Langsung ke konten utama

Featured Post

Pernyataan Sikap PC FMI Kota Serang Dan Pandeglang: Kutuk Keras Macron Atas Penodaan Agama

Kamis, 29 Oktober 2020Faktakini.net, Jakarta - Mahasiswa yang tergabung ke dalam Front Mahasiswa Islam (FMI) Cabang Kota Serang dan Pandeglang mengutuk keras atas penodaan norma agama yang dilakukan oleh Presiden Perancis Emmanuel Macron sesuai dengan putusan mahkamah uni eropa dimana tidak boleh adanya sikap penghinaan terhadap nabi.Dalam pernyataan sikapnya FMI Kota Serang dan Pandeglang memberikan beberapa poin-poin tuntutan kepada Presiden Perancis diantaranya mengutuk keras atas penyebaran kartun penghinaan nabi Muhammad S.A.W. yang dilakukan Presiden Perancis pada Kamis (29/10/2020).Kemudian dalam tuntutan lainnya FMI Kota Serang dan FMI Pandeglang menyerukan untuk melakukan aksi boikot pembelian dan penggunaan produk-produk yang berasal dari Perancis karena aksi boikot merupakan salah satu hak kebebasan pendapat.Klik video:



Sempat Viral, Netizen yang Bikin Hoax Pungli Satpol PP DKI Akhirnya Meminta Maaf



Sabtu, 26 September 2020

Faktakini.net

Sempat Viral, Netizen yang Bikin Hoax Pungli Satpol PP DKI Akhirnya Meminta Maaf

Unggahan salah satu warganet di media sosial mendadak viral lantaran menyebut ada pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi DKI Jakarta yang melakukan pungutan liar (pungli) saat melakukan penegakan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Dalam unggahan tersebut, disebutkan penerapan denda pelanggar protokol kesehatan untuk tempat makan yang seharusnya Rp 10 juta menjadi Rp 3,5 juta jika dibayarkan melalui jalur damai. Kejadian tersebut terjadi rumah makan kawasan Pademangan, Jakarta Utara.

Satpol PP DKI Jakarta menegaskan hal itu tidak benar. Ketua Satpol PP DKI Jakarta Arifin mengatakan pihaknya telah mendatangi lokasi rumah makan tersebut untuk mengetahui kebenaran informasi yang viral. Berdasarkan pengakuan pemilik rumah makan, tidak ada pungli yang dilakukan anggota Satpol PP.

"Setelah didalami kemudian dilakukan penyelidikan, pemilik restoran itu juga menyatakan tidak pernah ada dan itu berita bohong ya, tidak benar, itu disampaikan oleh pemilik Restoran Akwang yang ada di Pademangan," ujar Arifin seperti dilansir dari Detik.com, Rabu (24/9/2020).

Arifin menambahkan pihaknya juga telah memanggil netizen yang mengunggah informasi bohong tersebut. Hasilnya, pengunggah mengaku mendapat informasi salah dari orang lain.

"Selanjutnya, orang yang mem-posting di socmed itu yang mengatakan ada berita tadi, kita lakukan panggilan, kita minta penjelasan terhadap posting-annya di akun dia supaya kita mengetahui kebenarannya, karena kami dari Satpol PP mempunyai komitmen untuk memberantas pungli. Apabila ada anggota kami yang melakukan pungli tentu kita akan lakukan tindakan sebagaimana aturan yang berlaku," ucapnya.

Dalam sebuah postingan video yang diunggah oleh akun twitter @SatpolPP_DKI, pengakuan salah seorang netizen yang telah menuduh Satpol PP melakukan pungli tersebut ternyata hanya mendengar dari gosip yang beredar. Tanpa langsung dikonfirmasi dengan pemilik restoran Akwang.

Oleh karena itu, Arifin menyebut unggahan yang menyebut Satpol PP melakukan pungli itu tidak benar. Postingan tersebut merupakan informasi hoaks.

"Ini adalah satu perbuatan yang perlu kejelasan dan kepastian, kalau pernyataan tidak benar maka punya dampak hukum, apalagi memposting di sosial media, ini masuk berita bohong, masuk hoaks," ujar Arifin.

Setelah dimintai keterangan, pelaku kemudian meminta maaf. Permintaan maaf itu diunggah di akun Instagram Satpol PP DKI.

"Setelah itu kemudian yang bersangkutan meminta maaf,baik itu melalui sosmed yang bersangkutan termasuk juga secara tertulis menyampaikan permohonan maaf, karena kelalaiannya tanpa konfirmasi tanpa meng-crosscheck," ucapnya.

Lebih lanjut, Arifin mengatakan, pihaknya juga tidak melaporkan pelaku ke polisi. Hal itu karena menganggap pelaku sudah meminta maaf.

Oleh: Daman Ardiansyah, Warganet

Postingan populer dari blog ini

Pernyataan Sikap FPI, GNPF, PA 212 Dan HRS Center Tentang Penolakan UU Ciptaker

Jum'at, 9 Oktober 2020
Faktakini.net
PERNYATAAN SIKAP BERSAMA  FPI, GNPF ULAMA, PA 212 DAN HRS CENTER TENTANG PENOLAKAN TERHADAP UU CIPTA KERJA 
Mencermati perkembangan politik hukum yang semakin menjauh dari tujuan dan cita-cita nasional sebagaimana diamanatkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar Negara Republik  Indonesia Tahun 1945. Kebijakan penyelenggaraan negara telah menegasikan prinsip kedaulatan  rakyat dan paham negara kesejahteraan (welfare state) dengan mengutamakan kepentingan oligarki kapitalis.
Rezim lebih mengutamakan kepentingan geopolitik Republik Rakyat China (RRC), dengan tetap  mendatangkan TKA yang berpaham Komunis. Tetap menggelar Pilkada ditengah ancaman pandemi Covid-19 demi politik dinasti (feodalisme). Di sisi lain, tindakan penyalahgunaan  kekuasaan (abuse of power), persekusi, intimidasi dan kriminalisasi masih terus berlangsung.  Seiring dengan itu, rezim mengajukan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law)  yang kini telah disahkan menjadi undan…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Video Langka NBC Tahun 1967: Inilah Orang-Orang PKI Pembunuh Para Jendral!

Sabtu, 26 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Dalam laporan khusus NBC News (media Amerika Serikat) tahun 1967 ini, koresponden Ted Yates meliput perjuangan politik, sosial dan ekonomi Indonesia, satu dari negara Asia Tenggara yang baru saja mengalami upaya kudeta. Film Dokumenter ini merupakan satu bagian dari trilogi yang diproduksi oleh Yates.

Klik video: