Langsung ke konten utama

Featured Post

Ribuan Umat Hadiri Acara Maulid Nabi Dan Peringatan Hari Santri Di Pabuaran Sukabumi

Kamis, 22 Oktober 2020
Faktakini.net, Jakarta - Pada hari Kamis (22/10/2020) malam, berlangsung acara Maulid Nabi Muhammad SAW dan Memperingati Hari Santribdi Lapangan Puncak Tugu,  Kec.Pabuaran, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.  
Dalam kegiatan yang dikawal oleh Laskar FPI Kabupaten Sukabumi ini, hadir para Ulama, Habaib dan Tokoh Masyarakat setempat beserta ribuan warga masyarakat. 
Ketua Bidang Organisasi DTN PA 212, KH Abdul Qohar Al-Qudsyi. Lc turut hadir dalam acara ini dan memberikan ceramahnya. Kyai Qohar mengajak umat Islam untuk bersatu dan istiqomah di bawah komando Imam Besar Habib Rizieq Shihab.
Saat Kyai Qohar sedang memberikan ceramahnya, Tiba-tiba listrik mati, entah kenapa. Para jamaah pun sempat bertanya-tanya apakah kejadian ini alami ataukah ada sabotase pihak tertentu.
Namun alhamdulillah hal ini tidak mengurangi semangat para hadirin bahkan ribuah jamaah bersholawat bersama-sama, dan kemudian listrik bisa dinyalakan kembali dengan menggunakan genset.



Klik video:




Seruan ANAK NKRI: Kibarkan Bendera Merah Putih Setengah Tiang 30 Sept, Satu Tiang Penuh 1 Okt



Jum'at, 25 September 2020

Faktakini.net

SERUAN ALIANSI NASIONAL ANTI KOMUNIS (ANAK NKRI)

MENYAMBUT HARI KESAKTIAN PANCASILA
1 OKTOBER 2020

Bismilahirrohmanirohim

JAS MERAH, Jangan Sekali Sekall Melupakan Sejarah.
Pengkhianatan kaum komunis yang tergabung dalam PKI adalah
merupakan fakta sejarah yang tidak boleh disembunyikan.

Bangsa yang besar adalah, bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya.

Dan bangsa yang mencintai tanah airnya adalah, bangsa
yang selalu waspada dan mengingat para penghianat bangsanya.

Saat ini, kaum neo komunis kembali ingin mengubah Pancasila. Sejarah membuktikan
bahwa aksi aksi kaum komunis tersebut telah menimbulkan korban Prajurit TNI, para ulama, santri dan Ralkyat Indonesia.

JAS HIJAU, Jangan Sekali Sekali Hilangkan Jasa Ulama. Saat ini ada upaya
yang sistematis, terstruktur dan persisten dari kekuatan neo komunis yang tengah
berkuasa untuk menghilangkan jasa para ulama yang telah berjuang dengan darah, harta dan seluruh daya upaya yang ada dalam memerdekakan dan menyelamatkan bangsa Indonesia dari penjajahan kafir barat dan pengkhianatan PKI.

Oleh karenanya menjelang hari kesaktian Pancasila Kami ALIANSI NASIONAL ANTI KOMUNIS (ANAK NKRI) menyerukan:

1. Kepada Panglima TNI dan KASAD untuk mengupayakan pemutaran film
Pengkhianatan G30S PKI di seluruh televisi Nasional baik televisi pemerintah ataupun televisi swasta pada tanggal 30 September 2020.

2. Kepada TNI untuk tidak tinggal diam terhadap kelompok kelompok yang
berupaya mengganti Pancasila dengan Trisila/ Eka Sila, Jika TNI masih jadi Garda terdepan dalam mengawal Pancasila dan UUD '45, Serta bersatu dengan Ulama dalam memimpin gerakan umat dalam melawan kebangkitan Neo PKI

3. Kepada seluruh Rakyat Indonesia jangan lewatkan bersama keluarga untuk
Menonton kemball film Pengkhianatan G30S PKI baik melalui televisi ataupun
HP masing masing pada tanggal 30 September 2020.

4. Kepada Rakyat Indonesia untuk Mengibarkan bendera merah putih setengah
tiang pada tanggal 30 September 2020 dan kibarkan bendera satu tiang penuh pada tanggal 1 Oktober 2020

5. Kepada Rakyat Indonesia khususnya Santri, laskar, jawara, pendekar, brigade
untuk Tetap Waspada dan Siap Siaga terterhadap gerakan kebangkitan Neo
PKI yang ingin mengganti Pancasila.

Demikianlah seruan ini disampaikan agar menjadi kewaspadaan dalam menghadapi gerakan Neo PKI.

Jakarta, 25 September 2020

Komite kerja ANAK NKRI

Mayjen (Pum) TNI Budi Soedjana
Ketua GBN

Ust. Nasrulioh, SH
Pengacara Musim

KH. Nazar Hars
PUI

Ust. Oke Setiadi
Mathlaul Anwar

M. Memet Hakim
Ketum APIB

Gus Aam
Tokoh NU

Ust. Achmad Michdan, SH
TPM

KH. Ahmad Shabri Lubis
Ketum FPI

Ust Khotib Kholil
Majis Az zikra

Ust. H. Yusuf Muh. Martak
Ketua GNPF Ulama

Ust. Isrofel Mardhatillah
MMI

Dr. Haikal Hassan Baras
MIUMI

Ust. Yudo Ratmiko
JAS

Dra. Hj Nurdiati Akma
UPN

Uist. Slamet Maarif, S.Ag,
Ketum PA 212

Mayor (Purn) TNI M. Soleh
Komandan PETA

Ust Taufik Hidayat
DDII

Dra. Hj. Atifah Hasan
BKMT

KH. Hamim Thohari
Hidayatullah

Postingan populer dari blog ini

Pernyataan Sikap FPI, GNPF, PA 212 Dan HRS Center Tentang Penolakan UU Ciptaker

Jum'at, 9 Oktober 2020
Faktakini.net
PERNYATAAN SIKAP BERSAMA  FPI, GNPF ULAMA, PA 212 DAN HRS CENTER TENTANG PENOLAKAN TERHADAP UU CIPTA KERJA 
Mencermati perkembangan politik hukum yang semakin menjauh dari tujuan dan cita-cita nasional sebagaimana diamanatkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar Negara Republik  Indonesia Tahun 1945. Kebijakan penyelenggaraan negara telah menegasikan prinsip kedaulatan  rakyat dan paham negara kesejahteraan (welfare state) dengan mengutamakan kepentingan oligarki kapitalis.
Rezim lebih mengutamakan kepentingan geopolitik Republik Rakyat China (RRC), dengan tetap  mendatangkan TKA yang berpaham Komunis. Tetap menggelar Pilkada ditengah ancaman pandemi Covid-19 demi politik dinasti (feodalisme). Di sisi lain, tindakan penyalahgunaan  kekuasaan (abuse of power), persekusi, intimidasi dan kriminalisasi masih terus berlangsung.  Seiring dengan itu, rezim mengajukan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law)  yang kini telah disahkan menjadi undan…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Video Langka NBC Tahun 1967: Inilah Orang-Orang PKI Pembunuh Para Jendral!

Sabtu, 26 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Dalam laporan khusus NBC News (media Amerika Serikat) tahun 1967 ini, koresponden Ted Yates meliput perjuangan politik, sosial dan ekonomi Indonesia, satu dari negara Asia Tenggara yang baru saja mengalami upaya kudeta. Film Dokumenter ini merupakan satu bagian dari trilogi yang diproduksi oleh Yates.

Klik video: