Langsung ke konten utama

Featured Post

Jadwal dan Bacaan Niat puasa Ayyamul Bidh, Mulai Jum'at 13 Rabiul Awal 1442 H/ 30 Oktober 2020

Jum'at, 30 Oktober 2020Faktakini.net, Jakarta - Jadwal dan bacaan niat puasa Ayyamul Bidh, doa buka puasa, mulai 30 Oktober 2020.Ibadah puasa Ayyamul Bidh juga memiliki banyak keutamaan.Puasa Ayyamul Bidh harus dilaksanakan selama 3 hari berturut-turut.Umat Muslim disarankan untuk menunaikan puasa Ayyamul Bidh bulan Rabiul Awal 1442 H.Ayyamul Bidh sendiri adalah puasa yang bisa dilakukan di pertengahan bulan Hijriah.Ibadah ini jatuh pada hari ke-13, 14, dan 15 Hijriah tiap bulannya.Disebut puasa Ayyamul Bidh karena pada 3 hari itulah bulan bersinar terang, sehingga malam tampak putih bercahaya.Berikut beberapa dalil yang menjelaskan tentang anjuran Puasa Ayyamul Bidh:Hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,أَوْصَانِى خَلِيلِى بِثَلاَثٍ لاَ أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوتَ صَوْمِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ، وَصَلاَةِ الضُّحَى ، وَنَوْمٍ عَلَى وِتْرٍ“Kekasihku (yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) mewasiatkan padaku tiga nasehat yang aku tidak meningg…

Ucapan Terima Kasih Jendral Sudirman Untuk Aceh

Kamis, 24 September 2020

Faktakini.net

UCAPAN TERIMA KASIH JENDRAL SUDIRMAN UNTUK ACEH

Jenderal Soedirman memimpin perang gerilya dalam keadaan sakit. Ia sangat berterima kasih mendapat kiriman 20 flacon obat suntik dari Aceh. Satu surat khusus bertulis tangannya dikirim ke Aceh.

Setelah agresi militer kedua Belanda pada 19 Desember 1948, pusat pemerintahan sekaligus ibu kota Republik Indonesia, Yogyakarta dikuasai Belanda. Panglima Besar Angkatan Perang Republik Indonesia Jenderal Soedirman meninggalkan Yogyakarta masuk ke daerah pedalaman dan mengendalikan perjuangan secara gerilya, meski dalam keadaan sakit.

Kondisi kesehatan Jenderal Soedirman selama bergerilya semakin hari semakin parah. Untuk memperoleh obat-obatan di tempat gerilya semakin sukar. Pada 22 September 1949, dari Aceh dikirim obat-obatan untuk pengobatan Jenderal Soedirman. Obat-obat itu dikirim oleh Jawatan Kesehatan Provinsi Sumatera Utara di Banda Aceh. Pengiriman obat-obatan dari Aceh itu diterima Jenderal Soedirman dua kali.

Saat itu Banda Aceh merupakan ibu kota Provinsi Sumatera Utara setelah dipindahkan dari Sibolga, sekaligus pusat pemerintahan dan ibu kota Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) setelah Bukittinggi ibu kota PDRI dianggap tidak aman karena sering diserang Belanda.

Kiriman obat dari Aceh itu diterima dengan baik oleh Jenderal Soedirman di suatu tempat gerilya yang dirahasiakan. Setelah menerima kiriman obat dari Aceh tersebut, kesehatan Jenderal Soedrirman berangsur-angsur pulih, hingga ia bisa memimpin angkatan bersejata kembali.

Jenderal Soedirman kemudian menulis surat khusus sebagai ucapan terima kasih bagi rakyat Aceh yang telah mengirimnya obat-obatan. Surat tersebut ditulis sendiri dengan tangan Jenderal Soedirman setelah kondisi kesehatannya membaik.

