Langsung ke konten utama

Featured Post

(Video) Relawan FPI Jabar Bersihkan Rumah Umat Kristen Korban Banjir Di Cicurug Sukabumi

Jum'at, 25 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Untuk menjalankan amanat Imam Besar Habib Rizieq Shihab, FPI beserta Sayap Juangnya (HILMI) selama ini begitu aktif membantu warga masyarakat yang membutuhkan bantuan, termasuk korban bencana banjir bandang yang terjadi pada hari Senin (21/9/2020) di kawasan Cibuntu di Desa Pawasawan, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Akibat banjir ini, luapan sungai Cibuntu menghanyutkan mobil, meruntuhkan jembatan dan menjebol bangunan warga, termasuk pabrik Aqua dan lainnya.

Banjir bandang luapan sungai Cibuntu tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 hingga 17.00 WIB atau setelah kawasan Cicurug Kabupaten Sukabumi dilanda hujan deras selama beberapa jam.

Front Pembela Islam (FPI) beserta sayap juangnya HILMI dengan sigap langsung terjun ke lokasi banjir bandang Cicurug, Senin (21/9/2020) malam terutama ke dua kampung yang terdampak berat yaitu Kampung Nyangkowek Desa Mekarsari dan Kampung Cibuntu Desa Pasawahan Kecamatan Cicurug.

Klarifikasi Menag Soal Radikalisme Tak Menepis Substansi Rezim Mengidap Islamophobia



Kamis, 10 September 2020

Faktakini.net

*KLARIFIKASI MENAG SOAL RADIKALISME TAK MENEPIS SUBSTANSI REZIM MENGIDAP ISLAMOPHOBIA*

Oleh : *Ahmad Khozinudin*
Sastrawan Politik


_"Perlu saya garis bawahi, saya mohon maaf tidak tahu itu menjadi konsumsi publik, saya kira itu internal ASN,"_

[Fachrul Razi,  (8/9/2020)].

Menag Fachrul Razi merasa tidak ada masalah tentang pernyataannya terkait radikalisme bercirikan Good Looking, Hafidz, mahir bahasa Arab dan rajin ke Masjid. Dia hanya menyesalkan, kenapa pertemuan yang sifatnya untuk internal ASN itu menjadi konsumsi publik.

Menag berdalih, seandainya dirinya mengetahui acara tersebut untuk publik, tentu akan menggunakan bahasa yang berbeda dengan substansi yang sama. Atas kejadian itu, Fachrul sempat menegur Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo karena tak memberitahunya bahwa acara bertema "ASN No Radikalisme" itu ditujukan untuk publik.

Padahal, SUBSTANSI pernyataan Menag adalah 'ISLAMOPHOBIA', yakni penyakit kebencian dan rasa sinis terhadap Islam. Hanya orang yang mengidap penyakit ini, yang tega menyebut Hafidz dan aktif ke Masjid sebagai orang radikal.

Kalaupun Menag menyampaikan pada publik, patut diduga hanyalah menggunakan pendekatan kebahasaan yang berbeda. Namun substansi kebencian dan rasa sinis terhadap Islam, akan tetap menjadi pesan utamanya.

Terlepas hanya untuk internal ASN, sebenarnya tak layak seorang menteri Agama, yang beragama Islam, justru mendeskreditkan Islam dengan mengaitkan sejumlah kesalehan Islam sebagai ciri radikalisme. Belum lagi, hingga saat ini tak jelas apa itu definisi radikalisme.

Namun, publik sudah kadung terbawa Narasi Opini bahwa radikalisme jelek, kasar, keras, intoleran, jahat, dan sejumlah idiom negatif lainnya. Dan Menag, justru menisbatkan aktivitas kesalehan dalam Islam seperti rajin ke masjid hingga hafidz dan pandai bahasa Arab, sebagai parameter radikalisme.

Maka wajar, ada sejumlah pihak yang mempertanyakan Agama Menag Fachrul Razi. Sebab, ajaib saja seorang yang beragama Islam justru mendeskreditkan tampilan dan karakteristik kesalehan dalam Islam sebagai parameter radikalisme, yang dikesankan jahat dan harus dijauhkan dari masyarakat.

Bukan ini saja yang menjadi sebab pihak-pihak mempertanyakan agama Menag. Tetapi juga soal sertifikasi da'i, yang digulirkan Kemenag.

Bagaimana mungkin dakwah harus dibelenggu dan dibatasi dengan sertifikat buatan manusia ? Padahal, Rasulullah SAW yang mulia meminta umatnya berdakwah, menyampaikan kebaikan meskipun hanya satu ayat.

Patut diduga, apa yang disampaikan Menag bukanlah inisiatif pribadi. Tetapi merupakan konfirmasi kebijakan yang diadopsi rezim Jokowi. Kebijakan yang mengandung 'Islamophobia'.

Di era Jokowi, umat Islam memang mengalami berbagai tekanan. Sejumlah kriminalisasi terhadap ulama, aktivis dakwah hingga ajaran Islam Khilafah, terjadi di era ini.

Rasanya, tak bisa ditafsirkan kesalahan Menag ini sebagai accident. Ini merupakan desain yang terencana. Menag tak merasa bersalah dari sisi substansi ucapannya, dia hanya merasa tak tepat menggunakan pendekatan kebahasaan dan tak tahu bahwa pernyataan itu akan dikonsumsi publik Umat Islam. [].

Postingan populer dari blog ini

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Bikin Resah Umat Islam, Penyebar 'Nasi Anjing' Di Bulan Ramadhan Diamankan Polisi

Ahad, 26 April 2020

Faktakini.net, Jakarta - Di tengah kesucian bulan Ramadhan, ada saja ulah yang dilakukan oleh sekelompok orang yang meresahkan umat Islam.

Kelompok tersebut membagikan nasi bungkus yang mereka beri nama "nasi anjing", walaupun kemudian ternyata menurut pengakuan mereka, tidak ada daging anjing dalam menu yang mereka bagikan.

Entah tujuannya untuk mencari sensasi atau bagaimana, ulah mereka jelas meresahkan umat Islam, karena daging anjing diharamkan oleh umat Islam.

Jumhur ulama menghukumi daging anjing haram untuk dimakan, meski disembelih secara syariat.

Alasannya, anjing termasuk dalam binatang bertaring yang keharamannya jelas. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Idris al-Khaulani dari Abi Tha'labah al-Khusyani, "Sesungguhnya Rasulullah SAW melarang memakan setiap binatang buas yang bertaring." (Muttafaq 'Alaih)

Dalam hadis lain, dari Ubaidah bin Sufyan dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Memakan setiap …

(Video) Sambil Cium Tangan Habib Umar Assegaf, Asmadi Ketua Satpol PP Minta Maaf

Jum'at, 22 Mei 2020

Faktakini.net, Jakarta - Asmadi, Ketua Satpol PP Kecamatan Dukuh Pakis yang sempat mengkasari Habib Umar bin Abdullah Assegaf, pada malam ini Jum'at (22/5/2020) akhirnya mendatangi kediaman Habib Umar di Bangil, Pasuruan. Kemudian ia mencium tangan sang dzurriyah Rasulullah SAW, lalu memohon maaf.

Begitu lama Asmadi yang merupakan Kepala Satpol PP Kecamatan Dukuh Pakis itu mencium tangan Habib Umar, ia ingin kekhilafan nya dimaafkan, dan alhamdulillah dengan keikhlasan hati yang seluas samudera, Habib Umar pun memaafkan Asmadi.

Asmadi mengaku saat itu ia sedang sangat kecapekan sehingga ia khilaf. Habib Umar kemudian memeluk Asmadi, dan peristiwa ini disambut hangat oleh para jamaah dan tamu yang hadir, yang langsung melantunkan sholawat.

Sebagaimana diketahui Asmadi yang sempat  mendorong dan mengkasari Habib Umar di pos check point Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Exit Tol Satelit pada Rabu (20/5/2020) sore, dikecam luas oleh umat Islam se-Indo…