Langsung ke konten utama

Featured Post

Gatot Nurmantyo: Saya Dicopot Karena Putar Film G 30 S / PKI

Selasa, 22 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) periode 2015-2017, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo mengisahkan mengapa ia dicopot dari jabatannya di penghujung 2017. Padahal, ia harusnya masih berkarier di TNI sampai masa pensiun akhir Maret 2018.

Secara tiba-tiba, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencopot Gatot dengan mengirim surat ke pimpinan DPR agar digantikan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Hadi Tjahjanto. Pun mutasi terakhir yang diteken Gatot akhirnya dibatalkan oleh Hadi.

Menurut Gatot, penggantian posisi pucuk pimpinan TNI terjadi lantaran ia bersikukuh menginstruksikan seluruh jajaran TNI untuk memutar atau menonton film Gerakan 30 September/Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI) pada 2017. Keputusan Gatot kala itu memang mengagetkan banyak pihak.

"Pada saat itu saya punya sahabat dari salah satu partai, saya sebut saja PDIP. 'Pak Gatot hentikan itu, kalau tidak, pasti Pak Gatot akan diganti'. Saya bilang terim…

Proses Hukum Kasus Denny Siregar Menghina Santri Tasik Sangat Lambat, Ustadz Ruslan Kecewa




Sabtu, 12 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Penyidik Subdit V Unit II Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus) Polda Jabar, pada Rabu (9/9/2020), memanggil ustaz Ahmad Ruslan Abdul Gani, pimpinan Pondok Pesantren Tahfidz Quran Daarul Ilmi, Kota Tasikmalaya. Ruslan yang juga sebagai saksi pelapor dimintai keterangan tambahan terkait kasus laporan terhadap Denny Siregar.

"Untuk memberikan keterangan tambahan,’’ kata Ruslan kepada Republika.co.id.

Dalam keterangannya kepada penyidik, Ruslan mengonfirmasi akun Facebook yang mengunggah konten dugaan pencemaran nama baik adalah milik Denny Siregar (terlapor). Keyakinan tersebut, kata dia, berdasarkan hasil penelusurannya atas akun tersebut serta keterangan beberapa pihak, di antaranya kuasa hukum Denny.

"Saya samakan ke penyidik bahwa saya yakin itu akun FB-nya dia (Denny Siregar),’’ ujar dia.

Namun, kata Ruslan, penyidik memiliki prosedur tersendiri untuk memastikan apakah akun tersebut milik Denny Siregar atau bukan. Penyidik, kata dia, akan mencari tahu alamat IP dari akun FB tersebut.

Ia mengatakan, penyidik telah mengirim surat kepada tiga pihak untuk memastikan akun tersebut milik terlapor atau bukan. Tiga pihak yang sudah dikirimi surat oleh penyidik,  kata dia, yaitu Google, ITB, dan Bareskrim Polri.

"Penyidik  Polda Jabar sudah mengirim surat ke tiga ihak itu untuk memastikan akun tersebut milik terlapor. Penyidik bilang suratnya sudah dikirim. Tapi belum ada jawaban samai sekarang,’’ ujar dia.

Ruslan mengaku kecewa atas proses penanganan kasus ini yang sangat lamban sejak ditangani oleh Polres Tasikmalaya kemudian ditarik ke Polda Jabar sudah dua bulan berlalu. Namun, sampai saat ini, kata dia, penyidik belum memanggil pihak terlapor.

"Sampai sekarang belum ada langkah memanggil pihak terlapor. Padahal sejumlah saksi dan bukti bukti sudah semuanya dipegang oleh penyidik,’’ tutur dia.

Selain itu, sambung Ruslan, penyidik  juga tidak memberikan laporan perkembangan hasil penyelidikan. Padahal, imbuh dia, laporan perkembangan penanganan kasus ini sangat ditunggu-tunggu.

"Sejak ditangani oleh Polda Jabar kami belum pernah menerima surat pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan. Tadi sudah saya tanyakan, jawabnnya baru dikirim suratnya,’’ ujar dia.

Ruslan mengatakan, perkembangan kasus ini sudah ditungu oleh masyarakat, khususnya umat Islam baik di Tasikmalaya dan sejumlah daerah di Indonesia. Ia mengaku banyak mendapat telepon dari rekan rekannya yang menanyakan perkembangan kasus ini.

