Langsung ke konten utama

Featured Post

Kegiatan Dzikir FPI Banyumas Bersama Jamiyah Roudlotul Jannah Lancar Dan Sukses

Selasa, 29 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Senin 28 september 2020 di mulai pukul 20:00 wib bertempat di pondok pesantren Al Fattah jalan kauman desa Cilongok Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas berjalan dengan sukses dan lancar

Kegiatan ini adalah Rutin di laksanakan tiap malam sebelas bulan Hijriah dan sudah di laksanakan terus menerus mulai berdirinya Pondok tahun 1996 sampai sekarang.

Alhamdulillah malam ini di ikuti juga oleh Laskar Pembela Islam LPI dan FPI juga dari jamiyah Roudlotul jannah kabupaten Banyumas
Dzikir malam ini adalah salah satu cara untuk memohon pertolongan dari Alloh swt  Agar di hindarkan dari marabahaya kesusahan dan cepat di ampuni atas segala dosa dosa yang kita perbuat baik secara sadar ataupun tidak sadar atas perbuatan kita


Dzikir Manaqib Syech Abdulqodir r.a ini di pimpin oleh kyai Slamet Sungedi bin Sangidi bin Zakaria
Setelah selesai acara dzikir di lanjutkan dengan Tausiyah

Kyai Slamet Sungedi menyampaikan bahwa di ahir zaman ini kita ti…

Kunjungan Ke Habib Bahar Oleh Ahmad Khozinudin, Damai Lubis Dan Lainnya Di LP Gunung Sindur



Rabu, 2 September 2020

Faktakini.net

*AGENDA ZIAROH KE HABIB BAHAR BIN SMITH, TAMBAHAN ILMU DAN SEMANGAT BERJUANG MEMBELA AGAMA ISLAM*


Oleh : *Ahmad Khozinudin, S.H.*
Advokat Pejuang Khilafah


Pandemi tidak boleh memutus silaturahmi, saling mengunjungi, saling meminta dan memberi nasehat, saling menguatkan dalam menapaki jalan perjuangan. Sesama pengemban dakwah, Pejuang Islam wajib saling mengikat amanah dan kepercayaan, dan wajib untuk menjauhkan diri dari pengkhiatan.

Habib Bahar Bin Smith, adalah sosok 'Singa' yang tak pernah berubah menjadi kucing. Kenyataan ini pernah saya tulis sebelum situasi Pandemi, sebelum  dia mendapat pembebasan asimilasi, sebelum dia kembali mengkritik kebijakan Presiden Jokowi, sebelum ia kembali mendekam di penjara, sebelum akhirnya saya kembali mengunjunginya di penjara untuk yang kesekian kalinya.

Pada Selasa (1/9/2020) saya bersama Bang Damai Hari Lubis, Ust Irwan Syaifullah dan Ust Harto berkesempatan mengunjungi Habib Bahar Bin Smith di Lapas Gunung Sindur. Awalnya, kami mengunjungi Lapas Pondok Rajeg untuk memastikan posisi penahanannya.

Habib Bahar Bin Smith, ayah dari 7 (tujuh) orang anak yang juga dan dari keponakannya memiliki hubungan besan dengan Habibana Muhammad Rizq Syihab melalui tiga jalur. Salah satunya, ada yang melalui jalur menantu Habibana, yakni Habib Hanif Al Athos.

Sejak ditetapkan ditahan di Nusakambangan beberapa bulan yang lalu, ada simpang siur kabar posisi penahanannya. Dari petugas Lapas Pondok Rajeg Cibinong, kami baru mendapat kepastian posisi Habib Bahar Bin Smith ditahan di Lapas Gunung Sindur.

Dari Lapas Pondok Rajeg kami melanjutkan perjalanan ke Lapas Gunung Sindur. Sesampainya di Lapas Gunung Sindur saya dan rombongan segera memasuki Lapas. Sambil menunggu Habib Bahar Bin Smith datang, kami serombongan menikmati kopi yang disiapkan oleh petugas Lapas.

Beberapa saat kemudian, Habib Bahar Bin Smith terlihat datang menemui kami. Tidak ada perubahan pada sosok pejuang yang satu ini, terlihat tetap bersemangat, ceria dan ramah menerima tamu. Kecuali, rambut panjangnya telah dipangkas. Ia terlihat lebih muda dengan rambut pendeknya.

Bersalaman dan saling berpelukan, bertanya kabar, dan saling memberi kabar menjadi awal pembuka diskusi. Selanjutnya, kami sampaikan beberapa titipan salam. Ada dari Gus Nur, Bang Eggi Sudjana, Ust Ismail Yusanto, Ust Rohmat S Labib dan beberapa yang lain.

Kami juga mengabarkan posisi Ust Ismail Yusanto yang dilaporkan ke polisi karena mendakwahkan Khilafah dan mohon doa kepada habib. Kami juga ceritakan beberapa perkembangan situasi dan kondisi keumatan, dari urusan RUU HIP hingga kondisi ekonomi yang mengalami resesi.

Ada satu ucapan yang sejak di Lapas Pondok Rajeg berulang kali Habib sampaikan. Dirinya tegas menyatakan, tidak akan berhenti mengkritik Jokowi saat nanti keluar dari penjara. Lebih baik lidah membusuk ketimbang diam menyaksikan kezaliman.

Ucapan Habib telah dibuktikan, sesaat saat dirinya keluar dari penjara  atas kebijakan asimilasi, habib langsung membuat pengajian dirumahnya, dan kembali mengkritisi kebijakan pemerintah. Atas kritik itulah, dirinya kembali mendekam di penjara.

Habib menuturkan apa yang dilakukannya saat di Lapas Pondok Rajeg juga dilakukan dan menjadi kegiatan rutin di Lapas Gunung Sindur. Ya, mengisi pengajian dan membina warga lapas dengan tsaqofah Islam, agar menjadi hamba Allah yang taat.

Bahkan, sore hari itu Habib ada jadwal mengisi kajian Warga Napiter. Yakni, nara pidana yang dijerat kasus Terorisme. Didalam lapas, Habib juga dekat dan karib berdiskusi dengan Ust Abu Bakar Ba'asyir. Bahkan, oleh Ust Abu Bakar Ba'asyir habib diberi ijazah untuk selalu mengisi khutbah Jum'at karena dipandang lebih muda, bersemangat, dan memiliki ilmu untuk ditularkan kepada warga binaan.

Pesan Habib Bahar Bin Smith terkait perjuangan untuk Islam seolah masih terus terngiang-ngiang ditelinga. Saat Bang Damai Hari Lubis menyebut ada orang yang berpendapat Agama Islam tidak perlu dibela, habib sontak menyebut orang yang demikian sebagai 'Bahlul'.

Kami begitu asyik larut dalam diskusi, saya sendiri selain melepas rindu, bertemu dengan Habib Bahar Bin Smith mendapatkan tambahan ilmu. Dalam forum itu, saya mendapat penjelasan tentang tafsir 'Thagut' dari beberapa Imam Mufasir.

Saya juga berkesempatan menjelaskan apa itu substansi Demokrasi kepada beliau. Demokrasi  berasal dari kata 'Demos' dan 'Kratos' yakni sebuah sistem pemerintahan yang meletakkan kedaulatan (Asy Siyadah) ditangan rakyat. Dimana standar halal dan haram, baik dan buruk itu dikembalikan kepada suara mayoritas rakyat melalui wakilnya. Bukan berdasarkan hukum Allah SWT, bukan berdasarkan syariat Islam.

Diskusi dan saling bertanya terjadi begitu hangat. Sambil diskusi, sesekali kami menyeruput kopi nikmat yang disediakan petugas lapas. Nikmat sekali.

Ala kuli hal, tidak terasa adzan Ashar berkumandang. Terlihat, warga binaan keluar dan berjalan berduyun mengenakan sarung dan kopiah menuju masjid. Suasananya mirip di pondok pesantren, Subhanallah.

Setelah azan berkumandang, kami lantas berpamitan. Meski ingin berlama-lama namun kami tahu Habib Bahar Bin Smith akan ada jadwal mengisi kajian Napiter. Kami akhirnya pamit, dan saling berpelukan sebelum akhirnya kami benar-benar meninggalkan Lapas Gunung Sindur. [].


Postingan populer dari blog ini

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Video Langka NBC Tahun 1967: Inilah Orang-Orang PKI Pembunuh Para Jendral!

Sabtu, 26 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Dalam laporan khusus NBC News (media Amerika Serikat) tahun 1967 ini, koresponden Ted Yates meliput perjuangan politik, sosial dan ekonomi Indonesia, satu dari negara Asia Tenggara yang baru saja mengalami upaya kudeta. Film Dokumenter ini merupakan satu bagian dari trilogi yang diproduksi oleh Yates.

Klik video:


Bikin Resah Umat Islam, Penyebar 'Nasi Anjing' Di Bulan Ramadhan Diamankan Polisi

Ahad, 26 April 2020

Faktakini.net, Jakarta - Di tengah kesucian bulan Ramadhan, ada saja ulah yang dilakukan oleh sekelompok orang yang meresahkan umat Islam.

Kelompok tersebut membagikan nasi bungkus yang mereka beri nama "nasi anjing", walaupun kemudian ternyata menurut pengakuan mereka, tidak ada daging anjing dalam menu yang mereka bagikan.

Entah tujuannya untuk mencari sensasi atau bagaimana, ulah mereka jelas meresahkan umat Islam, karena daging anjing diharamkan oleh umat Islam.

Jumhur ulama menghukumi daging anjing haram untuk dimakan, meski disembelih secara syariat.

Alasannya, anjing termasuk dalam binatang bertaring yang keharamannya jelas. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Idris al-Khaulani dari Abi Tha'labah al-Khusyani, "Sesungguhnya Rasulullah SAW melarang memakan setiap binatang buas yang bertaring." (Muttafaq 'Alaih)

Dalam hadis lain, dari Ubaidah bin Sufyan dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Memakan setiap …