Langsung ke konten utama

Featured Post

(Video) KH Awit Masyhuri: Habib Rizieq Tak Punya Kasus Hukum, Kepulangan Beliau Aman Insya Allah

Sabtu, 24 Oktober 2020Faktakini.net, Jakarta - KH Awit Masyhuri: Habib Rizieq Tak Punya Kasus Hukum, Kepulangan Beliau Aman Insya Allah. Klik video:Klik video:

Tanggapi Tudingan 'Kadrun' Oleh Zhong Wan Xie (Ahok), Fadli Zon: Rasis Dan Memecah Belah!




Sabtu, 19 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Politisi Gerindra, Fadli Zon menanggapi ucapan rasis dan tendendius yang dilontarkan oleh Zhong Wan Xie alias si Ahok terkait Pertamina yang membawa-bawa sebutan Kadal Gurun pasir alias Kadrun.

Sebagaimana diketahui sebutan Kadal Gurun atau disingkat 'Kadrun' adalah idiom lama bikinan orang-orang Partai Komunis Indonesia (PKI) sebagai penyebutan atau olok-olok mereka terhadap Rasulullah SAW dan umat Islam.

Karena mereka orang-orang Komunis itu tau, Rasulullah SAW, Nabinya umat Islam berasal dari Jazirah Arab yang banyak Gurun pasirnya. Dan agama Islam diturunkan oleh Allah SWT, pertama di tanah Arab, karena itu sebutan 'kadal gurun' mereka lontarkan sebagai olok-olok, selain mereka menghina Islam sebagai 'agama Arab'.

Memang ada kalangan pro PKI yang berupaya menyangkal fakta soal ucapan Kadrun ini, itu adalah hak mereka namun hak umat Islam juga memiliki hak untuk memilih dan  lebih mempercayai fakta yang ada.

Fadli Zon mengungkapkan perkataan ahok dalam artikel 'Ahok: Kalau Saya Dirut Pertamina, Kadrun Demo Mau Bikin Gaduh' sebagai kategori rasis dan memecah belah persatuan.

Sebelumnya Ahok selaku Komisaris Utama PT Pertamina mengeluarkan pernyataan nyinyir dan tendensius terkait  kebobrokan sistem di Badan Usaha Milik Negara (BUMN), khususnya Pertamina.

Persoalan ini ramai jadi perbincangan di media sosial, dan banyak pula kalangan yang menilai ini upaya pengalihan isu dari Ahok atas kegagalannya sebagai Komisaris Utama Pertamina.

“Persoalannya kalau saya jadi dirut, ribut. Kadrun-kadrun mau demo, mau bikin gaduh lagi republik ini,” kata Ahok dikutip VIVA.co.id dari akun youtube pada Rabu, 16 September 2020.

Ahok juga mengklaim, Kementerian BUMN harusnya dibubarkan sebelum Presiden Joko Widodo (Jokowi) turun, kemudian membentuk Indonesia Corporation atau seperti Temasek. Konsep ini yakni penggabungan holding BUMN yang akan menjadi superholding.

Ucapan tendensius Ahok ini langsung disanggah oleh Fadli Zon di akun twitternya. Fadli menyebut tudingan Ahok sebagai tindakan rasis dan memecah belah.

"Cara komunikasi seperti ini selain rasis juga memecah belah. Atau mungkin memang sengaja?"tulis Fadli Zon dalam cuitannya.

Cuitan Fadli Zon ini langsung mendapat reaksi dari netizen. Banyak yang mendukung ada pula yang justru menyerang Fadli Zon.

"Sejak kapan ngomong "KADRUN" dibilang rasis? Masuk salah satu kata SARA? Suku kadrun? Mana ada gob**k!!!" tulis akun @junidwii dengan tutur kata kasar persis seperti Ahok.

"Dari awal Kyai Ma’ruf sdh bilang kalo Ahok ini sumber masalah integrasi Bangsa. Dari awal Bpk Jusuf Kalla sdh bilang kalo Negara ini di Pimpin Jokowi akan ancur brantakan. 2 omongan orang Besar Republik ini dua2nya terbukti. Siapa yg salah? Kita semua krn kita ngk mau denger," tulis netizen muslim di kolom komentar.

Foto: Fadli Zon

Sumber: viva.co.id dan lainnya

Postingan populer dari blog ini

Pernyataan Sikap FPI, GNPF, PA 212 Dan HRS Center Tentang Penolakan UU Ciptaker

Jum'at, 9 Oktober 2020
Faktakini.net
PERNYATAAN SIKAP BERSAMA  FPI, GNPF ULAMA, PA 212 DAN HRS CENTER TENTANG PENOLAKAN TERHADAP UU CIPTA KERJA 
Mencermati perkembangan politik hukum yang semakin menjauh dari tujuan dan cita-cita nasional sebagaimana diamanatkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar Negara Republik  Indonesia Tahun 1945. Kebijakan penyelenggaraan negara telah menegasikan prinsip kedaulatan  rakyat dan paham negara kesejahteraan (welfare state) dengan mengutamakan kepentingan oligarki kapitalis.
Rezim lebih mengutamakan kepentingan geopolitik Republik Rakyat China (RRC), dengan tetap  mendatangkan TKA yang berpaham Komunis. Tetap menggelar Pilkada ditengah ancaman pandemi Covid-19 demi politik dinasti (feodalisme). Di sisi lain, tindakan penyalahgunaan  kekuasaan (abuse of power), persekusi, intimidasi dan kriminalisasi masih terus berlangsung.  Seiring dengan itu, rezim mengajukan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law)  yang kini telah disahkan menjadi undan…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Video Langka NBC Tahun 1967: Inilah Orang-Orang PKI Pembunuh Para Jendral!

Sabtu, 26 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Dalam laporan khusus NBC News (media Amerika Serikat) tahun 1967 ini, koresponden Ted Yates meliput perjuangan politik, sosial dan ekonomi Indonesia, satu dari negara Asia Tenggara yang baru saja mengalami upaya kudeta. Film Dokumenter ini merupakan satu bagian dari trilogi yang diproduksi oleh Yates.

Klik video: