Langsung ke konten utama

Featured Post

Gus Nur Ditangkap, Kesaksian Anak: Digerebek 30 Personel Polisi Saat Tengah Malam, Lalu Dibawa

Ahad, 25 Oktober 2020Faktakini.net, Jakarta - Keluarga mubaligh asal Jawa Timur Gus Nur atau Sugi Nur Raharja mengaku kaget dengan penggeledahan dan penangkapan yang dilakukan polisi saat tengah malam Sabtu, 24 Oktober 2020.Gus Nur ditangkap sekira pukul 00.15 WIB di rumahnya di Jalan Cucak Rawun Raya, Pakis, Kabupaten Malang.Putra kedua Gus Nur, yakni Muhammad Munjiat (21 tahun) mengatakan, keluarga kaget karena penggerebekan ini baru pertama kali mereka alami. Menurut Munjiat ada lima mobil dengan anggota polisi sekira 30 personel yang menggerebek rumah Gus Nur.“Digerebek pertama kali kayak ini. Keluarga tidak lebih dari kaget saja. Karena ini kan bukan laporan pertama, tapi sebelumnya tidak seperti ini dipanggil pakai surat untuk BAP. Tapi baru kali ini didatangi mobil dan langsung digerebek polisi,” kata Munjiat, Sabtu, 24 Oktober 2020, seperti dilansir Viva.co.id.Munjiat mengungkapkan, saat penangkapan dan penggeledahan ia bersama sang ayah baru saja pulang dari pengajian peringa…

Saksi Ahli Habib Bahar: SK Bapas Bogor Cacat Karena Berdasar Permenkumham Yang Telah Dicabut


Senin, 21 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Hari ini, Senin (21/9/2020) pagi hari ini kembali berlangsung sidang lanjutan gugatan Habib Bahar bin Smith atas Keputusan Bapas Bogor yang mencabut Asimilasi Habib Bahar di PTUN Bandung, Jawa Barat.

Team Kuasa Hukum Habib Bahar seperti Ichwan Tuankotta SH dan Aziz Yanuar SH hadir di PTUN Bandung untuk melakukan pembelaan hukum terhadap Habib Bahar di sidang ini, serta nampak pula Ustadz Asep Syaripudin, Ustadz Dedi Subu, para tokoh lainnya beserta massa FPI, API Jabar dan umat yang mengawal persidangan ini.

Persidangan ke-sebelas Gugatan Habib Bahar bin Smith melalui kuasa hukumnya pada hari ini ber agendakan tambahan bukti surat dari tergugat, saksi ahli dari penggugat, saksi fakta (1 satu saksi fakta) dari tergugat.

Setelah diserahkan oleh tergugat, penggugat mengajukan saksi Ahli Hukum Administrasi Negara dari Univ Pancasila dan UI yaitu Dr. Hendra Nurtjahjo SH Mhum, yang mengungkap fakta bahwa Bapas bogor secara zalim telah seenaknya mencabut SK Lapas Gunung Sindur Bogor terkait asimilasi Habib Bahar.

Dr Hendra menegaskan SK Bapas tersebut cacat baik dari sisi hukum administrasi karena mendasarkan atas Permenkumham No 21/2013 yang telah dicabut oleh Permenkumham No 3/2018.

Selain itu SK Bapas juga melanggar AAUPB sebagaimana norma hukum dalam UU No.30/2014,antara lain asas kecermatan, kepastian hukum, ketidakberpihakan, tidak menyalahgunakan kewenangan, keterbukaan dan pelayanan yang baik karena mendasarkan SK atas tuduhan dan dugaan tanpa ada bukti atas pidana pasal 157 KUHP, tanpa memberitahu dan membunyikan kepada pihak Habib Bahar atas SK dimaksud, tanggal penerbitan SK juga sama dengan tanggal rekomendasi, dan lainnya.

Pihak Penggugat juga menolak keras saksi fakta yang diajukan oleh Bapas Bogor karena ternyata merupakan seorang Petugas Bapas Bogor sehingga tidak objektif karena ada hubungan atasan dan bawahan dengan Tergugat.

