Langsung ke konten utama

Featured Post

Pasir dan Air Mauk Menjadi Saksi Bisu Kebengisan PKI Membunuh Otto Iskandar Dinata

Jum'at, 25 September 2020

Faktakini.net, Jakarta – Jasad Otto Dilarung Setelah Kepalanya Dipenggal. Tanyakan kepada pasir dan air Pantai Mauk, Tangerang, yang menjadi saksi bisu atas aksi Ubel-Ubel Hitam. Deru ombaknya memberi pesan dan cerita tentang nasib tragis seorang Otto lskandar Dinata. Sebuah peristiwa yang nyaris hilang ditelan ombak.

Dikisahkan seorang nelayan kecil bernama Jamidi, bertinggal di tepi Pantai Ketapang, Mauk, Tangerang. Karena kepolosannya, dia tidak tau menahu apa pun kehidupan Jakarta pada masa perjuangan kemerdekaan 1945. Yang diketahuinya hanyalah laut yang maha luas. Ombaknya yang keras dan ikan yang harus kutangkap sebanyak-banyaknya untuk makan anak dan istriku.

Laskar Ubel-Ubel Hitam

Sore itu, di bulan Oktober 1945, saat berangkat menangkap ikan, ia (Jamidi) mendengar perbincangan di warung kopi. Orang-orang membicarakan bahwa Pemerintah RI di Tangerang yang dipimpin oleh Bupati Agus Padmanegara, dihancurkan oleh Usman.

Usman adalah komunis yang me…

Pengakuan Mengerikan 2 Tentara Myanmar Serang Muslim Rohingya



Sabtu, 12 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Dua personel militer Myanmar mengaku diperintahkan untuk mengambil bagian dalam pembunuhan dan pemerkosaan massal terhadap Muslim Rohingya 2017 lalu.

Rekaman pengakuan Prajurit Myo Win Tun dan Prajurit Zaw Naing Tun itu diketahui difilmkan pada Juli 2020 lalu oleh Tentara Arakan, sebuah kelompok pembelot pemerintah yang kini beroposisi dengan militer Myanmar.

Video yang telah dipastikan kebenaran dan kredibilitasnya oleh Fortify Rights, organisasi non pemerintah ini juga berisi pengakuan lebih lanjut terkait kekejaman para militan Myanmar di Negara Bagian Rakhine, yang disebut PBB sebagai genosida. 

"Kami menghancurkan desa Muslim dekat desa Taung Bazar. Kami melaksanakan operasi pembersihan di malam hari sesuai perintah untuk menembak semua yang terlihat dan yang terdengar. Kami menguburkan total 30 jenazah dalam satu kuburan, "kata Myo Win Tun dalam keterangan videonya yang dikutip di CNN, Kamis (10/9).

Meski telah dinyatakan kredibel, namun CNN menyatakan belum dapat mengkonfirmasi kebenaran video tersebut secara independen. Proses di balik dilakukannya sesi pengakuan tersebut juga belum diketahui, namun sudah dapat dipastikan adalah bahwa kedua tentara sekarang berada di Pengadilan Kriminal Internasional Den Haag, tempat penyelidikan krisis Rohingya berlangsung.

"Ini adalah momen monumental bagi Rohingya dan rakyat Myanmar dalam perjuangan berkelanjutan mereka untuk keadilan," kata Matthew Smith, kepala eksekutif Fortify Rights, dalam sebuah pernyataan.

Sejak 2016, ada laporan tentang kampanye kekerasan massal oleh militer Myanmar di negara bagian Rakhine yang menargetkan umat Muslim Rohingya. Lebih dari 740 ribu pengungsi didorong melintasi perbatasan ke Bangladesh, membawa serta pernyataan dan bukti sisa kekejaman yang dilakukan militan Myanmar.

Di sisi lain Pemerintah Myanmar, yang dipimpin pemenang Nobel Perdamaian, Aung San Suu Kyi, membantah keras tuduhan tersebut, mengatakan kepada Mahkamah Internasional pada Desember 2019 bahwa klaim itu tidak lengkap dan menyesatkan.

