Langsung ke konten utama

Featured Post

FPI Balangan Kalsel Serahkan Bantuan Untuk Korban Kebakaran Di Desa Bungin Paringin Selatan

Kamis, 24 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Hilal Merah Indonesia (HILMI), Front Pembela Islam (FPI), dan Laskar Pembela Islam (LPI) daerah kab. Balangan menyerahkan hasil penggalangan dana kepada korban kebakaran di Desa Bungin, kec. Paringin Selatan, kab. Balangan pada hari ini (Kamis, 24 Sept 2020), yang mana musibah kebakarannya terjadi pada hari Kamis, 17 September 2020 pukul 01.10 WITA.

Front Pembela Islam (FPI) Balangan beserta seluruh sayap juangnya bergerak cepat agar bisa membantu dengan cara menurunkan Para Laskar dan Para Mujahidahnya agar turun ke jalan untuk galang dana di seputaran Kota Paringin, kab. Balangan.

Ketua DPW FPI Balangan yaitu Al Habib Muhammad Zacky Al'aydrus menyebutkan bahwa "Bantuan yang kita serahkan berupa dana tunai dan sembako. Sembako itu sendiri kita serahkan langsung pada Hari Kamis pagi pasca terjadinya kebakaran" ujar beliau.

Ketua HILMI Balangan yaitu Al Habib Idris Bahasyim juga mengatakan "Jumlah dana yang diserahk…

Klarifikasi Menag Justru Semakin Menimbulkan Kemarahan Umat



Jum'at, 11 September 2020

Faktakini.net

KLARIFIKASI MENAG SEMAKIN MENIMBULKAN KEMARAHAN UMAT
__________________________
Oleh : Ahmad Khozinudin

_"Saya melihat orang, mohon maaf saja, waktu jadi (pasukan) perdamaian di Timur Tengah. Menangis saya, lihat orang berkelahi. Allahu Akbar, Allahu Akbar, bunuh-bunuhan, Allahu Akbar dengan penuh kebencian. Kita (menag, red) lihat lah itu. Kita (menag) harapkan jangan ada muncul di Indonesia ini. Untuk itu kita coba tata baik-baik, sama-sama-sama,"_

[Fachrul Razi, 8/9].

Wajar jika sejumlah pihak mempertanyakan agama menteri agama, Fachrul Razi. Sebab, agak sulit dicari alur logikanya, seorang Menag, beragama Islam, lantas mengajak umat untuk mencurigai Hafidz, yang fasih bahasa Arab dan rajin ke Masjid, sebagai bibit radikalisme.

Boleh lah untuk membela diri, menjelaskan diri lahir dari keluarga perantau Minangkabau yang berasal dari Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, agar orang mempercayai keislamannya. Boleh juga, menegaskan diri sejak di taruna militer telah aktif berjuang untuk Islam.

Tapi apa maksudnya mengaku melihat bunuh bunuhan di timur tengah dengan saling mengucapkan takbir ? Apakah ini bagian dari tuduhan lagi terhadap kalimat takbir ? Apa urusannya, kalaupun itu terjadi dikaitkan dengan Indonesia ? Apa urusannya, bunuh bunuhan dengan hafidz ? Bunuh bunuhan dengan fasih berbahasa Arab ? Bunuh bunuhan dengan rajin sholat ke masjid ?

Kita Umat Islam tentu masih mempertanyakan, kebenaran klaim Menag menangis karena menyaksikan peristiwa saling bunuh dengan mengumandangkan takbir. Apalagi, jika latar yang dijadikan rujukan peristiwa adalah timur tengah. Daerah konflik area penjajahan Kapitalisme global.

Saat Amerika menginvasi Irak, itu yang dibunuh Amerika lebih dari 2 juta orang. Itu tak ada satupun tentara Amerika yang berteriak takbir saat membunuh. Apakah Menag menangis ? Prihatin dan lantas menjadikan semua yang berbau Amerika sebagai bibit radikalisme ?

Apakah, saat Yahudi Israel La'natullah membantai kaum muslimin di Palestina sambil meneriakkan takbir ? Apakah Menag menangis menyaksikan saudara kaum muslimin di Palestina dibantai Yahudi ? Apakah, kemudian Menag menjadikan Yahudi sebagai simbol radikalisme ?

Apakah Rezim bengis Komunis China, ketika membantai kaum muslimin di Uighur meneriakkan takbir ? Apakah Menag, menangis dan menjadikan komunisme sebagai ciri orang radikal ?

Apakah Menag, menangis menyaksikan ekstrimis Budha membantai saudara muslim di Rohingya ? Apakah saat membantai mereka meneriakkan takbir ? Apakah Menag, menjadikan orang yang rajin ke Wihara sebagai ciri seorang pengemban paham radikal ?

Sudahlah Pak Menag, jangan bikin umat tambah sakit hati. Sebaiknya diam jika tidak bisa bicara baik. Ikuti hadits Rasulullah SAW, berkata baik atau diamlah !

Kami umat Islam sudah sangat sakit, jangan tambah lagi. Sebaiknya, sebelum bertutur satu kata berfikirlah ribuan kali. Jangan hanya berfikir apa yang ada di benak anda, pikirkan pula apa yang ada dibenak Umat Islam.

Lebih baik lamban bicara seperti Moerdiono ketimbang ceplas-ceplos tapi bikin sakit hati Umat Islam. Ingatlah, semua kata dan ucapan, akan dihisab kelak di akhirat. [].

Postingan populer dari blog ini

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Bikin Resah Umat Islam, Penyebar 'Nasi Anjing' Di Bulan Ramadhan Diamankan Polisi

Ahad, 26 April 2020

Faktakini.net, Jakarta - Di tengah kesucian bulan Ramadhan, ada saja ulah yang dilakukan oleh sekelompok orang yang meresahkan umat Islam.

Kelompok tersebut membagikan nasi bungkus yang mereka beri nama "nasi anjing", walaupun kemudian ternyata menurut pengakuan mereka, tidak ada daging anjing dalam menu yang mereka bagikan.

Entah tujuannya untuk mencari sensasi atau bagaimana, ulah mereka jelas meresahkan umat Islam, karena daging anjing diharamkan oleh umat Islam.

Jumhur ulama menghukumi daging anjing haram untuk dimakan, meski disembelih secara syariat.

Alasannya, anjing termasuk dalam binatang bertaring yang keharamannya jelas. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Idris al-Khaulani dari Abi Tha'labah al-Khusyani, "Sesungguhnya Rasulullah SAW melarang memakan setiap binatang buas yang bertaring." (Muttafaq 'Alaih)

Dalam hadis lain, dari Ubaidah bin Sufyan dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Memakan setiap …

(Video) Sambil Cium Tangan Habib Umar Assegaf, Asmadi Ketua Satpol PP Minta Maaf

Jum'at, 22 Mei 2020

Faktakini.net, Jakarta - Asmadi, Ketua Satpol PP Kecamatan Dukuh Pakis yang sempat mengkasari Habib Umar bin Abdullah Assegaf, pada malam ini Jum'at (22/5/2020) akhirnya mendatangi kediaman Habib Umar di Bangil, Pasuruan. Kemudian ia mencium tangan sang dzurriyah Rasulullah SAW, lalu memohon maaf.

Begitu lama Asmadi yang merupakan Kepala Satpol PP Kecamatan Dukuh Pakis itu mencium tangan Habib Umar, ia ingin kekhilafan nya dimaafkan, dan alhamdulillah dengan keikhlasan hati yang seluas samudera, Habib Umar pun memaafkan Asmadi.

Asmadi mengaku saat itu ia sedang sangat kecapekan sehingga ia khilaf. Habib Umar kemudian memeluk Asmadi, dan peristiwa ini disambut hangat oleh para jamaah dan tamu yang hadir, yang langsung melantunkan sholawat.

Sebagaimana diketahui Asmadi yang sempat  mendorong dan mengkasari Habib Umar di pos check point Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Exit Tol Satelit pada Rabu (20/5/2020) sore, dikecam luas oleh umat Islam se-Indo…