Jum'at, 11 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Para Pengacara Pusat Hak Azazi Muslim Indonesia (PUSHAMI) hingga saat ini masih terus melakukan pembelaan hukum terhadap para tahanan pelemparan bom molotov di Posko PDIP di Bogor.

Salah satu anggota tim pengacara dari PUSHAMI, Aziz Yanuar SH kembali menyampaikan perkembangan terbaru terkait kasus tersebut.

Hari ini, Sabtu (12/9/2020) kepada Faktakini.net Azis menyatakan seorang tahanan yang terakhir ditangkap, Muhammad Sopian telah resmi memberikan kuasa kepada PUSHAMI untuk mendampingi proses hukum yang dijalaninya, begitu pula tersangka atas nama MUS.

Sehingga dari 10 tahanan yang ditangkap, 8 diantaranya memberikan kuasa kepada PUSHAMI, dan dua orang lainnya kepada pihak lain.

"Assalamu'alaikum wr wb...hari ini pihak keluarga tertuduh dugaan pelemparan molotov kantor pdip cileungsi bogor oleh polisi yg saat ini ditahan di polres bogor yang baru ditangkap pada rabu 9 september 2020 di tangerang atas nama Muhammad Sopian resmi memberikan kuasa kepada PUSHAMI terkait proses hukum yg dijalaninya.", ujar Aziz kepada Faktakini.net, Sabtu (12/9/2020) pukul 13.00 WIB.

"Begitu juga keluarga atas nama MUS yang telah terlebih dahulu ditahan namun diduga menurut keterangan terbujuk oleh pihak Kepolisian untuk tidak memberikan kuasa kepada siapapun sebelumnya terkait hal ini,akhirnya memberikan kuasa kepada PUSHAMI juga karena merasa tidak ada kejelasan terkait kasusnya."

"Sehingga total dari 10 orang yg diduga ditangkap,ditahan dan diperlakukan serampangan dan tidak sesuai ketentuan yg berlaku di polres bogor dan beberapa polsek sekitar terkait tuduhan dugaan pelemparan molotov di kantor pdip cileungsi,8 keluarga mereka memberikan kuasa kepada PUSHAMI, 2 keluarga memberikan kuasa kepada pihak lain, 7 orang ditahan di polres bogor dan polsek2 setempat,1 orang tidak jelas keberadaannya masih dan 2 orang memberikan kuasa kepada pihak lain.
demikian dilaporkan update perkembangan terkini.
wassalam wr wb", tutup Aziz.

Sebagaimana diketahui sebelumnya Aziz Yanuar SH selaku Pengacara PUSHAMI mengungkapkan dugaan terjadinya pelanggaran HAM pada penangkapan para terduga pelempar bom molotov berupa kesalahan prosedur yang dilakukan oleh polisi, yaitu tidak ada surat penangkapan maupun surat penahanan yang diberikan kepada keluarga kliennya.

Selain itu, pihak keluarga maupun kuasa hukum juga tak dapat menemui para tahanan selama beberapa hari.

Foto: Aziz Yanuar SH

Postingan populer dari blog ini

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Bikin Resah Umat Islam, Penyebar 'Nasi Anjing' Di Bulan Ramadhan Diamankan Polisi

Ahad, 26 April 2020

Faktakini.net, Jakarta - Di tengah kesucian bulan Ramadhan, ada saja ulah yang dilakukan oleh sekelompok orang yang meresahkan umat Islam.

Kelompok tersebut membagikan nasi bungkus yang mereka beri nama "nasi anjing", walaupun kemudian ternyata menurut pengakuan mereka, tidak ada daging anjing dalam menu yang mereka bagikan.

Entah tujuannya untuk mencari sensasi atau bagaimana, ulah mereka jelas meresahkan umat Islam, karena daging anjing diharamkan oleh umat Islam.

Jumhur ulama menghukumi daging anjing haram untuk dimakan, meski disembelih secara syariat.

Alasannya, anjing termasuk dalam binatang bertaring yang keharamannya jelas. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Idris al-Khaulani dari Abi Tha'labah al-Khusyani, "Sesungguhnya Rasulullah SAW melarang memakan setiap binatang buas yang bertaring." (Muttafaq 'Alaih)

Dalam hadis lain, dari Ubaidah bin Sufyan dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Memakan setiap …

(Video) Sambil Cium Tangan Habib Umar Assegaf, Asmadi Ketua Satpol PP Minta Maaf

Jum'at, 22 Mei 2020

Faktakini.net, Jakarta - Asmadi, Ketua Satpol PP Kecamatan Dukuh Pakis yang sempat mengkasari Habib Umar bin Abdullah Assegaf, pada malam ini Jum'at (22/5/2020) akhirnya mendatangi kediaman Habib Umar di Bangil, Pasuruan. Kemudian ia mencium tangan sang dzurriyah Rasulullah SAW, lalu memohon maaf.

Begitu lama Asmadi yang merupakan Kepala Satpol PP Kecamatan Dukuh Pakis itu mencium tangan Habib Umar, ia ingin kekhilafan nya dimaafkan, dan alhamdulillah dengan keikhlasan hati yang seluas samudera, Habib Umar pun memaafkan Asmadi.

Asmadi mengaku saat itu ia sedang sangat kecapekan sehingga ia khilaf. Habib Umar kemudian memeluk Asmadi, dan peristiwa ini disambut hangat oleh para jamaah dan tamu yang hadir, yang langsung melantunkan sholawat.

Sebagaimana diketahui Asmadi yang sempat  mendorong dan mengkasari Habib Umar di pos check point Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Exit Tol Satelit pada Rabu (20/5/2020) sore, dikecam luas oleh umat Islam se-Indo…