Sebagai berikut pernyataan selengkapnya dari Aziz Yanuar SH salah satu kuasa hukum Habib Bahar, yang diterima oleh Redaksi Faktakini.net hari ini Senin (21/9/2020) pukul 14.00 WIB.

assalamualaikum wr wb,

alhamdulillah setelah bersidang sejak pukul 10.00 wib persidangan gugatan PTUN habib bahar bin smith sebagai penggugat dan KaBapas bogor sebagai tergugat di PTUN bandung dgn agenda tambahan bukti surat dr tergugat,saksi ahli dari penggugat,saksi fakta (1 satu saksi fakta) dr tergugat dapat selesai sekitar pukul 14.00 wib.

setelah bukti tambahan surat diserahkan oleh tergugat,penggugat mengajukan saksi Ahli Hukum Administrasi Negara dari Univ Pancasila & UI bernama Dr. Hendra Nurtjahjo SH Mhum, yang memberikan keterangan dan penjelasan gamblang dan jelas atas putusan dr Bapas bogor yg secara subjektif dan zalim mencabut sk lapas gn sindur bogor terkait asimilasi HBS.

beliau menjelaskan SK Bapas tersebut cacat baik dr sisi hukum administrasi karena mendasarkan atas Permenkumham No 21/2013 yg telah dicabut oleh Permenkumham No 3/2018. Kemudian ahli jg menjelaskan bahwa SK Bapas dimaksud juga melanggar AAUPB sebagaimana norma hukum dalam UU No.30/2014,antara lain asas kecermatan,kepastian hukum,ketidakberpihakan,tidak menyalahgunakan kewenangan,keterbukaan dan pelayanan yg baik karena mendasarkan SK atas tuduhan dan dugaan tanpa ada bukti atas pidana pasal 157 kuhp, tanpa memberitahu dan membunyikan kpd pihak HBS atas SK dimaksud,tanggal penerbitan SK jg sama dgn tanggal rekomendasi, dan beberapa fakta lain yang panjang lebar dijelaskan oleh Ahli.

saksi fakta dr pihak Tergugat adalah Donald Suhendar,petugas BAPAS Bogor,menerangkan pada intinya PENGGUGAT MENOLAK SAKSI TERSEBUT KARENA TIDAK OBJEKTIF DIKARENAKAN ADA HUBUNGAN ATASAN DAN BAWAHAN DGN TERGUGAT.

demikian dilaporkan

wassalam wr wb

TIM ADVOKASI HABIB BAHAR

3 shaffar 1442 H /21 September 2020









Postingan populer dari blog ini

Pernyataan Sikap FPI, GNPF, PA 212 Dan HRS Center Tentang Penolakan UU Ciptaker

Jum'at, 9 Oktober 2020
Faktakini.net
PERNYATAAN SIKAP BERSAMA  FPI, GNPF ULAMA, PA 212 DAN HRS CENTER TENTANG PENOLAKAN TERHADAP UU CIPTA KERJA 
Mencermati perkembangan politik hukum yang semakin menjauh dari tujuan dan cita-cita nasional sebagaimana diamanatkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar Negara Republik  Indonesia Tahun 1945. Kebijakan penyelenggaraan negara telah menegasikan prinsip kedaulatan  rakyat dan paham negara kesejahteraan (welfare state) dengan mengutamakan kepentingan oligarki kapitalis.
Rezim lebih mengutamakan kepentingan geopolitik Republik Rakyat China (RRC), dengan tetap  mendatangkan TKA yang berpaham Komunis. Tetap menggelar Pilkada ditengah ancaman pandemi Covid-19 demi politik dinasti (feodalisme). Di sisi lain, tindakan penyalahgunaan  kekuasaan (abuse of power), persekusi, intimidasi dan kriminalisasi masih terus berlangsung.  Seiring dengan itu, rezim mengajukan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law)  yang kini telah disahkan menjadi undan…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Video Langka NBC Tahun 1967: Inilah Orang-Orang PKI Pembunuh Para Jendral!

Sabtu, 26 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Dalam laporan khusus NBC News (media Amerika Serikat) tahun 1967 ini, koresponden Ted Yates meliput perjuangan politik, sosial dan ekonomi Indonesia, satu dari negara Asia Tenggara yang baru saja mengalami upaya kudeta. Film Dokumenter ini merupakan satu bagian dari trilogi yang diproduksi oleh Yates.

Klik video: