Langsung ke konten utama

Featured Post

Infiltrasi PKI Menghancurkan Nama DI / TII

Ahad, 27 September 2020

Faktakini.net

*INFILTRASI PKI MENGHANCURKAN NAMA DI/TII*

Oleh : Muzaki Ruthab

Kalau kita tarik kebelakang perjuangan politik umat Islam tahun 1947 benar-benar berada dalam tekanan kekuatan militer yang pada masa-masa itu seluruhnya berada ditangan orang-orang kiri yaitu PKI dan kaum Sosialisme.

Pertentangan semakin meruncing ketika Menteri Pertahanan Amir Sjarifuddin membentuk Inspektorat Perjuangan sebagai badan yang mewadahi laskar-laskar perjuangan rakyat.

Sejak Amir Sjarifuddin menjadi Menteri Pertahanan, semua perwira tentara Republik adalah anggota kaum kiri (Komunis dan Sosialis), dan dengan demikian, kemungkinan Laskar Sabilillah dan Hizbullah diterima untuk masuk TNI sangat tipis karena kurangnya pendidikan para laskar tersebut.

Laskar-laskar Islam juga khawatirkan TNI hanya akan mengambil senjatanya, dan kemudian mereka segera dipulangkan ke tempatnya masing-masing. Kekhawatiran laskar-laskar Islam terhadap keberadaan kelompok kiri dalam tubuh TNI se…

RKG Poso Khitan Para Bocah Dari Keluarga Tak Mampu Di Balinggi




Selasa, 8 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Alhamdulillah hingga kini upaya dan kepedulian yang diemban Rumah Khitanan Gratis (RKG) di Poso yang merupakan bagian tak terpisahkan dari FPI dan HILMI ini masih tinggi untuk terus membantu masyarakat dalam menyelesaikan problem khitanan pada anak - anak muslim dari kalangan menengah dan tak mampu.

“Pak, kira - kira kalau kami harus menyediakan biaya untuk sunatan per orang berapa pak?"

Pertanyaan ini keluar dari mulut seorang ibu di balinggi saat khitanan sedang berlangsung dimana pertanyaan itu bukan tanpa alasan, ia bertanya karena masih ada dua putranya yang masih kecil belum di khitan. 

“Ibu tidak perlu gusar, kapan pun ibu dan bapak siap untuk mengkhitan anaknya, hubungi saja tim khitan gratis poso dan ibu tidak perlu repot - repot untuk membayar.”

“Terimakasih pak.” Ungkap ibu Siti ( nama samaran) dengan gembira.

Ya rumah khitanan gratis memang hadir untuk menjawab keterbatasan muslim dalam hal khitanan, karena tidak sedikit masyarakat yang merasa kesulitan dengan biaya khitanan terhadap anak mereka, ungkap Ustad Sugianto Kaimudin yang juga ketua DPD FPI Sulteng.

Bertepatan pada hari ahad, 6 September 2020 atas prakarsa pak Guntur dan seorang pak guru berkordinasi dengan tim Rumah Khitanan Gratis Poso akhina Awaludin untuk melaksanakan khitanan gratis di Desa Malakosa Kecamatan Balinggi Kabuparen Parigi Mautong.

Di hari yang sama kegiatan dipisah menjadi dua dikarenakan di dusun Tamasoppo juga ada anak yang mendaftar dan siap untuk di khitan.

Kami kemudian membagi personil, yang satu di Desa Malakosa sebanyak 34 orang anak dan di dusun Tamasoppo ada 11 anak. Sehingga jumlah keseluruhan adalah 46 anak.

Jarak dari poso untuk sampai di Malakosa dan dusun Tamasoppo mengendarai 4 mobil dari Poso hingga pergi pulang kami tempuh jarak 140 KM, namun Alhamdulillah Tim tetap semangat dan solid untuk melaksanakan tugas kemanusiaan ini, urai Ust. Sugianto Kaimudin.

Diketahui bahwa rumah khitanan gratis yg di bangun sejak 2012 ini telah berkiprah di barbagai tempat tanpa sponsor dan danatur, namun dengan kesadaran penuh seluruh tim bahu membahu dalam penyediaan obat dan bahan habis pakai demi terus terselenggaranya kegiatan kemanusiaan ini.

Bahkan RKG Poso juga melayani sunatan di sekretariat FPI Poso dan perawatan luka Diabetes yg ditangani oleh beberapa Ners yang terus istoqomah.

“Kami selama ini bekerja dan membantu masyarakat tanpa pamrih semata hanya berharap ridho illahi.” Ungkap Akhina Sadam selaku salah satu tim RKG dan Rumah luka di Poso.

Semoga kinerja kemanusiaan yang diemban selalu dalam lindungan dan kasih sayang Allah SWT.







Postingan populer dari blog ini

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Bikin Resah Umat Islam, Penyebar 'Nasi Anjing' Di Bulan Ramadhan Diamankan Polisi

Ahad, 26 April 2020

Faktakini.net, Jakarta - Di tengah kesucian bulan Ramadhan, ada saja ulah yang dilakukan oleh sekelompok orang yang meresahkan umat Islam.

Kelompok tersebut membagikan nasi bungkus yang mereka beri nama "nasi anjing", walaupun kemudian ternyata menurut pengakuan mereka, tidak ada daging anjing dalam menu yang mereka bagikan.

Entah tujuannya untuk mencari sensasi atau bagaimana, ulah mereka jelas meresahkan umat Islam, karena daging anjing diharamkan oleh umat Islam.

Jumhur ulama menghukumi daging anjing haram untuk dimakan, meski disembelih secara syariat.

Alasannya, anjing termasuk dalam binatang bertaring yang keharamannya jelas. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Idris al-Khaulani dari Abi Tha'labah al-Khusyani, "Sesungguhnya Rasulullah SAW melarang memakan setiap binatang buas yang bertaring." (Muttafaq 'Alaih)

Dalam hadis lain, dari Ubaidah bin Sufyan dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Memakan setiap …

(Video) Sambil Cium Tangan Habib Umar Assegaf, Asmadi Ketua Satpol PP Minta Maaf

Jum'at, 22 Mei 2020

Faktakini.net, Jakarta - Asmadi, Ketua Satpol PP Kecamatan Dukuh Pakis yang sempat mengkasari Habib Umar bin Abdullah Assegaf, pada malam ini Jum'at (22/5/2020) akhirnya mendatangi kediaman Habib Umar di Bangil, Pasuruan. Kemudian ia mencium tangan sang dzurriyah Rasulullah SAW, lalu memohon maaf.

Begitu lama Asmadi yang merupakan Kepala Satpol PP Kecamatan Dukuh Pakis itu mencium tangan Habib Umar, ia ingin kekhilafan nya dimaafkan, dan alhamdulillah dengan keikhlasan hati yang seluas samudera, Habib Umar pun memaafkan Asmadi.

Asmadi mengaku saat itu ia sedang sangat kecapekan sehingga ia khilaf. Habib Umar kemudian memeluk Asmadi, dan peristiwa ini disambut hangat oleh para jamaah dan tamu yang hadir, yang langsung melantunkan sholawat.

Sebagaimana diketahui Asmadi yang sempat  mendorong dan mengkasari Habib Umar di pos check point Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Exit Tol Satelit pada Rabu (20/5/2020) sore, dikecam luas oleh umat Islam se-Indo…