Langsung ke konten utama

Featured Post

Foto Mesra Jendral Nasution Dan Soeharto Ini Gilas Fitnah Keji PKI Terhadap Soeharto

Kamis, 1 Oktober 2020

Faktakini.net, Jakarta - Kelicikan dari PKI itu :

1. Menghapus jejak
2. Membersihkan diri
3. Menimpakan kesalahan kpd orang lain
4. Minta orang lain memberi ganti rugi kepada dia.
5. Susun kekuatan utk berkuasa kembali

[KH Hasyim muzadi]

Itulah kelicikan dari PKI, dan hal itu juga mereka lakukan dalam upaya mengaburkan bahkan memutarbalikkan fakta tentang kejadian yang terjadi saat pemberontakan G 30 S/PKI tahun 1965 lalu.

Dalam peristiwa itu, tentu tidak ada orang yang paling dibenci oleh PKI, selain Soeharto. Karena Jendral pemberani yang satu inilah yang menumpas habis PKI sampai ke akar-akarnya saat itu. Maka itu PKI mati-matian berupaya memfitnah Soeharto. Bahkan mereka tuding Soeharto adalah dalang G 30 S/PKI.

Jika Soeharto dalang dari G30s/PKI, maka Nasution sudah pasti akan membunuh Soeharto apapun caranya, karena anaknya(Ade Irma) tewas akibat peristiwa G30s/PKI tsb.
Tapi kalian lihat sendiri foto2 di atas, beliau berdua terlihat baik2, kompak dan harmo…

Pernyataan Hukum LBH Pelita Umat Terkait Fitnah 'Ajaran Islam Khilafah Adalah Paham Terlarang'



Selasa, 1 September 2020

Faktakini.net

*PERNYATAAN HUKUM LEMBAGA BANTUAN HUKUM PEMBELA ISLAM TERPERCAYA- UMMAT (LBH PELITA UMAT)*
_Nomor: 04/PH-LBH PELITA UMAT/IX/2020_

*Tentang*
*MENUDING AJARAN ISLAM KHILAFAH; SEBAGAI PAHAM TERLARANG, MENUDUH MENYEBARKAN KEBENCIAN DAN PERMUSUHAN BERDASARKAN SARA. DAPAT DIJERAT PENODAAN AGAMA (PASAL 156a KUHP)*

Akhir-akhir ada upaya dari kelompok sekuler radikal melakukan tuduhan dan/atau menyebarkan narasi buruk terhadap ajaran Islam yaitu khilafah. Mereka menuding bahwa ajaran Islam khilafah sebagai faham terlarang, menyebarkan kebencian dan permusuhan berdasarkan SARA.

Berkaitan dengan hal tersebut diatas, LBH Pembela Islam Terpercaya - Umat (LBH PELITA UMAT) memberikan pendapat hukum sebagai berikut:

*_PERTAMA,_* bahwa Khilafah adalah ajaran Islam. Bukan ajaran terlarang. Padahal Islam adalah salah satu agama resmi yang diakui negara. Sedangkan konstitusi memberikan jaminan umat Islam untuk menjalankan ibadah sesuai agamanya  berdasarkan Pasal 28E, Pasal 281 ayat (1), Pasal 28J, dan Pasal 29 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Khilafah sebagai ajaran Islam tetap sah dan legal untuk didakwahkan ditengah-tengah umat. Mendakwahkan ajaran Islam termasuk menjalankan ibadah berdasarkan keyakinan agama Islam, dimana hal ini dijamin konstitusi. Oleh karena itu siapapun yang menyudutkan ajaran Islam, termasuk Khilafah maka maka dapat dikategorikan tindak pidana penodaan agama.