"Kan belum ada perkembangannya yang berarti. Temen temen di Tasik dan daerah lainnya menyatakan kesiapannya untuk turun ke laangan (demo). Bukan untuk menekan penyidik tapi mengingatkan bahwa kasus ini mendaat erhatian besar dari umat Islam,’’ tutur dia.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar, Komisaris Besar Polisi Yaved Duma Parembang yang dimintai keterangannya melalui pesan WA belum memberikan respons. Hingga pukul 17.30 WIB pesan WA yang dikirim Republika belum dibalas.

Sebagaimana diketahui,
ini, umat Islam khususnya di Kota Tasikmalaya menuntut aparat kepolisian segera menangkap Denny Siregar, buzzer yang telah  memfitnah dan menghina  para santri Tahfidz al-Quran Daarul Ilmi Tasikmalaya sebagai "Calon Teroris" .

Sebelumnya, Denny Siregar dilaporkan ke kepolisian pada 2 Juli. Laporan itu merupakan respons atas pernyataan Denny dalam status Facebook-nya pada 27 Juni 2020. Dalam status itu, ia menulis status berjudul "ADEK2KU CALON TERORIS YG ABANG SAYANG" dengan mengunggah santri yang memakai atribut tauhid.

Terlapor diduga tanpa hak menyebarkan informasi untuk menimbulkan kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan SARA dan/atau penghinaan dan/atau pencemaran nama baik. Terlapor diduga melanggar Pasal 45A ayat 2 dan/atau Pasal 45 ayat 3, Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

Foto: Ustadz Ruslan Abdul Ghani

Sumber: republika.co.id

Postingan populer dari blog ini

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Bikin Resah Umat Islam, Penyebar 'Nasi Anjing' Di Bulan Ramadhan Diamankan Polisi

Ahad, 26 April 2020

Faktakini.net, Jakarta - Di tengah kesucian bulan Ramadhan, ada saja ulah yang dilakukan oleh sekelompok orang yang meresahkan umat Islam.

Kelompok tersebut membagikan nasi bungkus yang mereka beri nama "nasi anjing", walaupun kemudian ternyata menurut pengakuan mereka, tidak ada daging anjing dalam menu yang mereka bagikan.

Entah tujuannya untuk mencari sensasi atau bagaimana, ulah mereka jelas meresahkan umat Islam, karena daging anjing diharamkan oleh umat Islam.

Jumhur ulama menghukumi daging anjing haram untuk dimakan, meski disembelih secara syariat.

Alasannya, anjing termasuk dalam binatang bertaring yang keharamannya jelas. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Idris al-Khaulani dari Abi Tha'labah al-Khusyani, "Sesungguhnya Rasulullah SAW melarang memakan setiap binatang buas yang bertaring." (Muttafaq 'Alaih)

Dalam hadis lain, dari Ubaidah bin Sufyan dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Memakan setiap …

(Video) Sambil Cium Tangan Habib Umar Assegaf, Asmadi Ketua Satpol PP Minta Maaf

Jum'at, 22 Mei 2020

Faktakini.net, Jakarta - Asmadi, Ketua Satpol PP Kecamatan Dukuh Pakis yang sempat mengkasari Habib Umar bin Abdullah Assegaf, pada malam ini Jum'at (22/5/2020) akhirnya mendatangi kediaman Habib Umar di Bangil, Pasuruan. Kemudian ia mencium tangan sang dzurriyah Rasulullah SAW, lalu memohon maaf.

Begitu lama Asmadi yang merupakan Kepala Satpol PP Kecamatan Dukuh Pakis itu mencium tangan Habib Umar, ia ingin kekhilafan nya dimaafkan, dan alhamdulillah dengan keikhlasan hati yang seluas samudera, Habib Umar pun memaafkan Asmadi.

Asmadi mengaku saat itu ia sedang sangat kecapekan sehingga ia khilaf. Habib Umar kemudian memeluk Asmadi, dan peristiwa ini disambut hangat oleh para jamaah dan tamu yang hadir, yang langsung melantunkan sholawat.

Sebagaimana diketahui Asmadi yang sempat  mendorong dan mengkasari Habib Umar di pos check point Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Exit Tol Satelit pada Rabu (20/5/2020) sore, dikecam luas oleh umat Islam se-Indo…