Isi surat Jenderal Soedirman tersebut bisa dibaca dalam buku Sekali Republiken Tetap Republiken halaman 239-241. Buku ini ditulis Staf Jawatan Penerangan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Divisi X Komandeman Sumatera, Letnan Kolonel Teuku Alibasjah Talsya, diterbitkan di Banda Aceh tahun 1990 oleh Lembaga Sejarah Aceh. Isi surat Jenderal Soedirman itu seperti kutipan di bawah ini.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu. Merdeka.

Kiriman Paduka Tuan sampai dua kali berupa obat suntik streptomycin sebanyak 20 flacon yang sangat penting, berharga dan berguna bagi kesehatan kami, telah kami terima dengan baik.

Atas kiriman obat suntik tersebut, kami melahirkan rasa syukur dan gembira beserta ucapan beribu-ribu terima kasih. Kami sangat terharu saat menerima kiriman Paduka Tuan, karena di dalam saat kami menderita kesulitan tentang dapatnya obat suntik tersebut, sekoyong-koyong datang pertolongan, mendapat kiriman obat dari Paduka Tuan.

Semoga kita bersama mendapat perlindungan Tuhan, sehingga selamatlah kita bersama dalam perjuangan yang berat, tetapi suci ini. Amin.

Dalam masa perang gerilya tesebut, Jenderal Soedirman membagi angkatan perang dalam dua komando, yakni komando Jawa dan komando Sumatera. Komando Jawa dipimpin Kolonel AH Nasution, sementara Komando Sumatera dipimpin Kolonel Hidajat.

Malah pada 22 Desember 1948, tiga hari setelah militer Belanda menguasai ibu kota Yogyakarta, Kolonel AH Nasution selaku Panglima Tentara Territorium Jawa mengumumkan Pemerintahan Militer untuk Jawa.

Komando Sumatera yang dipimpin Kolonel Hidajat yang semula berkedudukan di Bukittinggi pindah ke Banda Aceh. Sebagian besar petinggi militer Republik Indonesia juga pindah ke Aceh, karena saat itu Aceh satu-satunya daerah yang tidak pernah berhasil dimasuki militer Belanda pada agresi kedua.
( iskandar norman )

#archutectural_designer_di
#bengkel_sejarah_generasi_muda_2020

Postingan populer dari blog ini

Pernyataan Sikap FPI, GNPF, PA 212 Dan HRS Center Tentang Penolakan UU Ciptaker

Jum'at, 9 Oktober 2020
Faktakini.net
PERNYATAAN SIKAP BERSAMA  FPI, GNPF ULAMA, PA 212 DAN HRS CENTER TENTANG PENOLAKAN TERHADAP UU CIPTA KERJA 
Mencermati perkembangan politik hukum yang semakin menjauh dari tujuan dan cita-cita nasional sebagaimana diamanatkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar Negara Republik  Indonesia Tahun 1945. Kebijakan penyelenggaraan negara telah menegasikan prinsip kedaulatan  rakyat dan paham negara kesejahteraan (welfare state) dengan mengutamakan kepentingan oligarki kapitalis.
Rezim lebih mengutamakan kepentingan geopolitik Republik Rakyat China (RRC), dengan tetap  mendatangkan TKA yang berpaham Komunis. Tetap menggelar Pilkada ditengah ancaman pandemi Covid-19 demi politik dinasti (feodalisme). Di sisi lain, tindakan penyalahgunaan  kekuasaan (abuse of power), persekusi, intimidasi dan kriminalisasi masih terus berlangsung.  Seiring dengan itu, rezim mengajukan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law)  yang kini telah disahkan menjadi undan…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Video Langka NBC Tahun 1967: Inilah Orang-Orang PKI Pembunuh Para Jendral!

Sabtu, 26 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Dalam laporan khusus NBC News (media Amerika Serikat) tahun 1967 ini, koresponden Ted Yates meliput perjuangan politik, sosial dan ekonomi Indonesia, satu dari negara Asia Tenggara yang baru saja mengalami upaya kudeta. Film Dokumenter ini merupakan satu bagian dari trilogi yang diproduksi oleh Yates.

Klik video: