Langsung ke konten utama

Featured Post

(Video) Relawan FPI Jabar Bersihkan Rumah Umat Kristen Korban Banjir Di Cicurug Sukabumi

Jum'at, 25 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Untuk menjalankan amanat Imam Besar Habib Rizieq Shihab, FPI beserta Sayap Juangnya (HILMI) selama ini begitu aktif membantu warga masyarakat yang membutuhkan bantuan, termasuk korban bencana banjir bandang yang terjadi pada hari Senin (21/9/2020) di kawasan Cibuntu di Desa Pawasawan, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Akibat banjir ini, luapan sungai Cibuntu menghanyutkan mobil, meruntuhkan jembatan dan menjebol bangunan warga, termasuk pabrik Aqua dan lainnya.

Banjir bandang luapan sungai Cibuntu tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 hingga 17.00 WIB atau setelah kawasan Cicurug Kabupaten Sukabumi dilanda hujan deras selama beberapa jam.

Front Pembela Islam (FPI) beserta sayap juangnya HILMI dengan sigap langsung terjun ke lokasi banjir bandang Cicurug, Senin (21/9/2020) malam terutama ke dua kampung yang terdampak berat yaitu Kampung Nyangkowek Desa Mekarsari dan Kampung Cibuntu Desa Pasawahan Kecamatan Cicurug.

KH Slamet Maarif Dan Dr Abdul Chair Ungkap Bukti Habib Bahar Tidak Bersalah Pada Sidang Ke-10 Di PTUN Bandung





Senin, 14 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Hari ini, Senin (14/9/2020) siang kembali berlangsung lanjutan sidang lanjutan gugatan Habib Bahar bin Smith atas Keputusan Bapas Bogor yang mencabut Asimilasi Habib Bahar di PTUN Bandung, Jawa Barat.

Agenda Sidang kesepuluh ini adalah pemeriksaan keterangan saksi-saksi, mulai pukul 10.00 WIB dan dihadiri oleh Ketua PA 212 KH Slamet Maarif dan Dr Abdul Chair Ramadhan selaku saksi ahli dari Habib Bahar.

Team Kuasa Hukum Habib Bahar seperti Ichwan Tuankotta SH dan Aziz Yanuar SH hadir di PTUN Bandung untuk melakukan pembelaan hukum terhadap Habib Bahar di sidang ini, serta nampak pula Ustadz Asep Syaripudin, para tokoh lainnya beserta massa FPI dan umat yang mengawal persidangan ini.

Kepada Faktakini.net, Aziz mengatakan ternyata tidak ada bukti video dari tergugat yang diklaim ada pembacaan putusan dari Bapas / Lapas terkait pembatalan asimilasi Habib Bahar, ternyata yang ada hanya bisik-bisik antara pihak lapas dengan Habib Bahar tanpa ada satupun penunjukan dokumen apapun dan pembacaan apapun dr pihak lapas.

Ketua PA 212 KH Slamet Maarif memberikan kesaksian terkait penjemputan Habib Bahar dari LP Pondok Rajeg Bogor, dan terkait meme liar sehubungan dengan penjemputan Habib Bahar ternyata tidak ada undangan resmi dari pihak Habib Bahar, bahkan beliau telah mengingatkan untuk tidak ada keramaian dan meminta jangan ada penyambutan segala macam.

Kemudian saksi ahli ahli pidana Prof Dr H Abdul Chair Ramadhan SH MH terkait memberikan kesaksiannya bahwa pasal 157 yang jadi dasar pencabutan asimilasi Habib Bahar tidak benar dapat dituduhkan kepada Habib Bahar atas tindakan nya saat dituduhkan itu dan juga tidak terbukti Habib Bahar melakukan itu.

Saksi ahli juga menyatakan tegas tidak ada satu pun pasal maupun ketentuan terlebih hukuman dapat dijatuhkan kepada Habib Bahar dengan dasar melawan pemerintah karena tidak ada satu pun ketentuan soal itu. Pasal 157 golongan itu bukan pemerintah.

Dr Abdul Chair juga menyatakan terkait tuduhan pelanggaran PSBB yang didalilkan oleh tergugat tidak dapat diterima secara hukum positif negara.

Berikut ini pernyataan Aziz Yanuar selengkapnya, yang diterima Redaksi Faktakini.net Senin (14/9/2020) pukul 12.00 WIB.

assalamualaikum wr wb

alhamdulillah hari ini Senin,14 sept 2020 (26 muharram 1442 H) telah berlangsung sidang gugatan PTUN oleh HBS dgn tergugat bapas bogor di PTUN bandung terkait pembatalan asimilasi HBS oleh ka bapas bogor.

Agenda hari ini, bukti tambahan dr tergugat dgn bukti video yg diklaim ada pembacaan putusan dr bapas/lapas terkait pembatalan asimilasi HBS padahal yg ada hanya bisik bisik antara pihak lapas dgn HBS Tanpa ada satupun penunjukan dokumen apapun dan pembacaan apapun dr pihak lapas.

kemudian dari Penggugat mengajukan saksi fakta tambahan yakni ketua PA 212 Ust Slamet Maarif terkait fakta saat penjemputan HBS dr lapas pd rajek bogor,terkait meme liar sehubungan dgn penjemputan HBS dan buka puasa akbar HBS dan sebagainya. Saksi pada intinya menjelaskan bahwa TIDAK ADA UNDANGAN RESMI DR HBS TERKAIT BEBASNYA HBS DAN HBS DAN santrinya SUDAH MENGINGATKAN UTK SILENT DAN TIDAK ADA KERAMAIAN PD SAAT BELIAU BEBAS,BAHKAN BELIAU INGIN SBNRNYA KELUAR TENGAH MALAM SUPAYA TDK ADA YG TAHU. HBS TIDAK INGIN ADA PENYAMBUTAN MASSA TERKAIT KEBEBASAN BELIAU. 

kemudian dari Penggugat mengajukan saksi ahli pidana yakni Prof Dr H Abd Chair SH MH terkait tuduhan tindak pidana dan pelanggaran PSBB HBS yg jadi dasar pencabutan asimilasi HBS.

saksi ahli menerangkan pada intinya bahwa pasal 157 yg jd dasar pencabutan asimilasi HBS tidak benar dapat dituduhkan kpd HBS atas tindakan nya saat dituduhkan itu dan juga tidak terbukti HBS melakukan itu,saksi ahli juga menyatakan tegas TIDAK ADA SATUPUN PASAL MAUPUN KETENTUAN TERLEBIH HUKUMAN DAPAT DIJATUHKAN KPD HBS DGN DASAR MELAWAN PEMERINTAH KARENA TDK ADA SATUPUN KETENTUAN SOAL ITU..PASAL 157 GOLONGAN ITU BUKAN PEMERINTAH.

juga dinyatakan oleh ahli bahwa terkait tuduhan pelanggaran PSBB yg di dalilkan oleh tergugat tidak dapat diterima secara hukum positif negara.

demikian dilaporkan

wassalam wr wb










Postingan populer dari blog ini

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Bikin Resah Umat Islam, Penyebar 'Nasi Anjing' Di Bulan Ramadhan Diamankan Polisi

Ahad, 26 April 2020

Faktakini.net, Jakarta - Di tengah kesucian bulan Ramadhan, ada saja ulah yang dilakukan oleh sekelompok orang yang meresahkan umat Islam.

Kelompok tersebut membagikan nasi bungkus yang mereka beri nama "nasi anjing", walaupun kemudian ternyata menurut pengakuan mereka, tidak ada daging anjing dalam menu yang mereka bagikan.

Entah tujuannya untuk mencari sensasi atau bagaimana, ulah mereka jelas meresahkan umat Islam, karena daging anjing diharamkan oleh umat Islam.

Jumhur ulama menghukumi daging anjing haram untuk dimakan, meski disembelih secara syariat.

Alasannya, anjing termasuk dalam binatang bertaring yang keharamannya jelas. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Idris al-Khaulani dari Abi Tha'labah al-Khusyani, "Sesungguhnya Rasulullah SAW melarang memakan setiap binatang buas yang bertaring." (Muttafaq 'Alaih)

Dalam hadis lain, dari Ubaidah bin Sufyan dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Memakan setiap …

(Video) Sambil Cium Tangan Habib Umar Assegaf, Asmadi Ketua Satpol PP Minta Maaf

Jum'at, 22 Mei 2020

Faktakini.net, Jakarta - Asmadi, Ketua Satpol PP Kecamatan Dukuh Pakis yang sempat mengkasari Habib Umar bin Abdullah Assegaf, pada malam ini Jum'at (22/5/2020) akhirnya mendatangi kediaman Habib Umar di Bangil, Pasuruan. Kemudian ia mencium tangan sang dzurriyah Rasulullah SAW, lalu memohon maaf.

Begitu lama Asmadi yang merupakan Kepala Satpol PP Kecamatan Dukuh Pakis itu mencium tangan Habib Umar, ia ingin kekhilafan nya dimaafkan, dan alhamdulillah dengan keikhlasan hati yang seluas samudera, Habib Umar pun memaafkan Asmadi.

Asmadi mengaku saat itu ia sedang sangat kecapekan sehingga ia khilaf. Habib Umar kemudian memeluk Asmadi, dan peristiwa ini disambut hangat oleh para jamaah dan tamu yang hadir, yang langsung melantunkan sholawat.

Sebagaimana diketahui Asmadi yang sempat  mendorong dan mengkasari Habib Umar di pos check point Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Exit Tol Satelit pada Rabu (20/5/2020) sore, dikecam luas oleh umat Islam se-Indo…