Langsung ke konten utama

Featured Post

Bapas Bogor Banding Kasus Habib Bahar, Ustadz Novel: Ambisi Untuk Kriminalisasi Ulama

Jum'at, 23 Oktober 2020Faktakini.net, Jakarta - Balai Pemasyarakatan (Bapas) Bogor telah resmi mengajukan banding atas putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung yang memenangkan penceramah kondang, Habib Bahar Bin Smith soal surat keputusan pencabutan asimilasi.Upaya banding itu pun direspon oleh Wakil Sekjen (Wasekjen) Persaudaraan Alumni (PA) 212, Ustadz Novel Bamukmin yang menilai bahwa Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), khususnya Bapas Bogor, masih berambisi untuk mengkriminalisasi ulama."Selaku Wasekjen PA 212 tentunya prihatin terhadap Kemenkumham khususnya Bapas Bogor masih berambisi untuk mengkriminalisasi ulama," ujar Ustadz Novel Bamukmin kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (21/10).Ustad Novel mengaku tidak heran karena Kemenkumham, khususnya Bapas Bogor, merupakan kepanjangan tangan dari pemimpin yang dianggapnya tidak bersahabat dengan ulama yang tegas dan istiqomah."Malah para pelaku kejahatan atau residivis juga para koruptor dan pe…

Ulama Kerap Diserang, Sekjen FUI: Perlu Dibentuk Laskar Masjid Untuk Lindungi Ulama



Kamis, 17 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Sekjen Forum Umat Islam (FUI) KH Muhammad al Khaththath mengajak para pemuda untuk memakmurkan masjid sekaligus membangun kekuatan dengan meningkatkan keamanan.

Hal tersebut untuk mewaspadai pihak-pihak yang ingin menyerang ulama dan tokoh umat, sehubungan telah terjadinya aksi penyerangan terhadap Imam Masjid di Sumsel dan percobaan pembunuhan terhadap Syekh Ali Jaber di Lampung.

“Mari kita bangun kekuatan, anak-anak muda dan para laskar harus membentengi masjid, khususnya menjaga para ulama, ustaz, ajengan dan tokoh umat Islam karena mereka harus dilindungi. Itu tugas anak-anak muda melindungi para ulama,” ujar al Khaththath dikutip Suara Islam Online melalui FUI Channel, Kamis (17/9/2020).

Oleh karena itu, pihaknya menyerukan agar di setiap masjid dibentuk laskar masjid untuk meningkatkan keamanan dan yang tugas utamanya sebagai penyangga jamaah. “Jadi jangan sampai ada lagi penyerang masuk apalagi sampai melukai ulama atau imam masjid seperti yang terjadi kemarin,” kata al Khaththath.

Ia menyarankan, agar di setiap lingkungan masjid diadakan latihan bela diri. “Dan ini juga kewajiban aparat TNI Polri untuk memberikan pelatihan kepada para pemuda masjid agar lingkungannya lebih terjaga keamanannya,” tuturnya.

“Umat Islam harus bersatu jangan berpecah belah, tingkatkan koordinasi di lingkunan RT /RW dan antar masjid sehingga kita lebih terjaga,” tambah al Khaththath.

Menurutnya, keamanan ini sifatnya preventif dan dilakukan sesuai koridor hukum yang berlaku “Jadi jangan menyerang, tapi kita hadapi jika ada yang mau menyerang, kita siaga jangan sampai ada yang menyerang, kita jaga para ulama kita, semoga Allah Swt melindungi kita semua,” tandasnya.

Foto: KH Muhammad Al Khaththath

Sumber: suaraislam.id

Postingan populer dari blog ini

Pernyataan Sikap FPI, GNPF, PA 212 Dan HRS Center Tentang Penolakan UU Ciptaker

Jum'at, 9 Oktober 2020
Faktakini.net
PERNYATAAN SIKAP BERSAMA  FPI, GNPF ULAMA, PA 212 DAN HRS CENTER TENTANG PENOLAKAN TERHADAP UU CIPTA KERJA 
Mencermati perkembangan politik hukum yang semakin menjauh dari tujuan dan cita-cita nasional sebagaimana diamanatkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar Negara Republik  Indonesia Tahun 1945. Kebijakan penyelenggaraan negara telah menegasikan prinsip kedaulatan  rakyat dan paham negara kesejahteraan (welfare state) dengan mengutamakan kepentingan oligarki kapitalis.
Rezim lebih mengutamakan kepentingan geopolitik Republik Rakyat China (RRC), dengan tetap  mendatangkan TKA yang berpaham Komunis. Tetap menggelar Pilkada ditengah ancaman pandemi Covid-19 demi politik dinasti (feodalisme). Di sisi lain, tindakan penyalahgunaan  kekuasaan (abuse of power), persekusi, intimidasi dan kriminalisasi masih terus berlangsung.  Seiring dengan itu, rezim mengajukan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law)  yang kini telah disahkan menjadi undan…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Video Langka NBC Tahun 1967: Inilah Orang-Orang PKI Pembunuh Para Jendral!

Sabtu, 26 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Dalam laporan khusus NBC News (media Amerika Serikat) tahun 1967 ini, koresponden Ted Yates meliput perjuangan politik, sosial dan ekonomi Indonesia, satu dari negara Asia Tenggara yang baru saja mengalami upaya kudeta. Film Dokumenter ini merupakan satu bagian dari trilogi yang diproduksi oleh Yates.

Klik video: