Langsung ke konten utama

Featured Post

Infiltrasi PKI Menghancurkan Nama DI / TII

Ahad, 27 September 2020

Faktakini.net

*INFILTRASI PKI MENGHANCURKAN NAMA DI/TII*

Oleh : Muzaki Ruthab

Kalau kita tarik kebelakang perjuangan politik umat Islam tahun 1947 benar-benar berada dalam tekanan kekuatan militer yang pada masa-masa itu seluruhnya berada ditangan orang-orang kiri yaitu PKI dan kaum Sosialisme.

Pertentangan semakin meruncing ketika Menteri Pertahanan Amir Sjarifuddin membentuk Inspektorat Perjuangan sebagai badan yang mewadahi laskar-laskar perjuangan rakyat.

Sejak Amir Sjarifuddin menjadi Menteri Pertahanan, semua perwira tentara Republik adalah anggota kaum kiri (Komunis dan Sosialis), dan dengan demikian, kemungkinan Laskar Sabilillah dan Hizbullah diterima untuk masuk TNI sangat tipis karena kurangnya pendidikan para laskar tersebut.

Laskar-laskar Islam juga khawatirkan TNI hanya akan mengambil senjatanya, dan kemudian mereka segera dipulangkan ke tempatnya masing-masing. Kekhawatiran laskar-laskar Islam terhadap keberadaan kelompok kiri dalam tubuh TNI se…

PUSHAMI Daftarkan Pra Peradilan Penangkapan Tahanan Kasus Molotov Bogor Di PN Cibinong




Selasa, 15 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Para Pengacara Pusat Hak Azazi Muslim Indonesia (PUSHAMI), hari ini Selasa (15/9/2020) mendaftarkan permohonan pra peradilan di Pengadilan Negeri Cibinong Kelas IA, terkait sah dan tidaknya penangkapan, penahanan, dan penetapan tersangka terhadap 6 orang tahanan yang disangka terlibat dalam pelemparan bom molotov di kantor PDIP Cileungsi, Bogor, Jawa Barat.

Sebagaimana diketahui sebelumnya Aziz Yanuar SH selaku salah satu Pengacara PUSHAMI mengungkapkan dugaan terjadinya pelanggaran HAM pada penangkapan para terduga pelempar bom molotov berupa kesalahan prosedur yang dilakukan oleh polisi, yaitu tidak ada surat penangkapan maupun surat penahanan yang diberikan kepada keluarga kliennya.

Selain itu, pihak keluarga maupun kuasa hukum juga tak dapat menemui para tahanan selama beberapa hari.

Berikut ini pernyataan PUSHAMI yang diterima oleh Faktakini.net, Selasa (15/9/2020) pukul 17.35 WIB.

_Assalamualaikum warahmatullahi Wabarokatuh_

Alhamdulillah hari ini Selasa, 15/9/2020 kami telah mendaftarkan permohonan praperadilan di Pengadilan Negeri Cibinong Kelas IA, terkait sah dan tidaknya penangkapan, penahanan, dan penetapan tersangka terhadap 6 orang klien kami yang disangka terlibat dalam pelemparan bom molotov di kantor PDIP Cileungsi, Bogor.

Pengajuan permohonan praperadilan ini sebagai bentuk upaya perlindungan hak dan perlawanan terhadap kesewenang-wenangan penegakan hukum terhadap klien kami.

Terkait pengajuan permohonan praperadilan ini dengan ini kami mengaskan bahwa:

1. Tidak ada satu alasan pun yang dapat dibenarkan untuk menangkap orang lain dengan melanggar undang-undang;

2. Penangkapan yang dilakukan dengan melanggar undang-undang adalah sama dengan penculikan dan perampasan kemerdekaan orang lain;

3. Penegakan hukum yang justru mengesampingkan aturan hukum sudah selayaknya hilang dalam perkembangan hukum yang kian progresif;

4. Pengadilan sebagai pelaksana praperadilan sudah sepatutnya menjalankan fungsi kontrol atas penegakan hukum yang sewenang-wenang;

Demikian pers release ini kami sampaikan, dengan ini kami tegaskan kembali bahwa kami akan senantiasa berusaha melindungi hak hukum setiap masyarakat yang didzolimi dan melawan setiap penegakan hukum yang sewenang-wenang. Semoga Allah merahmati dan meridhoi setiap langkah perjuangan kita.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi Wabarokatuh.

demikian dilaporkan..

Aziz Yanuar,Wisnu Rakadita,Achmad Ardiansyah,Hujjatul Baihaqi dan Irvan Ardiansyah dkk dari

*Pusat Hak Asasi Muslim Indonesia (PUSHAMI)*

Postingan populer dari blog ini

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Bikin Resah Umat Islam, Penyebar 'Nasi Anjing' Di Bulan Ramadhan Diamankan Polisi

Ahad, 26 April 2020

Faktakini.net, Jakarta - Di tengah kesucian bulan Ramadhan, ada saja ulah yang dilakukan oleh sekelompok orang yang meresahkan umat Islam.

Kelompok tersebut membagikan nasi bungkus yang mereka beri nama "nasi anjing", walaupun kemudian ternyata menurut pengakuan mereka, tidak ada daging anjing dalam menu yang mereka bagikan.

Entah tujuannya untuk mencari sensasi atau bagaimana, ulah mereka jelas meresahkan umat Islam, karena daging anjing diharamkan oleh umat Islam.

Jumhur ulama menghukumi daging anjing haram untuk dimakan, meski disembelih secara syariat.

Alasannya, anjing termasuk dalam binatang bertaring yang keharamannya jelas. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Idris al-Khaulani dari Abi Tha'labah al-Khusyani, "Sesungguhnya Rasulullah SAW melarang memakan setiap binatang buas yang bertaring." (Muttafaq 'Alaih)

Dalam hadis lain, dari Ubaidah bin Sufyan dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Memakan setiap …

(Video) Sambil Cium Tangan Habib Umar Assegaf, Asmadi Ketua Satpol PP Minta Maaf

Jum'at, 22 Mei 2020

Faktakini.net, Jakarta - Asmadi, Ketua Satpol PP Kecamatan Dukuh Pakis yang sempat mengkasari Habib Umar bin Abdullah Assegaf, pada malam ini Jum'at (22/5/2020) akhirnya mendatangi kediaman Habib Umar di Bangil, Pasuruan. Kemudian ia mencium tangan sang dzurriyah Rasulullah SAW, lalu memohon maaf.

Begitu lama Asmadi yang merupakan Kepala Satpol PP Kecamatan Dukuh Pakis itu mencium tangan Habib Umar, ia ingin kekhilafan nya dimaafkan, dan alhamdulillah dengan keikhlasan hati yang seluas samudera, Habib Umar pun memaafkan Asmadi.

Asmadi mengaku saat itu ia sedang sangat kecapekan sehingga ia khilaf. Habib Umar kemudian memeluk Asmadi, dan peristiwa ini disambut hangat oleh para jamaah dan tamu yang hadir, yang langsung melantunkan sholawat.

Sebagaimana diketahui Asmadi yang sempat  mendorong dan mengkasari Habib Umar di pos check point Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Exit Tol Satelit pada Rabu (20/5/2020) sore, dikecam luas oleh umat Islam se-Indo…