*_KEDUA,_* bahwa apabila ada yang menyatakan ".. khilafah faham terlarang dan menuduh menyebarkan kebencian dan permusuhan berdasarkan SARA ." pernyataan ini dapat dinilai sebagai bentuk permusuhan atau kebencian terhadap ajaran agama Islam. Maka dapat dinilai sebagai bentuk pelanggaran pasal 156a KUHP bahwa harus diingat unsur utama untuk dapat dipidananya Pasal 156a KUHP adalah unsur sengaja jahat untuk memusuhi, membenci dan/atau menodai ajaran agama (malign blasphemies). Kemudian dikampanyekan, dibuat narasi dan/atau dibuat opini seolah-olah sesuatu kejahatan atau keburukan dihadapan dan/atau ditujukan kepada masyarakat baik melalui media dan/atau secara langsung;

*_KETIGA,_* bahwa kami mendorong agar aparat Penegak Hukum segera memproses hukum berdasarkan pasal 156a KUHP terhadap siapa saja yang menyebarkan permusuhan atau kebencian terhadap ajaran agama Islam dengan cara dikampanyekan, dibuat narasi dan/atau dibuat opini seolah-olah sesuatu kejahatan atau keburukan dihadapan dan/atau ditujukan kepada masyarakat baik melalui media dan/atau secara langsung. Dikarenakan Pasal 156a KUHP bukanlah delik aduan, sehingga aparat penegak hukum dapat dengan segera memproses hukum demi terciptanya ketertiban masyarakat;

*_KEEMPAT,_* bahwa sungguh tidak arif dan bijak apabila khilafah sebagai ajaran Islam dikampanyekan, dibuat narasi dan/atau dibuat opini seolah-olah sesuatu kejahatan atau keburukan. Hingga akhirnya menimbulkan kebencian terhadap ajaran agama Islam. Dan kami memohon kepada segenap umat Islam untuk melakukan pembelaan terhadap ajaran Islam dari segala potensi kriminalisasi.

Demikian pernyataan hukum disampaikan.

Jakarta, 1 September 2020.

CHANDRA PURNA IRAWAN SH MH
PANCA PUTRA KURNIAWAN SH.,MSI.
HENRY KUSUMA, SH.
RICKI FATTAMAZAYA MUNTHE SH MH
DR.H.ABDUL CHAIR RAMADHAN,SH.MH.
DAMAI HARI LUBIS, SH.
H.AHMAD MICHDAN, SH.

Postingan populer dari blog ini

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Video Langka NBC Tahun 1967: Inilah Orang-Orang PKI Pembunuh Para Jendral!

Sabtu, 26 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Dalam laporan khusus NBC News (media Amerika Serikat) tahun 1967 ini, koresponden Ted Yates meliput perjuangan politik, sosial dan ekonomi Indonesia, satu dari negara Asia Tenggara yang baru saja mengalami upaya kudeta. Film Dokumenter ini merupakan satu bagian dari trilogi yang diproduksi oleh Yates.

Klik video:


Bikin Resah Umat Islam, Penyebar 'Nasi Anjing' Di Bulan Ramadhan Diamankan Polisi

Ahad, 26 April 2020

Faktakini.net, Jakarta - Di tengah kesucian bulan Ramadhan, ada saja ulah yang dilakukan oleh sekelompok orang yang meresahkan umat Islam.

Kelompok tersebut membagikan nasi bungkus yang mereka beri nama "nasi anjing", walaupun kemudian ternyata menurut pengakuan mereka, tidak ada daging anjing dalam menu yang mereka bagikan.

Entah tujuannya untuk mencari sensasi atau bagaimana, ulah mereka jelas meresahkan umat Islam, karena daging anjing diharamkan oleh umat Islam.

Jumhur ulama menghukumi daging anjing haram untuk dimakan, meski disembelih secara syariat.

Alasannya, anjing termasuk dalam binatang bertaring yang keharamannya jelas. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Idris al-Khaulani dari Abi Tha'labah al-Khusyani, "Sesungguhnya Rasulullah SAW melarang memakan setiap binatang buas yang bertaring." (Muttafaq 'Alaih)

Dalam hadis lain, dari Ubaidah bin Sufyan dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Memakan setiap …