Sebaliknya mereka menyatakan bahwa operasi yang dilakukan di Rakhine adalah tindakan kontra-terorisme yang sah sebagai tanggapan atas serangan Rohingya di sebuah pos perbatasan yang menewaskan sembilan petugas polisi.

Myanmar juga menganggap jutaan warga Rohingya sebagai imigran ilegal, terlepas dari kenyataan bahwa suku Rohingya telah menetap di Rakhine selama beberapa generasi. 

Sementara itu komisi pencari fakta PBB menyebut kampanye kekerasan terhadap Rohingya sebagai genosida. Doctors Without Borders memperkirakan setidaknya 6.700 orang Rohingya tewas dalam bulan pertama kampanye saja, termasuk 730 anak di bawah usia 5 tahun.

Meski pemerintah Myanmar terus memberikan pembelaan, nyatanya Myo Win Tun telah mengatakan dalam video pengakuannya bahwa dia dikirim pada serangan malam di sebuah desa Muslim di Kotapraja Buthidaung pada Agustus 2017, di mana petugas menyuruhnya untuk membunuh semua orang untuk memastikan bahwa ras Rohingya telah musnah.

Setelah menghancurkan desa pertama, tentara tersebut mengatakan bahwa 10 unitnya kemudian tinggal di daerah itu selama dua pekan, menghancurkan pemukiman terdekat lainnya. Dia juga mengakui bahwa unitnya terlebih dulu memperkosa para wanita sebelum menembak mereka. "Kami menguburkan total 30 mayat di satu kuburan, delapan wanita, tujuh anak, 15 pria dan orang tua," kata Myo Win Tun dalam video tersebut. "Kami menembak dan mengubur orang di desa demi desa. Totalnya sekitar 60 hingga 70 orang," kata Myo Win Tun.

Pengakuan yang tak jauh berbeda juga diungkapkan Zaw Naing Tun dalam video berbeda. Dia mengaku bekerja dengan Batalyon Infanteri Ringan ke-353 untuk memusnahkan sekitar 20 desa Muslim.

"Kami menembak mati dan memusnahkan mereka sesuai dengan perintah untuk membunuh semua, entah itu anak-anak atau orang dewasa," katanya dalam video tersebut.

Zaw Naing Tun mengatakan mereka telah menguburkan sekitar 80 penduduk desa Muslim di kuburan massal, menjarah uang, emas dan ponsel dari toko dan rumah warga Rohingya setelah membunuh mereka. Dia juga mengatakan dia sempat bertugas untuk berjaga-jaga sementara atasannya memperkosa korbannya sebelum dibunuh.

Sebelum dirilisnya video ini, tidak ada satupun anggota militer Myanmar yang mengakui kekerasan yang mereka lakukan terhadap Rohingya di negara bagian Rakhine.

Sangat sedikit pula anggota militer yang dituntut atas pembunuhan di wilayah tersebut, hanya tujuh tentara saja yang berhasil ditangkap di Myanmar pada 2018 karena kasus pembantaian.

Kepala Eksekutif Fortify Rights, Matthew Smith, mengatakan Myo Win Tun dan Zaw Naing Tun dapat menjadi pembuka kasus kampanye kekerasan di Rakhine, sekaligus tersangka pertama yang diadili di ICC.

"Penyelidikan ICC bersifat rahasia, yang dapat saya konfirmasi adalah bahwa dua orang muncul di pos perbatasan di Bangladesh, meminta perlindungan dan mengaku melakukan pembunuhan massal dan pemerkosaan warga sipil Rohingya selama operasi pembersihan 2017 di Negara Bagian Rakhine," kata Payam Akhavan, Penasihat hukum internasional untuk Bangladesh sekaligus mantan jaksa PBB.

"Mereka mengaku telah menjadi anggota pasukan militer Myanmar selama periode itu dan bertindak atas perintah dari komandan militer senior. Saya tidak dapat memastikan identitas atau lokasi mereka," sambungnya.

Seorang Rohingya yang masih berada di negara bagian Rakhine, yang meminta namanya disamarkan untuk menghindari resiko penganiayaan di masa depan, mengatakan bahwa perkembangan besar atas apa yang selama ini selalu diharapkan.

"Kami tidak memiliki kata-kata untuk menggambarkan betapa kami sangat senang bahwa dua mantan militer itu akan berada di ICJ untuk mengakui semua kekejaman yang dilakukan militer Myanmar terhadap Rohingya oleh," katanya.

"Orang-orang kami tidak dapat mengumpulkan banyak bukti karena banyak saksi dan korban yang ditembak mati. Sebagian besar kami memilih untuk melarikan diri dan menyelamatkan diri. Namun akhirnya kami melihat harapan bahwa para genosida akan segera dihukum," sambungnya.

Foto: Seorang tentara Myanmar tengah berjaga di bangunan yang rusak di Sittwe, Rakhine, Myanmar.

Sumber:
 https://edition.cnn.com/2020/09/09/asia/rohingya-massacre-soldier-testimony-intl-hnk/index.html

 Republika.co.id


Postingan populer dari blog ini

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Bikin Resah Umat Islam, Penyebar 'Nasi Anjing' Di Bulan Ramadhan Diamankan Polisi

Ahad, 26 April 2020

Faktakini.net, Jakarta - Di tengah kesucian bulan Ramadhan, ada saja ulah yang dilakukan oleh sekelompok orang yang meresahkan umat Islam.

Kelompok tersebut membagikan nasi bungkus yang mereka beri nama "nasi anjing", walaupun kemudian ternyata menurut pengakuan mereka, tidak ada daging anjing dalam menu yang mereka bagikan.

Entah tujuannya untuk mencari sensasi atau bagaimana, ulah mereka jelas meresahkan umat Islam, karena daging anjing diharamkan oleh umat Islam.

Jumhur ulama menghukumi daging anjing haram untuk dimakan, meski disembelih secara syariat.

Alasannya, anjing termasuk dalam binatang bertaring yang keharamannya jelas. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Idris al-Khaulani dari Abi Tha'labah al-Khusyani, "Sesungguhnya Rasulullah SAW melarang memakan setiap binatang buas yang bertaring." (Muttafaq 'Alaih)

Dalam hadis lain, dari Ubaidah bin Sufyan dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Memakan setiap …

(Video) Sambil Cium Tangan Habib Umar Assegaf, Asmadi Ketua Satpol PP Minta Maaf

Jum'at, 22 Mei 2020

Faktakini.net, Jakarta - Asmadi, Ketua Satpol PP Kecamatan Dukuh Pakis yang sempat mengkasari Habib Umar bin Abdullah Assegaf, pada malam ini Jum'at (22/5/2020) akhirnya mendatangi kediaman Habib Umar di Bangil, Pasuruan. Kemudian ia mencium tangan sang dzurriyah Rasulullah SAW, lalu memohon maaf.

Begitu lama Asmadi yang merupakan Kepala Satpol PP Kecamatan Dukuh Pakis itu mencium tangan Habib Umar, ia ingin kekhilafan nya dimaafkan, dan alhamdulillah dengan keikhlasan hati yang seluas samudera, Habib Umar pun memaafkan Asmadi.

Asmadi mengaku saat itu ia sedang sangat kecapekan sehingga ia khilaf. Habib Umar kemudian memeluk Asmadi, dan peristiwa ini disambut hangat oleh para jamaah dan tamu yang hadir, yang langsung melantunkan sholawat.

Sebagaimana diketahui Asmadi yang sempat  mendorong dan mengkasari Habib Umar di pos check point Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Exit Tol Satelit pada Rabu (20/5/2020) sore, dikecam luas oleh umat Islam se-Indo…