Langsung ke konten utama

Featured Post

FPI Lampung Peringati Maulid Nabi Dan Lantik DPC FPI Tanjung Karang Barat Dan Pusat

Ahad, 1 November 2020
Faktakini.net, Jakarta - Hari Sabtu (31/10/2020) DPD FPI Lampung mengadakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1442 H, sekaligus melakukan pelantikan dua DPC, yaitu:
1.DPC FPI Tanjung Karang Barat (TKB)  2.DPC FPI Tanjung Karang Pusat
Kegiatan ini bertempat di Masjid Falahuddin Sukajawa Tanjung Karang Barat Kota Bandar Lampung dan dihadiri Oleh Ketua DPD FPI Lampung H Fidyan Fuad didampingi oleh Sekretaris DPD FPI Lampung,Para Habaib, kiyai, Ustadz, dan Santri. 
Pengawalan dan Pengamanan dijaga oleh Sayap juang FPI Lampung, BAT dan LPI ,TNI dan Polri
Habib Umar Assegaf Imam Daerah FPI Lampung saat melantik dan membaiat kepada para Tanfidzi TKB dan TKP, mengatakan, "Antum semua agar taat kepada Allah dan Rosulullah, dan taat kepada pimpinan. Jangan kendor dlm ber Amar maruf Nahi Munkar.Semoga istiqomah dlm perjuangan".
Sumber:  Kontributor LIF Lampung (Mance Sr)


Pendapat Damai Lubis Soal Pengkhianatan Dewan Jendral Ala PKI Dan Pemutaran Film G 30 S/PKI



Ahad, 27 September 2020

Faktakini.net

*Secuplik Analisa Penghianatan Dewan Jendral ala PKI*

*Oleh : the Hael*


*Mengapa Kelompok PKI tidak pernah mengkaitkan peristiwa penghianatan G. 30 S. PKI 1965 dengan Jendral Nasution saat hidupnya ? Sedang Nasution saat itu adalah korbannya , dan korban tsb. Masih hidup lama setelah peristiwa*

*Andai PKI dan PKI Perjuangan secara keseluruhan menyebut 30 September 1965 adalah perbuatan Dewan Jendral yang berencana menjatuhkan Soekarno. Apakah maksudnya Kelompok New PKI Sang Korban Jendral Nasution dan putrinya yang tewas ? Ade Irma Suryani Nasution adalah bagian dari Dewan Jendral ?*

*Yang terakhir, mengapa Soekarno justru tidak mau menuntut dalang perbuatan pembunuhn Jendral?*

*Soekarno malah mengatakan : " pada negara yang baru revolusi, itu sesuatu yang biasa. Gak usah dibesar2kan "*

*Dan perkataan Soekarno tsb " jangan terlalu dibesar2kan " atas kematian beberapa orang anak buahnya sendiri. Maka Soekarno tidak pernah mau menjawab serta menjelaskannya.Walau diminta beberapa kali saat rapat konsolidasi penting kenegaraan, setelah peristiwa terjadi. Juga tidak menjelaskannya untuk hal terkait pernyataan tsb. Saat di hadapan sidang umum MPR 10 Januari 1967, saat naskah tebal pertanggung jawaban dirinya sebagai Presiden RI, dgn judul Nawaksara sebagai Citanya. Nawaksara sebagai konsep revolusi mental yg telah diadopsi oleh Jokowi saat ini*


*Cttn lucu diruang dipengadilan, diluar sidang Gedung MPR RI : Pada Persidangan, Soebandrio menyatakan dirinya Seorang muslim dan Haji, lalu Hakim bertanya, brp rakaat Sholat Maghrib. Dia jawab "4 rakaat "*

...

*MUJAHID 212 yang Bergabung di AAB dan Korlabi, setuju bahkan menyerukan Jokowi aktif atau tidak pasif, justru turut suarakan serta mendorong pemutaran Film Penghianatan G.30 PKI ditayangkan dan sekaligus menyerukan terhadap seluruh Masyarakat dan Bangsa ini agar menonton dan menyimak manfaat film sejarah ini*

*( Damai Hari Lubis )*

*Bogor, 27 September 2020*


*Missinya adalah untuk menambah Wawasan Kebangsaan Bangsa ini dan sesuai Motto Soekarno Jasmerah ( Jangan Suka Melupakan Sejarah ). Maka terkait hal Pemutaran Film Penghianatan G.30 S PKI , adalah sbg wujud antisipasi atau usaha preventif dari bahayanya negara terhadap faham komunisme serta penghianatannya yang sudah berulang kali, terhadap Negara, bangsa dan Ummat Islam, khususnya melalui fitnah dan pembunuhan Para Ulama oleh mereka golongan komunis yg bergabung dalam PKI, partai terlarang saat ini ( TAP MPR NO. 25 / 1966 dan KUHP Pasal 107 UU.RI 27 Tahun 1999 ). Maka sangat perlu Demi untuk Ketahanan Nasional negara ini*

*Saran kami, agar Pemerintahan Jokowi turut mendorong hal pemutaran film tidak pasif, agar lebih berkesan dan tertanam dihati ( akal dan pikiran ) masyarakat. Idealnya pemutaran film ditayangkan oleh semua stasiun tv. Sejak 27 September sampai dengan 30 September 2020*

Postingan populer dari blog ini

Pernyataan Sikap FPI, GNPF, PA 212 Dan HRS Center Tentang Penolakan UU Ciptaker

Jum'at, 9 Oktober 2020
Faktakini.net
PERNYATAAN SIKAP BERSAMA  FPI, GNPF ULAMA, PA 212 DAN HRS CENTER TENTANG PENOLAKAN TERHADAP UU CIPTA KERJA 
Mencermati perkembangan politik hukum yang semakin menjauh dari tujuan dan cita-cita nasional sebagaimana diamanatkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar Negara Republik  Indonesia Tahun 1945. Kebijakan penyelenggaraan negara telah menegasikan prinsip kedaulatan  rakyat dan paham negara kesejahteraan (welfare state) dengan mengutamakan kepentingan oligarki kapitalis.
Rezim lebih mengutamakan kepentingan geopolitik Republik Rakyat China (RRC), dengan tetap  mendatangkan TKA yang berpaham Komunis. Tetap menggelar Pilkada ditengah ancaman pandemi Covid-19 demi politik dinasti (feodalisme). Di sisi lain, tindakan penyalahgunaan  kekuasaan (abuse of power), persekusi, intimidasi dan kriminalisasi masih terus berlangsung.  Seiring dengan itu, rezim mengajukan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law)  yang kini telah disahkan menjadi undan…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Video Langka NBC Tahun 1967: Inilah Orang-Orang PKI Pembunuh Para Jendral!

Sabtu, 26 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Dalam laporan khusus NBC News (media Amerika Serikat) tahun 1967 ini, koresponden Ted Yates meliput perjuangan politik, sosial dan ekonomi Indonesia, satu dari negara Asia Tenggara yang baru saja mengalami upaya kudeta. Film Dokumenter ini merupakan satu bagian dari trilogi yang diproduksi oleh Yates.

Klik video: