Langsung ke konten utama

Featured Post

Pernyataan Sikap PC FMI Kota Serang Dan Pandeglang: Kutuk Keras Macron Atas Penodaan Agama

Kamis, 29 Oktober 2020Faktakini.net, Jakarta - Mahasiswa yang tergabung ke dalam Front Mahasiswa Islam (FMI) Cabang Kota Serang dan Pandeglang mengutuk keras atas penodaan norma agama yang dilakukan oleh Presiden Perancis Emmanuel Macron sesuai dengan putusan mahkamah uni eropa dimana tidak boleh adanya sikap penghinaan terhadap nabi.Dalam pernyataan sikapnya FMI Kota Serang dan Pandeglang memberikan beberapa poin-poin tuntutan kepada Presiden Perancis diantaranya mengutuk keras atas penyebaran kartun penghinaan nabi Muhammad S.A.W. yang dilakukan Presiden Perancis pada Kamis (29/10/2020).Kemudian dalam tuntutan lainnya FMI Kota Serang dan FMI Pandeglang menyerukan untuk melakukan aksi boikot pembelian dan penggunaan produk-produk yang berasal dari Perancis karena aksi boikot merupakan salah satu hak kebebasan pendapat.Klik video:



Para Ilmuwan Muslim Di Masa Kini


Ahad, 20 September 2020

Faktakini.net

Ilmuwan Muslim

Ini foto entah di mana. Mungkin di sebuah sekolah. Tapi di mana pun ini, ia menggambarkan suatu hal yang seragam, yaitu umat Islam hanya bisa bangga dengan masa lalu kalau bicara sains. Kebanggan pada karya sains orang Islam hanya mengenai orang-orang masa lalu.

Di satu sisi ini menggambarkan rendahnya kontribusi dunia Islam pada sains modern. Dibandingkan orang-orang dari dunia lain, negara-negara di mana mayoritas penduduknya bukan muslim, kontribusi dunia Islam memang sangat rendah.

Di sisi lain, ini menggambarkan rendahnya pengetahuan guru-guru dan ustaz-ustaz tentang perkembangan sains. Meski tidak banyak, tapi setidaknya ada 3 muslim pemenang Hadiah Nobel Sains. Kenapa masih sibuk dengan cerita zaman Ibnu Sina?

Mungkin karena cerita masa lalu itu lebih menarik karena mirip dongeng. Mungkin guru-guru tidak tahu soal penerima Hadiah Nobel itu. Atau mungkin karena mereka tidak paham apa kerennya mereka. Biar paham dikit, saya terangkan.

1. Azis Sancar, orang Turki tapi bekerja sebagai profesor di University of North Carolina. Ia melakukan penelitian terhadap DNA. Dari studi terhadap bakteri ia menemukan bahwa DNA bisa diperbaiki melalui mekanisme enzim, dengan memanfaatkan sinar ultraviolet. Penemuan ini memberi kontribusi besar pada pemahaman tentang bagaimana sel bekerja, penyebab kanker, dan proses penuaan. Ia memenangkan Hadiah Nobel Kimia tahun 2015.

2. Ahmed Zewail adalah ilmuwan kelahiran Mesir yang menerima Hadiah Nobel Kimia tahun 1999. Ia bekerja sebagai profesor di beberapa universitas di Amerika. Ia berhasil menemukan metode untuk "memantau" pergerakan atom-atom saat terjadinya reaksi kimia. Metode itu disebut femtosecond spectrosocy, yang bahkan memunculkan sub-cabang ilmu dalam bidang kimia fisika, yang disebut femtochemistry.

Sebelum penemuan Zewail orang menganggap mustahil untuk memantau pergerakan atom saat terjadinya reaksi kimia. Ini karena kejadiannya begitu cepat, dalam skala femtodetik, atau sepuluh pangkat minus lima belas detik.

Zewail menembakkan 2 pulsa laser pada molekul-molekul yang hendak direaksikan dalam tabung hampa. Laser pertama memberi energi untuk reaksi. Laser kedua "melaporkan" situasi reaksi. Dari spektrum energi cahaya yang dideteksi dapat dipantau perubahan struktur molekul dari waktu ke waktu.

Dengan memahami proses reaksi kimia, kita dapat mengatur reaksi kimia secara lebih cepat dan efisen, antara lain dengan mendesain katalis yang lebih baik.

3. Abdus Salam adalah ilmuwan Pakistan, muslim pertama yang menerima Hadiah Nobel Sains di tahun 1979. Ia tadinya bekerja di Pakistan, dan berkontribusi banyak pada pengembangan nuklir. Tahun 1974 ia pindah ke Italia sebagai protes atas UU yang dibuat parlemen, yang menyatakan bahwa paham Ahmadiyah yang dia anut bukan bagian dari Islam.

Salam menerima Hadiah Nobel atas rumusan teori yang menjelaskan hubungan antara interaksi lemah dengan interaksi elektromagnetik yang dikenal dengan istilah electroweakforce. Gaya lemah ini bekerja pada sub-partikel dalam inti atom, yang berperan penting dalam peluruhan inti atom. Salam menemukan bahwa gaya lemah ini adalah satu sisi saja dari interaksi elektroweak.

Penemuan ini bagian dari upaya fisikawan untuk menemukan hubungan antara 4 gaya dalam alam, yaitu elektromagnetik, gravitasi, gaya kuat, dan gaya lemah. Unifikasi pertama dirumuskan oleh Maxwell, yang menemukan hubungan interaksi elektromagnetik. Tadinya listrik dan magnet dianggap 2 hal yang terpisah. Maxwell menemukan bahwa listrik dan magnet hanyalah satu sisi dari interaksi terpadu yang disebut elektromagnetik.

Kok cuma 3? Memang cuma 3, dan sangat sedikit. Kontribusi dunia Islam dalam sains modern memang sedikit. Sudah sedikit, eh sedikit pula muslim yang tahu dan paham. Ingatnya cuma Ibnu Sina dan generasi lama melulu. Mau bandingka dengan kontribusi Yahudi dan Kristen? Jauh.

Nah, sebenarnya ini pun tidak penting. Orang-orang sana sangat jarang memberi label agama kepada ilmuwan. Bagi mereka ilmuwan ya ilmuwan, tidak perlu ada identitas lain terkait agama. Agama itu soal privat. Yang sibuk dengan label itu ya orang Islam doang.

Postingan populer dari blog ini

Pernyataan Sikap FPI, GNPF, PA 212 Dan HRS Center Tentang Penolakan UU Ciptaker

Jum'at, 9 Oktober 2020
Faktakini.net
PERNYATAAN SIKAP BERSAMA  FPI, GNPF ULAMA, PA 212 DAN HRS CENTER TENTANG PENOLAKAN TERHADAP UU CIPTA KERJA 
Mencermati perkembangan politik hukum yang semakin menjauh dari tujuan dan cita-cita nasional sebagaimana diamanatkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar Negara Republik  Indonesia Tahun 1945. Kebijakan penyelenggaraan negara telah menegasikan prinsip kedaulatan  rakyat dan paham negara kesejahteraan (welfare state) dengan mengutamakan kepentingan oligarki kapitalis.
Rezim lebih mengutamakan kepentingan geopolitik Republik Rakyat China (RRC), dengan tetap  mendatangkan TKA yang berpaham Komunis. Tetap menggelar Pilkada ditengah ancaman pandemi Covid-19 demi politik dinasti (feodalisme). Di sisi lain, tindakan penyalahgunaan  kekuasaan (abuse of power), persekusi, intimidasi dan kriminalisasi masih terus berlangsung.  Seiring dengan itu, rezim mengajukan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law)  yang kini telah disahkan menjadi undan…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Video Langka NBC Tahun 1967: Inilah Orang-Orang PKI Pembunuh Para Jendral!

Sabtu, 26 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Dalam laporan khusus NBC News (media Amerika Serikat) tahun 1967 ini, koresponden Ted Yates meliput perjuangan politik, sosial dan ekonomi Indonesia, satu dari negara Asia Tenggara yang baru saja mengalami upaya kudeta. Film Dokumenter ini merupakan satu bagian dari trilogi yang diproduksi oleh Yates.

Klik video: