Langsung ke konten utama

Featured Post

(Video) Gilas Justin Gaethje, Khabib Nurmagemedov Ucap Alhamdulillah Dan Pensiun Dengan Rekor Sempurna

Ahad, 25 Oktober 2020Faktakini.net, Jakarta - Juara Kelas Ringan UFC Khabib Nurmagomedov berhasil mengalahkan juara interim Kelas Ringan Justin Gaethje. Khabib mengalahkan Justin Gaethje lewat kuncian (submission) teknik triangle choke di babak kedua menit 1.42, hari Sabtu (24/10/2020) atau Ahad dinihari waktu Indonesia di Fight Island, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.Khabib 'The Eagle' pemegang sabuk juara kelas ringan bakal coba mempertahankan titel itu dari Justin 'The Highlight' selaku juara interm kelas ringannya.Di ronde pertama, Khabib Nurmagomedov meladeni pertarungan pertarungan stand up Justin Gaethje. Khabib melancarkan beberapa jab dan tendangan ke badan.Justin Gaethje coba menjaga jarak dengan low kicks. Beberapa pukulan hook-nya juga cukup menyulitkan Khabib.Di akhir ronde pertama, Khabib bermain gulat. Dia menekan Justin sampai ke jaring dan mencoba mendominasi, tapi cuma 40 detik tersisa dan itu tidak cukup merepotkan Justin.Di babak kedua, Khabib Nurmagomed…

Tanggapan Dr Abdul Chair Atas Pernyataan Mahfud MD Soal Islamofobia




Jum'at, 18 September 2020

Faktakini.net

*Tanggapan Atas Pernyataan Mahfud MD*

Pernyataan Mahfud
MD, "siapa bilang Pemerintah mendiskreditkan orang Islam, Presiden orang Islam, Pesantren disediakan dan dibuatkan undang-undangnya, mau naik Haji dilayani," (17-9-2020) tidak menyentuh persoalan tentang adanya fakta Islamofobia. Apa yang disampaikan tersebut justru adalah tugas dan tanggung jawab pemerintah yang memang harus dilakukan.

Penjelasannya tentang Islamofobia terjadi di zaman Belanda, karena orang Islam itu ditakuti dan disingkirkan dari pergaulan hidup bernegara adalah benar. Akan tetapi hal tersebut kini terulang kembali. Jika pada masa penjajahan kolonial yang ditakutkan adalah pengaruh Pan-Islamisme yang dipelopori oleh Jamaluddin Al Afghani, kini kekhawatiran menunjuk pada penguatan perjuangan Syariat Islam dalam legislasi nasional. Padahal perjuangan tersebut dilakukan secara legal konstitusional.

Islamofobia dalam sejarahnya di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari pengaruh pemikiran Snouck Hurgronje melalui teori receptie. Hukum Islam dapat diterima sepanjang hukum adat menerimanya. Jadi, hukum Islam selalu dihadapkan dengan adat (budaya).

Kondisi saat ini menunjukkan hal yang sama. Adanya program Islam Nusantara menunjukkan keterhubungan Islamofobia masa lalu dengan masa kini. Terlebih lagi, dalam RUU HIP Ketuhanan YME hendak digantikan dengan Ketuhanan yang berkebudayaan.

Selain itu, UU Ormas telah menjadikan suatu paham/ajaran agama Islam sebagai paham/ajaran yang bertujuan mengganti/mengubah Pancasila dan UUD 1946, sebagaimana diatur dalam Pasal 59 ayat 4 huruf c. Adanya frasa "paham lain", demikian multitafsir dan rawan disalahgunakan. Inilah sebab ajaran Khilafah dipersekusi.

Di sisi lain, inisiator atau Partai Pengusul RUU HIP tidak dilakukan proses hukum. Ini adalah bentuk ketidakadilan.

Pernyataan Kepala BPIP musuh terbesar Pancasila adalah Agama dan Menteri Agama tentang Good Locking yang dikaitkan dengan radikalisme sudah jelas menyudutkan Islam. Apakah itu bukan Islamofobia?
Hendaknya pemerintah belajar dari sejarah dan tidak mengulangi kesalahannya. Demikian.

Dr. H. Abdul Chair Ramadhan, SH, MH.

🙏🙏🙏

Postingan populer dari blog ini

Pernyataan Sikap FPI, GNPF, PA 212 Dan HRS Center Tentang Penolakan UU Ciptaker

Jum'at, 9 Oktober 2020
Faktakini.net
PERNYATAAN SIKAP BERSAMA  FPI, GNPF ULAMA, PA 212 DAN HRS CENTER TENTANG PENOLAKAN TERHADAP UU CIPTA KERJA 
Mencermati perkembangan politik hukum yang semakin menjauh dari tujuan dan cita-cita nasional sebagaimana diamanatkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar Negara Republik  Indonesia Tahun 1945. Kebijakan penyelenggaraan negara telah menegasikan prinsip kedaulatan  rakyat dan paham negara kesejahteraan (welfare state) dengan mengutamakan kepentingan oligarki kapitalis.
Rezim lebih mengutamakan kepentingan geopolitik Republik Rakyat China (RRC), dengan tetap  mendatangkan TKA yang berpaham Komunis. Tetap menggelar Pilkada ditengah ancaman pandemi Covid-19 demi politik dinasti (feodalisme). Di sisi lain, tindakan penyalahgunaan  kekuasaan (abuse of power), persekusi, intimidasi dan kriminalisasi masih terus berlangsung.  Seiring dengan itu, rezim mengajukan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law)  yang kini telah disahkan menjadi undan…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Video Langka NBC Tahun 1967: Inilah Orang-Orang PKI Pembunuh Para Jendral!

Sabtu, 26 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Dalam laporan khusus NBC News (media Amerika Serikat) tahun 1967 ini, koresponden Ted Yates meliput perjuangan politik, sosial dan ekonomi Indonesia, satu dari negara Asia Tenggara yang baru saja mengalami upaya kudeta. Film Dokumenter ini merupakan satu bagian dari trilogi yang diproduksi oleh Yates.

Klik video: